MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:55
Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (Bagian-3)

Hasil Rajutan Dipesan Warga Binaan yang Hendak Bebas

MERAJUT: Warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan fokus merajut benang demi benang membuat tas./LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Memanfaatkan waktu luang, puluhan tas hasil rajutan warga binaan perempuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan ini menyita perhatian.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

KARYA seni rajutan yang dihasilkan oleh warga binaan pun bermacam-macam. Tak hanya tas rajut. Tetapi ada pula dompet kecil, bando, songkok atau peci, tempat korek, topi anak-anak dan lain sebagainya.

Dari benang polyester dengan aneka warna. Mulai dari warna hijau, hitam, merah, putih dan merah muda yang dipadukan pun menghasilkan rajutan yang cantik dengan berwarna-warni.

Sudah tiga tahun, Karma Dewi (44) berada di dalam Lapas Kelas II-A Tarakan. Sejak itu lah ia mulai memainkan tangannya untuk berkarya. Dibandingkan benang wol, merajut dengan benang polyester lebih leluasa membentuk objek yang diinginkannya. “Kalau dulu pakai benang wol, hanya buat taplak meja. Sekarang pakai benang polyester, bisa bikin bando, peci, dompet-dompet kecil,” terangnya.

Setiap harinya ia dan rekannya disibukkan dengan kegiatan merajut ini. Tangannya bergerak perlahan, merajut benang demi benang. Matanya fokus melihat susunan benang. Sesekali pula ia berbincang-bincang dengan rekannya, sembari terus merajut.

20 buah dompet kecil yang dihasilkannya, dihargai Rp 15 ribu per buah. Adapula yang dibanderol kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu loh.

“Kalau tas besar untuk perempuan, ada yang Rp 300 ribu. Tergantung (harganya) dari hitungan benangnya. Kalau tas besar, agak mahal. Tapi dompet-dompet kecil hanya Rp 15 ribu,” bebernya.

Lebih menariknya lagi, banyak pula rekan-rekan di dalam lapas yang tertarik dengan hasil rajutannya. Ada yang yang memiliki benang sendiri, lalu ia yang merajut. Ongkos kerjanya pun ia patok sesuai dengan kemampuan rekannya. Kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

“Kadang teman-teman ada yang punya benang sendiri, jadi hanya ongkos bikinnya saja. Ada yang Rp 30 ribu, ada juga yang Rp 25 ribu. Kita lihat juga dari kemampuan teman-teman,” katanya.

Nah, hasil rajutannya ini biasa dipamerkan di Lapas. Apalagi saat ada pengunjung. Selama bulan Ramadan kemarin pun, banyak yang memesan peci untuk salat.

Yang uniknya, setiap ada rekannya yang hendak menghirup udara bebas atau akan meninggalkan Lapas, memesan rajutannya. Seperti salah seorang rekannya, memesan 20 buah dompet kecil, konon untuk akikah anaknya.

“Seperti Ibu Sila kan sudah mau bebas, jadi dia pesan untuk akikah anaknya. Kalau modelnya, tergantung dari pemesan, maunya seperti apa,” katanya.

Tak jarang yang memintanya untuk megajari. Seperti rekannya yang bernama Marlina (28) pun baru menekuni kerajinan tangan rajutan sejak dua bulan lalu.

“Baru belajar, cari kegiatan saja,” kata Marlina.

Nah, banyak pula loh peminat kerajinan tangan rajutan ini. Pemasyarakatan Art (Pasart) Foundation, Muhamad Fauzan Rizki mengatakan, sebanyak 10 warga binaan perempuan yang membidangi rajutan atau menyulam.

Untuk bergabung di dalam Pasart, pembina melihat minat dari warga binaan yang ingin bergabung. Warga binaan ini diberi ruang seluasnya untuk berkarya. Namun tetap saja di dalam pengawasan petugas.

“Umumnya kita open untuk memberikan pelatihan kepada warga binaan yang mau ikut. Kita berikan ruang seluasnya, tapi tetap dalam pengawasan keamanan dan ketertiban melalui agenda sidang tim pengamat pemasyarakatan,” jelas Fauzan.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…

Senin, 14 Oktober 2019 08:37

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

 TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…

Senin, 14 Oktober 2019 08:30

Bangayo, Kulineran Berbasis Non-tunai

 TARAKAN - Keberadaan Pusat Wisata Kuliner Baya Ngakan Mayo (Bangayo)…

Minggu, 13 Oktober 2019 23:00

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:41

Hari Ini, Final Domino Piala Irianto

TARAKAN – Hari ini, Sabtu (12/10) 24 pasang finalis Lomba…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:32

Mencicipi Kopi Racikan Barista Ala Warga Binaan

SUARA mesin penggilingan kopi memecahkan suasana hening di Workshop Bimbingan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*