MANAGED BY:
MINGGU
09 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Jumat, 18 September 2015 09:22
Bergaya Vintage dengan Baju Second-Hand
int

PROKAL.CO,

Di Kota Tarakan, siapa yang tidak kenal ‘Cakar’? Hampir semua penduduk kota ini dari kelas ekonomi bawah hingga atas pernah beburu Cakar. Cakar yang dimaksud di sini bukanlah kuku tajam dari makhluk hidup. Dalam persepsi para pemburu dari kota ini, Cakar adalah sebuah singkatan dari Cap Karung yang merupakan julukan untuk pakaian-pakaian bekas dari luar Indonesia.

Entah mengapa pakaian-pakaian bekas impor tersebut dijuluki Cakar. Mungkin saja karena pakaian-pakaian itu diimpor ke Indonesia dalam kemasan karung-karung yang sudah dipaketkan sedemikian rupa. Tapi boleh jadi juga karena bau yang dikeluarkan oleh pakaian-pakaian bekas itu seperti bau sesuatu yang lama diendapkan dalam karung.

Yang jelas istilah Cakar sudah sangat populer untuk pakaian-pakaian bekas dari luar negeri yang diecerkan kembali di kios-kios ataupun pasar di kota ini. Namun selain Cakar, rupanya ada istilah lain yang lebih dahulu dikenal untuk pakaian-pakaian bekas tersebut. Adalah RB (baca erbe), istilah lain dari Cakar yang juga cukup populer bagi para penggemar pakaian-pakaian bekas di kota ini. Tak ada catatan sejarah tentang penamaan RB ini, namun berdasarkan omongan atau kata tepatnya, RB adalah singkatan dari kata “Rombengan”.

 Bisa jadi Popularitas RB hilang karena makna yang dikandungnya tidak “sekeren” dengan cakar, atau kata lain RB lebih kasar dari Cakar. Sehingga analisa pasarnya pasti akan menurunkan para peminat jika masih menggunakan istilah RB. Pepatah “apalah arti sebuah nama....” inilah yang mungkin membuat RB berubah menjadi Cakar. Sebab bisa jadi penggantian nama RB ke Cakar adalah sebuah strategi pemasaran dari para penjaja Cakar untuk menarik para pembeli.

Lalu dimana kita bisa menemukan Cakar? Jawabnya adalah cukup kita menelusuri sudut-sudut pasar tradisional. Peredaran Cakar yang cukup besar di kota ini bahkan nyaris di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kaltara terdapat pedagang Cakar.

Di Tarakan sendiri, pakaian Cakar banyak ditemukan di Pasar Tenguyun, tempat seluas lebih satu hektare tersebut, berjejer lapak-lapak yang menjajakan khusus Cakar berbagai ukuran dan bentuk tanpa campuran dari jajanan atau jualan lain. Di tempat tersebut kita tidak hanya bisa menemukan baju, kaos, atau celana panjang dan pendek dari berbagai bahan, underwear, tetapi bahkan sepatu, boneka, handuk, tas , kaos kaki, topi bahkan hingga karpet bekas berbagai ukuranpun dapat bisa kita jumpai.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:01

Makanan Olahan dari Sagu

<p><strong>SAGU</strong> sebenarnya memiliki peran yang sama seperti beras dan jagung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers