MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Juni 2019 12:26
2,5 Jam, 42 Rumah Ludes
MENGAMUK: Puluhan rumah di pesisir RT 15, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara dilahap si jago merah, Senin (17/6) malam. LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman warga di daerah RT 15, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Senin (17/6), malam.

Musibah kebakaran ini pun menggemparkan seluruh warga Kelurahan Juata Laut. Berlalu lalang kendaraan dan warga yang melihat langsung amukan si jago merah.

Terlihat pula barang-barang dan perabotan milik korban, berserakan tak karuan. Salah seorang korban, warga RT 15, Ramli (36) mengatakan rumah yang dikontraknya ikut terbakar. Saat itu, ia baru pulang kerja dan bermaksud makan malam. Namun tiba-tiba ia mendengar suara heboh di luar. Kejadian sekitar pukul 19.35 WITA, atau menjelang salat isya.

“Sekitar setengah delapan dan pas saya mau makan. Tetangga sudah teriak kebakaran, apinya dari ujung sana tempat penjualan ikan dan merembes sampai kena rumah saya, rumah kontrak,” katanya sembari melihat langsung rumahnya yang mulai dilahap api.

Ia pun tak tahu pasti asal mulanya titik api ini. Informasi yang ia dengar pun simpang siur.

“Dengar-dengar, katanya ada yang masak. Tapi kurang tahu juga kepastiannya, benar atau tidak,” bebernya.

Kondisi permukiman warga yang terbuat dari kayu dan mudah terbakar. Belum lagi saling berdekatan dan tiupan angin. Ia pun sempat mengeluarkan barang-barangnya. “Alhamdulillah barang-barang sempat kami keluarkan semua,” katanya.

Api terus membesar. Dari jarak sekitar 15 meter di lokasi kejadian, terdapat Masjid Al-Hidayah yang nyaris ikut terbakar. Terlihat pula warga setempat berupaya menyiram bagian atap masjid agar tidak panas. Beberapa warga pun memotong kabel, agar api tidak menjalar melalui kabel.

Pengurus Masjid Al-Hidayah Umar (50) mengaku saat itu ia hendak menjalankan salat isya. Namun tiba-tiba saja, terdengar suara dari arah belakang yang berteriak kebakaran.

“Sekitar pukul 19.40 WITA, pas mau salat isya. Sudah maju ke depan, sudah mau bilang Allahu Akbar, di belakang ada yang teriak kebakaran. Jadi saya lihat ke belakang, sudah tidak ada orang. Jadi sampai sekarang, tidak ada salat, astagfirullah,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Mako PMK Kampung Satu Eko Mahrudin mengatakan armada PMK Tarakan yang berjumlah tujuh unit, terdiri dari dua mobil fire dan lima mobil suplai melakukan upaya pemadaman api.

Awalnya petugas menerima laporan sekitar pukul 20.00 WITA. Saat itu, api sudah merembes dan kian membesar.

“Kami tadi stand by di Mako dan dapat informasi dari teman-teman yang ada di Sektor Tarakan Utara,” terangnya.

Saat petugas PMK di Sektor Utara menerima laporan, langsung menuju ke lokasi kejadian. Melihat api yang sudah membesar, akhirnya meminta bantuan dari Mako PMK Kampung Satu. Sebanyak 30 personil gabungan yang diturunkan dalam upaya memadamkan api ini.

“Termasuk yang di barat, yang tidak piket ikut turun. Kalau yang piket, tetap stand by di kota,” terangnya.

Untuk diketahui, sebanyak 42 rumah yang habis terbakar. Termasuk rumah warga, kios pembelian udang dan kepiting, serta rumah sewa.

Ia mengaku kesulitan dalam memadamkan api. Termasuk keterbatasan armada suplai yang kapasitasnya hanya 5 ton. Belum lagi sumber api yang diduga berasal dari ujung pesisir dan merembes ke daratan. Sehingga sulit dipadamkan. “Kendaraan (mobil suplai) ini minimal butuh kapasitas 10 ton. Jadi kasihan teman-teman bolak-balik ambil air. Tidak pakai air laut karena lagi surut. Mau lakukan pemadaman dari ujung kayaknya tidak mungkin. Apinya merembes dari ujung ke darat, kalau sumber apinya dari darat mungkin bisa dipadamkan cepat,” bebernya.

Ia belum mengetahui pasti penyebab kebakaran ini. Petugas akan terus berupaya memadamkan api hingga tuntas. “Kami juga tidak tahu sampai berapa lama. Karena biasa setelah ini, kami ada pendinginan. Saat pendinginan pun kami harus suplai air baku lagi. Setelah benar-benar sudah tidak membahayakan, baru kami bisa tinggalkan,” tutupnya.

Api baru dapat dikendalikan pada pukul 22.00 WITA, atau 2,5 jam dari awal kejadian. Dilaporkan 42 rumah ludes dilalap api. Di antara bangunan yang terbakar merupakan kios pembelian udang-kepiting, dan rumah sewa.

Seorang warga, ditemukan mengalami syok hingga meninggal dunia. Ketuan RT 16 Arnold mengatakan salah satu warga yakni H. Mulkin Deng Sirua (60) dinyatakan meninggal dunia usai menolong sang istri yang pingsan saat kejadian kebakaran terjadi.

“Jadi memang korban tersebut sedang menolong istrinya yang berada di dalam rumah, anaknya yang pingsan. Beliau kala itu mengangkat istrinya untuk dikeluarkan dari kepungan asap, kemungkinan besar H. Deng Sirua ini sesak napas usai menolong sang istri. Karena kondisi korban sudah tidak sadarkan diri, langsung dilarikan ke mobil ambulans yang stand by di lokasi. Namun saat itu kondisinya sudah meninggal dunia,” tutur Arnold kepada media ini. (*/one/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 10:17

‘Telan’ Rp 100 M, Tengkayu I Baru Rampung Sisi Laut

TANJUNG SELOR – Pembangunan fasilitas transportasi laut di Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:50

SABAR AJA...!! Di Sini Belum Ada Tanda-Tanda Hujan

TARAKAN - Kekeringan yang melanda Bumi Paguntaka akibat tidak diguyur…

Kamis, 19 September 2019 09:25

Undunsyah Optimistis Membangun Koalisi Parpol

TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si,…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Terdakwa Mati Kasus Sabu 10 Kg Ajukan Banding, Memori Banding Sudah di PT Kaltim

TARAKAN - Usai divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan…

Kamis, 19 September 2019 09:04

Budayakan Hidup Sehat, Kodim 0907 Bangun MCK untuk Warga

TARAKAN – Keberadaan fasilitas  mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak…

Kamis, 19 September 2019 09:02

“Jangan Sampai Terjadi Ketidakseimbangan antara Perkotaan dan Pelosok”

Nama                : Syamsuddin…

Kamis, 19 September 2019 09:01

“Jangan Sampai Terjadi Ketidakseimbangan antara Perkotaan dan Pelosok”

Nama                : Syamsuddin…

Kamis, 19 September 2019 08:55

“Pelayanan Kuncinya Komunikasi yang Santun”

PERNAH merasa tak puas dengan pelayanan oleh instansi pemerintah atau…

Rabu, 18 September 2019 09:23

Deg-degan Setiap Kali Muncul Kabar Ada yang Meninggal

RATUSAN masyarakat tumpah-ruah memenuhi Masjid Baitul Izzah menyambut kedatangan sanak-saudara…

Rabu, 18 September 2019 09:03

Di Balik Kabut Asap, Diduga Ulah Perusahaan

MASYARAKAT Nunukan, mulai tidak tenang dengan kabut asap yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*