MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juni 2019 12:08
Pekerja Migran Indonesia Lebih Suka Pilih Jalur Ilegal, Kenapa?
JALUR ILEGAL: Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) lebih memilih jalur ilegal dibandingkan jalur resmi untuk kembali masuk dan bekerja di Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Sabah maupun Serawak Malaysia, diketahui lebih memilih dan menggunakan jalur ilegal ketimbang jalur resmi melalui pemeriksaan keimigrasian untuk bisa kembali ke Malaysia.

Jalur itu diduga berada di Sebatik, pulau yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Memang menjadi pilihan utama para PMI memanfaatkan arus balik untuk kembali ke Malaysia bekerja. Seperti yang diungkapkan salah seorang PMI, Yusuf yang diwawancarai media ini.

Yusuf mengaku lebih memilih jalur penyebrangan ke Malaysia melalui Sebatik, ketimbang jalur resmi dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan ke Tawau. Padahal, dirinya punya paspor resmi. Alasannya memilih jalur ilegal lantaran dirinya tidak ingin paspor miliknya diperiksa petugas keimigrasian di Nunukan maupun petugas di Malaysia.

“Kalau lewat Sebatik paspor tidak diperiksa lagi oleh Imigresen (imigrasi, Red), jadi bisa kapan saja keluar masuk Malaysia,” kata Yusuf.

Menurutnya, paspor yang dimilikinya saat ini merupakan jaminan dari perusahaan tempat dirinya bekerja, dengan masa berlaku selama 5 tahun. Ketakutannya itu bukan tanpa alasan, sebab, ketika paspor miliknya mendapat cap pemeriksaan, maka secara otomatis paspor itu tidak berlaku.

“Ya, paspor ini masih lama masa berlakunya sekitar tiga tahun lagi, tapi kalau ada cap dari imigrasi, maka saya dianggap tidak lagi kerja di perusahaan,” aku Yusuf.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 01 Juli 2020 09:13

Pengendali di Lapas hingga Pemesan di Tana Tidung

NUNUKAN - Dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satrekoba) Polres…

Selasa, 30 Juni 2020 10:27

PDIP Aksi di Polres Nunukan

NUNUKAN – Menuntut pengusutan tuntas pelaku pembakaran bendera Partai Demokrasi…

Senin, 29 Juni 2020 10:12

Langgar Protokol Kesehatan, Dihukum PushUp

NUNUKAN - Meski status tanggap darurat Covid-19 di Nunukan beum…

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34

Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut)…

Jumat, 26 Juni 2020 13:03

Penerima Tunjangan Khusus Guru Dikurangi

 NUNUKAN – Dengan adanya aturan terbaru mengenai pemberian tunjangan khusus,…

Kamis, 25 Juni 2020 14:30

Nonreaktif, 361 WNI Dipulangkan dari Malaysia

    RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN DIPULANGKAN LAGI: Setidaknya ada 361…

Kamis, 25 Juni 2020 13:24

Nonreaktif, 361 WNI dari Malaysia Dipulangkan, 134 Lanjut ke Sulsel

NUNUKAN – Sebanyak 361 warga negara Indonesia (WNI), dan 134…

Kamis, 25 Juni 2020 13:21

Tulisan “Pelabuhan Nunukan” Dicopot

NUNUKAN – Protes Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) soal hilangnya…

Kamis, 25 Juni 2020 13:19

Tanggap Darurat Covid-19 Diperpanjang

NUNUKAN – Status Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 masih diperpanjang di…

Kamis, 25 Juni 2020 13:16

Tak Memenuhi Syarat, Sekolah Belum Dibuka

NUNUKAN – Meski ada arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers