MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 17 Juni 2019 09:19
RT Dijadikan Garda Terdepan Membangun Kesadaran Masyarakat

Inovasi Minimalisir Sampah Terbuang di TPS

PERLU DIPILAH: Sampah yang terbuang di TPS ke depannya akan dipilah agar tak terjadi penumpukan yang berlebih. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Meski tempat pembuangan sementara (TPS) sudah tersebar di sepanjang jalan dan sudut kota ini, masih cukup banyak sampah yang menumpuk. Namun, ke depannya berdasarkan inovasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan, penumpukan sampah itu diklaim dapat diminimalisir. Lalu seperti cara atau inovasinya.

RACHMAD RHOMADHANI

SETIAP pagi hari, TPS di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor dan sekitarnya kerap terjadi penumpukan sampah. Baik sampah dari limbah rumah tangga ataupun jenis lainnya.

Bahkan, parahnya penumpukan sampah itu terkadang dalam kurun waktu sehari terjadi hingga dua kali. Artinya, produksi sampah di wilayah ini cukup banyak.

Parahnya, dari TPS yang disediakan oleh pemerintah ataupun inisiatif warga setempat pun terkadang tak mampu untuk menampungnya. Sehingga sering terlihat sampah-sampah itu berhamburan hingga ke badan jalan.

Tentunya, ini menjadi suatu masalah besar. Apalagi, dari sampah yang ada itu mengeluarkan aroma yang tak sedap. Atau sampah itu justru membuat estetika kota menjadi rusak. Ini bisa saja terjadi.

DLH sendiri pun mengakui akan menumpuknya sampah di TPS itu. Di momen perayaan hari raya Idulfitri lalu misalnya. Penumpukan sampah memang sangat jelas terlihat. TPS tak mampu menampung produksi sampah yang muaranya dari masyarakat. Pasalnya, memang pada momen itu tingkat produksi sampah akan jauh meningkat dibandingkan hari biasanya.

Diketahui, jika pada hari biasa produksi sampah dalam waktu sehari bisa mencapai 140 ton. Khusus, pada momen Ramadan dan Idulfitri lalu bisa mencapai 220–240 ton. Artinya, jumlah itu nyaris dua kali lipat dibandingkan hari biasanya.

Dan menyikapi akan menumpuknya sampah di TPS. DLH pun mulai melakukan inovasi terbaru. Hanya, kali ini dalam inovasinya lebih kepada upaya penyadaran masyarakat.

Akan tetapi, dalam konsepnya dengan menjadikan Rukun Tetangga (RT) sebagai garda terdepan. Maksudnya, yaitu bagaimana RT yang akan membantu DLH dalam memberikan kesadaran masyarakat agar tak sekadar membuang sampah begitu saja ke TPS.

Namun, bagaimana dari sampah-sampah yang ada itu sebelumnya dapat dipilah terlebih dahulu. Tujuannya, apakah dari produksi sampah yang dihasilkan masyarakat itu dapat diolah kembali ataupun sebaliknya.

“Ya, jadi nanti yang terbuang di TPS itu merupakan sampah yang benar-benar tak dapat diolah lagi. Bukan, seperti kondisi yang ada sejauh ini bahwa nyaris seluruh sampah terbuang begitu saja di TPS,” ungkap Sumarsana selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3K, DLH Bulungan.

Pria yang murah senyum dan ramah ini mengatakan, alasan inovasi RT menjadi garda terdepan. Hal itu dikarenakan RT tentunya akan memiliki suatu agenda rutin pertemuan dengan warga masyarakat di wilayah RT-nya. Oleh karenanya, pada momen itu sekiranya dapat dimanfaatkan secara langsung untuk penyampaian tentang program ini.

“Tentunya, dari DLH juga akan turun langsung ke lapangan bertemu dengan pihak RT. Sehingga akan terjalin komunikasi yang baik,” ujarnya.

Ditambahkannya juga, mengenai sampah yang menurutnya dapat dipilah oleh masyarakat meliputi sampah organik misalnya. Di mana dari sampah itu bisa diolah menjadi barang-barang yang bernilai tinggi. Misal, dengan menjadikannya kerajinan tangan.

“Sampah organik ini yang paling sering dijadikan bahan kreativitas. Nah, kami harapkan ke depannya seluruh warga masyarakat pun dapat menerapkannya,” katanya.

Di sisi lain, dengan semakin banyaknya masyarakat sadar akan sampah yang dapat diolah kembali. Manfaat lainnya yaitu dapat mengurangi beban kerja dari petugas pengangkut sampah di lapangan. Pasalnya, jika sampah menumpuk dengan begitu banyaknya. Maka, pekerja bisa bekerja dua kali lipat dari beban kerja yang dari biasanya.

“Kita berupaya agar terjadi suatu keseimbangan. Sehingga memang diperlukan hal seperti ini,” bebernya.

Tak hanya itu, dengan penerapan pemilahan sampah dahulu dari masyarakat. Maka, itu pun akan berdampak pada umur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada. Di mana umur TPA dapat lebih panjang bilamana sampah-sampah yang terbuang setiap harinya tak begitu banyaknya.

“Umur ekonomisnya lebih lama di TPA. Ini jika benar-benar penerapannya di lapangan nanti berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Disinggung mengenai sejauh ini sudah ada gerakan komunitas peduli sampah? Ia dalam hal ini mengetahuinya, dan tentunya itu merupakan langkah yang baik guna menjaga lingkungan juga. Hanya, dengan gerakan yang tumbuh langsung dari individu warga masyarakat. Menurutnya, itu menjadi suatu tonggak sejarah karena semua ikut berperan.

“Intinya, dalam waktu dekat ini segera akan direalisasikan. Dan saya ucapkan terima kasih kepada komunitas-komunitas yang peduli akan sampah ini,” katanya.

Untuk diketahui, salah satu komunitas yang cukup aktif dalam progam peduli terhadap sampah yakni Komunitas Gaul Bahh. Dari komunitas ini lahir gerakan yang tersistematis dalam mendorong masyarakat sadar akan sampah yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 11:21

Bangunan Kantor Difasilitasi Pemkab Bulungan

 KANTOR Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulungan beserta Panitia Pengawas…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:04

Kacabjari Menunggu Penyerahan dari Pemkab KTT

 TANJUNG SELOR - Pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Bulungan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:54

INGAT..!! Semua Speedboat Harus Dilengkapi Pintu Darurat

 TANJUNG SELOR – Langkah tegas dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:41

Kabupaten/Kota ‘Disuntik’ Dana Rp 29 Miliar

 TANJUNG SELOR – Ketersediaan anggaran merupakan salah satu faktor pendukung…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:31

BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:18

Kembalikan Berkas,Sigit Optimistis Didukung Partai

 TANJUNG SELOR - Waktu pengembalian berkas pendaftaran bakal calon (balon)…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:25

NPHD Disepakati, Anggaran KPU Naik Rp 1 M

 TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*