MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Juni 2019 12:22
Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (6-habis)

KEGIATAN POSITIF: Aktivitas warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan saat membuat mebel atau bingkai untuk kaligrafi dan lukisan. LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan patut diacungkan jempol. Memiliki kreativitas yang luar biasa, hasil karya para warga binaan ini menembus Napi Craft Hope 2018, salah satu ajang bergengsi nasional.

LISAWAN YOSEP LOBO

KONON, hanya tujuh rumah tahanan (rutan) dan lapas terbaik yang diundang di dalam acara Napi Craft Hope 2018, yang diadakan di Museum Keramik Kota Tua, Jakarta. Termasuk Lapas Kelas II-A Tarakan ini.

Saat itu, hasil karya warga binaan yang ditampilkan adalah robot milenial yang dirakit dari korek api gas daur ulang sejak 2017 silam. Karya-karya yang diciptakan oleh warga binaan ini, setidaknya dapat mengubah paradigma masyarakat luas tentang penghuni lapas.

Bahwasanya tahanan masih memiliki hak sebagai manusia, mendapatkan kesempatan kedua untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, mengembangkan keterampilan dan dilahirkan kembali setelah menjalankan hari-hari yang paling sulit dalam jeruji besi lapas.

Banyak karya yang dihasilkan warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan ini. Mulai dari batik, kerajinan tangan atau hand craft, kuliner, meubelair atau furniture, kaligrafi dan lukisan, serta bengkel fabrikasi.

Penanggung jawab Pemasyarakatan Art (Pasart) Foundation, Muhamad Fauzan Rizki mengatakan, Pasart ini merupakan wadah bagi para warga binaan untuk berkarya.

Tak sepenuhnya lapas ini memiliki arti yang suram. Tetapi dengan membekali warga binaan dengan pelatihan, mampu menghasilkan karya-karya yang tak kalah dengan produk di luar lapas.

Untuk memasarkan karya para warga binaannya ini, selain mengandalkan media sosial, pembina pun membuka pameran setiap Sabtu alias weekend exhibition khusus pengunjung. Uniknya, tak seperti pameran pada umumnya.

Produknya pun terkesan limited edition. Bagaimana tidak, hasil karya langsung dari lekukan tangan warga binaan. Selain melihat produk hasil karya warga binaan, ada suasana pemandangan yang tak didapatkan di luar lapas. Nah, tentu saja tetap di dalam pengawasan para petugas lapas.

“Karena itu jam besuk teramai, jadi kita manfaatkan momen itu untuk memasarkan produk warga binaan. Hasilnya yang didapatkan pun langsung kita berikan kepada warga binaan yang buat produk tersebut,” terangnya.

Karya warga binaan ini juga pernah mewakili ajang nasional, seperti robot dari korek api gas daur ulang. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri dan motivasi untuk warga binaan di dalamnya.

Tak membuat warga binaan merasa puas begitu saja. Justru semakin membuka wawasan dan mencari inovasi lainnya.

“Ke depannya kami akan rilis wedding souvenir, jadi yang mau menikah bisa pesan. Karya-karya ini dibuat oleh warga binaan, yang membuktikan tembok penjara bukan suatu halangan untuk berkreativitas,” jelasnya.

Salah seorang warga binaan yang membuat meubelair adalah Mulyadi. Pria berusia 33 tahun ini sudah tahun berkarya. Mulai dari membuat lemari, hingga bingkai untuk kaligrafi dan lukisan yang juga dibuat oleh warga binaan lainnya.

“Kalau untuk bahan-bahannya seperti papan, paku, pewarna dan cat disiapkan oleh pembimbing,” terang Mulyadi. (***/lim)

 

 


BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 11:44

Stok Sembako Aman Dua Bulan

  Tarakan bakal kesulitan jika harus melakukan lockdown(karantina wilayah) menghadapi…

Senin, 30 Maret 2020 11:38

Bandel, Arena Sabung Ayam Diratakan Yonmarhanlan

TARAKAN - Meski telah beberapa kali ditertibkan, namun gelanggang sabung…

Senin, 30 Maret 2020 09:38

Pastikan Tidak Ada Penimbuhan Bahan Pokok

TARAKAN - Semakin menyebarnya Covid-19 ini, membuat sebagian masyarakat panik.…

Minggu, 29 Maret 2020 13:15
Dua Kontak Pasien 01 Diduga Sudah Positif

Di Tarakan, 312 Orang Melapor ke Hotline Gustas

TARAKAN - Dua dari 30-an kontak pasien 01, perempuan berjenis…

Minggu, 29 Maret 2020 12:22

Satu RT di Pamusian Dikarantina

WALI Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, memutuskan untuk melakukan karantina…

Minggu, 29 Maret 2020 12:14

Jangan Tersinggung, Pasien Positif Covid-19 Diminta Jujur Ceritakan Perjalanan

TARAKAN- Direktur Utama RSUD Tarakan dr. Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan…

Minggu, 29 Maret 2020 12:11

Pasien Positif Covid-19 Itu Sempat Tak Dirawat di Ruang Isolasi

TARAKAN – Sebelumnya tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:20

Ini yang Dikhawatirkan Jika Masih Ada Peliputan Konferensi Pers

TARAKAN – Kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 meluas. Tak terkecuali bagi…

Jumat, 27 Maret 2020 14:24

Sehari Habiskan 10 Ribu Liter, Tarakan dan Bulungan Semprotkan Disinfektan

TARAKAN - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Tarakan, Satuan…

Jumat, 27 Maret 2020 14:06

Zero Positif, APD Bisa Dipakai Berulang

TARAKAN – Sebanyak 2.000 set bantuan alat pengaman diri (APD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers