MANAGED BY:
MINGGU
09 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Juni 2019 12:24
Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan
TABUNG KOSONG: Tabung-tabung yang akan diisi ulang tersusun rapi di salah satu agen LPG 3 kg di Jalan Yos Sudarso, Tarakan, kemarin (17/6). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan karena harganya yang mahal, jauh dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 16.500 per tabung. LPG 3 kg kini, lebih banyak dijumpai di tingkat pengecer, jalur distribusi yang tidak diatur pemerintah.

Salmiah (40), warga RT 01, Kelurahan Selumit, Kecamatan Tarakan Tengah. Ia mengungkapkan, akhir-akhir ini ia dan warga lain kesulitan mendapatkan LPG. Hal itu disebabkan karena LPG yang datang sesuai jadwal habis terjual seketika sebagian warga pun tidak bisa mendapatkan jatah gas LPG-nya.

“Di sini selalu cepat habis, sepertinya ada warga yang membeli lebih dari 1 LPG untuk dijual kembali. Kalau di pangkalan cuma Rp 18 ribu. Tapi kalau sama pengecer bisa sampai Rp 25 ribu, bahkan ada yang jual Rp 35 ribu,” tuturnya.

Ia menduga, ada oknum yang sengaja menimbun gas LPG untuk dijual kembali dengan harga mahal. Sehingga hal itulah yang membuat LPG pada pangkalan terjual habis dengan cepat. Dalam sebulan, ia mengaku hanya mendapatkan 2 tabung saja, padahal jatah normal gas LPG pada setiap rumah sebanyak 3 tabung.

“Dalam sebulan cuma dapat 2 saja. Itu pun kalau dapat, syukur-syukur. Karena kalau lambat pasti kehabisan. Sampai pernah cuma dapat 1 tabung saja,” tukasnya.

Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Muhammad Romli mengungkapkan, pihaknya telah mendengar  banyak pangkalan yang menjual LPG di atas HET. “Memang kami mendengar banyak pangkalan yang menjual LPG di atas HET, bahkan kami juga beberapa kali sudah melakukan sidak. Tapi disayangkan, tidak ada laporan khusus disertai bukti masyarakat yang melihat langsung sehingga kita belum bisa memprosesnya,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers