MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 19 Juni 2019 11:21
Baju Layak Pakai Diserbu Warga
TAK hanya bantuan makanan, namun bantuan pakaian bekas pun sudah bisa menjadi obat bagi korban kebakaran di Juata Laut, Tarakan Utara. Bantuan yang datang pun disambut dengan suka cita. Kepada Radar Tarakan, salah satu siswa SMPN 6 Tarakan, Akbar (13) mengatakan bahwa dirinya terpaksa harus izin dari sekolah setelah kejadian menimpa keluarga. Segala perlengkapan belajar Akbar juga ikut ludes. “Tadi tidak masuk sekolah, baju sama atribut sekolah terbakar. Mungkin nanti sekolah tidak pakai seragam, tapi pakai baju biasa,” singkatnya. Sementara itu, orang tua Akbar, Hartina (35) mengatakan bahwa dirinya hanya mengontrak rumah tersebut dengan biaya sewa Rp 3 juta per tahun. Tak hanya pakaian, namun hartanya yang lain pun ikut terbakar hingga membuat dirinya sedih. Parahnya, satu-satunya perahu miliknya tempat ia dan suaminya mencari nafkah pun habis. Pupus harapan Hartina. Beruntung, udang hasil panen miliknya sempat dibawa naik hingga tidak dilalap api. “Saya di sini pilih-pilih baju, sia

PROKAL.CO, TAK hanya bantuan makanan, namun bantuan pakaian bekas pun sudah bisa menjadi obat bagi korban kebakaran di Juata Laut, Tarakan Utara. Bantuan yang datang pun disambut dengan suka cita.

Kepada Radar Tarakan, salah satu siswa SMPN 6 Tarakan, Akbar (13) mengatakan bahwa dirinya terpaksa harus izin dari sekolah setelah kejadian menimpa keluarga. Segala perlengkapan belajar Akbar juga ikut ludes. “Tadi tidak masuk sekolah, baju sama atribut sekolah terbakar. Mungkin nanti sekolah tidak pakai seragam, tapi pakai baju biasa,” singkatnya.

Sementara itu, orang tua Akbar, Hartina (35) mengatakan bahwa dirinya hanya mengontrak rumah tersebut dengan biaya sewa Rp 3 juta per tahun. Tak hanya pakaian, namun hartanya yang lain pun ikut terbakar hingga membuat dirinya sedih.

Parahnya, satu-satunya perahu miliknya tempat ia dan suaminya mencari nafkah pun habis. Pupus harapan Hartina. Beruntung, udang hasil panen miliknya sempat dibawa naik hingga tidak dilalap api.

“Saya di sini pilih-pilih baju, siapa tahu ada yang cocok untuk anak saya, ya segera dipakai. Karena kami sudah tidak punya apa-apa,” ucapnya lirih.

Tak jauh dari lokasi pengumpulan bantuan, salah satu korban kebakaran, Sukri (64) mengatakan bahwa dirinya sedang menjaga harta yang sempat ia selamatkan seperti pakaian, televisi dan kipas angin. Sukri merasa bersyukur karena bisa menyelamatkan sebagian.

“Pas kebakaran, saya lari selamatkan barang. Untungnya masih bisa diselamatkan,” katanya.

Ketika hujan deras terjadi di malam hari, Sukri memilih untuk tidur di dalam masjid lantaran keluarganya tinggal jauh dari lokasi kebakaran. Melalui hal tersebut, dirinya mengharapkan agar pemerintah dapat memberikan bantuan kepada para korban.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Program Baznas Tarakan Juliansyah mengatakan, bahwa pihaknya telah mendistribusikan 300 bungkus nasi, 10 dus air mineral, dan distribusi logistik berupa 20 bal baju layak pakai seperti baju bayi, pakaian dalam lelaki dan perempuan serta dua tenda darurat untuk para korban kebakaran.

Juliansyah kepada masyarakat Kota Tarakan, jika ingin menyalurkan bantuan, Baznas juga membuka posko yang berada di lokasi Jalan Kyai Haji Salim, Selumit, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

“Kami menerima makanan, kemudian juga baju pakaian untuk anak sekolah. Di sini Baznas juga menerima sumbangan berupa terpal, dan juga sembako untuk beberapa hari ke depannya,” sebutnya.

Sementara itu, untuk beberapa hari ke depannya Baznas akan menyiapkan makanan mulai dari pagi, siang, dan malam. Baznas juga telah berkoordinasi dengan beberapa pihak seperti pihak kelurahan dan sebagainya.

“Untuk penyiapan posko sementara, atau tempat penggungsian, di dekat terjadinya kebakaran. Tetapi, di sini Baznas masih menunggu izin dari yang punya tempat, dan Baznas akan segera menyiapkan pengungsian buat para korban kebakaran sambil menunggu bantuan dari pemerintah. Dari data yang didapatkan semalam, ada 37 KK, 128 jiwa, dan 40 rumah. Warga yang terkena musibah akan ditangani BPBD, dan Baznas juga akan menyiapkan segala sesuatu untuk para korban,” urainya.

Sedikitnya, tercatat 20 keluarga yang mengungsi di masjid tersebut. Rusli ketua RT 15 Kelurahan Juata Laut mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada satu pun warga yang mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Meski demikian ia menjelaskan jika para pengungsi yang merupakan warga RTnya masih membutuhkan bantuan dari masyarakat Kota Tarakan.

"Kami juga tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran ini. Yang jelas kondisi saat ini korban sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat. Karena warga di sini masih membutuhkan makanan, pakaian dan selimut untuk tidur. Karena kalau malam udara di sini cukup dingin," ungkapnya, kemarin (18/6).

Ia mengklarifikasi jika jumlah bangunan yang terbakar sebanyak 26 bangunan yang juga disertai tempat usaha. Meski begitu, dugaan terhadap lebih banyak rumah yang terbakar menuritnya tidaklah keliru. Hal tersebut dikarenakan banyaknya rumah kontrakan yang hanya terhitung dalam satu bangunan.

"Yang terbakar sekitar 26 bangunan termasuk pos udang dan ikan. Kalau rumah sekitar 40-an. Kan banyak rumah kontrakan jadi yang dihitung bangunannya bukan pintunya. Saat ini korban sementara masih ditampung di masjid. Kemungkinan nanti pengungsi dipindahkan ke gudang dekat sini jadi tidak perlu tenda lagi, cukup tikar atau terpal saja,” ulasnya.

Ia mengakui terdapat seorang kakek yang meninggal pada saat kebakaran. Meski demikian, meninggalnya diduga disebabkan serangan jantung. Lanjutnya, korban meninggal sudah dipulangkan ke kampung halaman sejak pagi bersama anggota keluarganya.

"H. Mulkin meninggal karena kaget melihat api, bukan karena menolong orang. Setahu saya almarhum memang ada penyakit jantung," imbuhnya. (shy/*/zac/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…

Senin, 14 Oktober 2019 08:37

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

 TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…

Senin, 14 Oktober 2019 08:30

Bangayo, Kulineran Berbasis Non-tunai

 TARAKAN - Keberadaan Pusat Wisata Kuliner Baya Ngakan Mayo (Bangayo)…

Minggu, 13 Oktober 2019 23:00

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:41

Hari Ini, Final Domino Piala Irianto

TARAKAN – Hari ini, Sabtu (12/10) 24 pasang finalis Lomba…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*