MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juni 2019 12:24
Antusias Produk UMKM Menurun

Diduga karena Naiknya Biaya Penerbangan

KHAS KALTARA: Hasil kerajinan tangan yang merupakan produk khas UMKM Centre Tarakan banyak diminati konsumen luar daerah. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengembangan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini dihadapkan pada kondisi ketidakstabilan harga. Produk UMKM yang terdapat pada UMKM Centre Tarakan yang terletak di Jalan Pattimura Kelurahan Pamusian, mengalami penurunan penjualan.

Safriani Sunusi, karyawan UMKM Centre mengungkapkan di tahun 2019 antusias masyarakat dalam berbelanja produk UMKM semakin menurun khususnya komoditas pakaian. Sebagian besar pembeli enggan berbelanja besar karena mahalnya biaya bagasi pesawat.

"Sangat berpengaruh karena berlakunya tarif bagasi. Karena sebagian besar pelanggannya dari luar Tarakan jadi untuk komoditas yang agak berat sekarang peminatnya berkurang. Yang masih terjual normal hanya makanan ringan seperti amplang dan semacam hasil perikanan," ujarnya, kemarin (16/6).

Ia menerangkan, di tahun 2018 jumlah pengunjung berkisar dari 25 hingga 35 setiap harinya. Saat ini jumlah pengunjung hanya mencapai 15 hingga 20 saja.

Akibat dampak dari kenaikan biaya bagasi pesawat, sehingga berdampak pada menurunnya penjualan tas, barang hiasan dan pakaian.  Meski demikian, hal itu tidak signifikan.

"Dari pengakuan pelanggan, mereka sekarang takut belanja banyak karena berlakunya perhitungan biaya bagasi. Jadi, itulah kenapa sekarang berbelanja oleh-oleh jadi pikir-pikir. Tapi untuk pembeli makanan ringan masih bisa dikatakan normal," tuturnya.

Saat ini UMKM telah menjajakan 60 jenis komoditas yang disuplai dari 40 wirausahawan. Meski demikian, sebagian besar penyuplai merupakan warga lokal yang telah lama menggeluti dunia UMKM.

"Jumlah komoditas di sini semua sekitar 60 jenis yang sebagian besar dari Tarakan. Yang dari luar itu cuma batik dan sama beberapa tas rotan. Selain itu semua hasil wirausahawan lokal. Untuk penyuplainya sekitar 40 orang karena ada juga beberapa penyuplai memiliki komoditas lebih dari 1," jelasnya.

Meski UMKM Centre diperuntukkan untuk semua produk UMKM Kaltara, namun hingga saat ini hanya Kabupaten Malinau yang berkontribusi melalui komoditas kerajinan tangan serta pakaian. Menurutnya, hal itu disebabkan karena sebagian besar peserta kesulitan mengurus legalitas produk.

"Kalau supplier dari luar cuma dari Malinau saja. Kendalanya, karena banyak produk dari luar itu sama dengan di Tarakan jadi kalau untuk dimasukkan di sini hanya menerima produk yang belum ada selain pakaian dan juga mungkin karena kepengurusannya. Keamanan dan kehalalannya sehingga membuat wirausahawan tidak mau repot akhirnya mereka jual sendiri produknya. Padahal urusnya tidak susah," tuturnya.

"Kalau dulu komoditas yang tidak laku sampai masa expired itu digantikan dalam bentuk uang oleh Dinas Perdagangan sekarang karena minim anggaran jadi sudah tidak lagi. Mungkin itu alasan dari beberapa pedagang menjual dagangannya sendiri," tuturnya.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Kalimantan Utara (Fokutara) Eko Pristiawan mengungkapkan, defisit anggaran serta meningkatnya biaya penerbangan merupakan faktor utama menurunnya antusias UMKM antarprovinsi. Meski demikian untuk persaingan UMKM lokal, masih tetap berjalan.

"Pengaruh juga dengan naiknya penerbangan dan defisitnya anggaran daerah. Sehingga beberapa program yang menguntungkan pelaku UMKM sudah tidak ada. Sehingga beberapa UMKM memilih bertahan dengan tidak meningkatkan produksi untuk tetap aman dari kerugian," imbuhnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers