MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juni 2019 12:08
Pekerja Migran Indonesia Lebih Suka Pilih Jalur Ilegal, Kenapa?
JALUR ILEGAL: Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) lebih memilih jalur ilegal dibandingkan jalur resmi untuk kembali masuk dan bekerja di Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Sabah maupun Serawak Malaysia, diketahui lebih memilih dan menggunakan jalur ilegal ketimbang jalur resmi melalui pemeriksaan keimigrasian untuk bisa kembali ke Malaysia.

Jalur itu diduga berada di Sebatik, pulau yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Memang menjadi pilihan utama para PMI memanfaatkan arus balik untuk kembali ke Malaysia bekerja. Seperti yang diungkapkan salah seorang PMI, Yusuf yang diwawancarai media ini.

Yusuf mengaku lebih memilih jalur penyebrangan ke Malaysia melalui Sebatik, ketimbang jalur resmi dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan ke Tawau. Padahal, dirinya punya paspor resmi. Alasannya memilih jalur ilegal lantaran dirinya tidak ingin paspor miliknya diperiksa petugas keimigrasian di Nunukan maupun petugas di Malaysia.

“Kalau lewat Sebatik paspor tidak diperiksa lagi oleh Imigresen (imigrasi, Red), jadi bisa kapan saja keluar masuk Malaysia,” kata Yusuf.

Menurutnya, paspor yang dimilikinya saat ini merupakan jaminan dari perusahaan tempat dirinya bekerja, dengan masa berlaku selama 5 tahun. Ketakutannya itu bukan tanpa alasan, sebab, ketika paspor miliknya mendapat cap pemeriksaan, maka secara otomatis paspor itu tidak berlaku.

“Ya, paspor ini masih lama masa berlakunya sekitar tiga tahun lagi, tapi kalau ada cap dari imigrasi, maka saya dianggap tidak lagi kerja di perusahaan,” aku Yusuf.

Tak hanya Yusuf, hal serupa juga diakui Ria, PMI lainnya yang saat itu bersama-sama dengan Yusuf. Ria mengaku dirinya memilih jalur Sebatik, karena malas lalui jalur resmi dengan banyaknya pemeriksaan dokumen. Belum lagi alasan banyaknya barang bawaannya yang dirinya akan bawa ke Malaysia, sehingga jika ingin masuk di area Imigrasi Tawau Malaysia, tentu tidak akan bisa lantaran barang bawaan PMI kini sudah dibatasi jumlahnya.

“Kalau paspor saya ada juga, tapi kalau mau pergi lewat jalur resmi, tidak bisa bawa barang banyak. Jadi lebih baik lewat Sebatik saja,” tambah Ibu yang memiliki anak 2 tersebut. (raw/ana)

 


BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 14:47

Puluhan Warga Malaysia Tertahan di Nunukan

  NUNUKAN-Puluhan Warga Negara (WN) Malaysia harus tertahan di Nunukan…

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers