MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juni 2019 12:08
Pekerja Migran Indonesia Lebih Suka Pilih Jalur Ilegal, Kenapa?
JALUR ILEGAL: Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) lebih memilih jalur ilegal dibandingkan jalur resmi untuk kembali masuk dan bekerja di Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Sabah maupun Serawak Malaysia, diketahui lebih memilih dan menggunakan jalur ilegal ketimbang jalur resmi melalui pemeriksaan keimigrasian untuk bisa kembali ke Malaysia.

Jalur itu diduga berada di Sebatik, pulau yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Memang menjadi pilihan utama para PMI memanfaatkan arus balik untuk kembali ke Malaysia bekerja. Seperti yang diungkapkan salah seorang PMI, Yusuf yang diwawancarai media ini.

Yusuf mengaku lebih memilih jalur penyebrangan ke Malaysia melalui Sebatik, ketimbang jalur resmi dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan ke Tawau. Padahal, dirinya punya paspor resmi. Alasannya memilih jalur ilegal lantaran dirinya tidak ingin paspor miliknya diperiksa petugas keimigrasian di Nunukan maupun petugas di Malaysia.

“Kalau lewat Sebatik paspor tidak diperiksa lagi oleh Imigresen (imigrasi, Red), jadi bisa kapan saja keluar masuk Malaysia,” kata Yusuf.

Menurutnya, paspor yang dimilikinya saat ini merupakan jaminan dari perusahaan tempat dirinya bekerja, dengan masa berlaku selama 5 tahun. Ketakutannya itu bukan tanpa alasan, sebab, ketika paspor miliknya mendapat cap pemeriksaan, maka secara otomatis paspor itu tidak berlaku.

“Ya, paspor ini masih lama masa berlakunya sekitar tiga tahun lagi, tapi kalau ada cap dari imigrasi, maka saya dianggap tidak lagi kerja di perusahaan,” aku Yusuf.

Tak hanya Yusuf, hal serupa juga diakui Ria, PMI lainnya yang saat itu bersama-sama dengan Yusuf. Ria mengaku dirinya memilih jalur Sebatik, karena malas lalui jalur resmi dengan banyaknya pemeriksaan dokumen. Belum lagi alasan banyaknya barang bawaannya yang dirinya akan bawa ke Malaysia, sehingga jika ingin masuk di area Imigrasi Tawau Malaysia, tentu tidak akan bisa lantaran barang bawaan PMI kini sudah dibatasi jumlahnya.

“Kalau paspor saya ada juga, tapi kalau mau pergi lewat jalur resmi, tidak bisa bawa barang banyak. Jadi lebih baik lewat Sebatik saja,” tambah Ibu yang memiliki anak 2 tersebut. (raw/ana)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*