MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juni 2019 09:53
Tegaskan Stok Darah B Tak Habis
TERSEDIA: Seorang petugas PMI Tarakan menunjukkan stok dari baru. AGUS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, STOK darah B yang sempat dinyatakan habis hingga informasinya beredar di media sosial, ternyata hoaks. Pasalnya, Palang Merah Indonesia (PMI) mengklaim bahwa stok darah yang dimiliki pihaknya selalu ada.

Kepada Radar Tarakan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UTD PMI Tarakan dr. Putri Dian Vitasari mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan yang menyatakan adanya satu pasien yang sedang membutuhkan golongan darah B untuk proses penyembuhan. Sementara saat itu, PMI memiliki 20 kantong darah golongan B.

“Jadi saya tegaskan, stok darah B kami tidak kosong,” ucapnya.

Dijelaskan Putri, incompatible terjadi diakibatkan antibodi dan gen pasien yang tidak cocok dengan darah yang disediakan PMI. Incompatile atau yang biasa disebut dengan tidak cocok serasi. Uji cocok serasi atau yang biasa disebut crossmatch, hasil darah pasien yang dimaksud dinyatakan incompatible dengan stok darah yang ada di blood bank PMI.

“Pasien ini butuh golongan darah B, kami cocokkan dengan golongan darah B yang ada di stok kami, ternyata tidak cocok. Dari 20 kantong, hanya ada 1 kantong yang cocok dan itu sudah kami keluarkan dan dikirim ke rumah sakit,” jelasnya.

Untuk itu, PMI terus mencari golongan darah B yang dibutuhkan pasien kemudian dilakukan uji cocok serasi kembali. Hanya, biasanya dalam kasus incompatible, PMI selalu mengirimkan sampel darah pasien langsung ke Surabaya, namun hal ini dilakukan apabila permintaan darah masih dibutuhkan.

“Kalau terpaksa sekali, kami akan minta bantuan dari UTD Surabaya dengan cara mengirimkan sampel darah pasien. Kami masih mencarikan darah yang cocok untuk pasien ini,” katanya,

Meski memiliki golongan darah yang sama, namun dijelaskan Putri dalam darah terdapat antibodi atau antigen. Sehingga jika darah manusia dilakukan uji cocok serasi dan dinyatakan tidak cocok, maka tidak dapat ditransfusi. Sebab jika dipaksa, maka akan menimbulkan reaksi transfusi ke pasien sebab adanya reaksi berlawanan dalam tubuh pasien. (shy/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers