MANAGED BY:
MINGGU
15 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:45
Penyakit Lama PLTMG Kambuh Lagi
SEMAKIN PARAH: Mesin PLTMG Sebaung tidak mampu memberikan solusi kepada para pelanggan PT PLN Rayon Nunukan./ENAL/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali memberlakukan pemadaman bergilir, akibat terjadi gangguan pada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Limau. Hal tersebut dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan listrik.

Seperti yang diungkapkan, salah seorang pelanggan listrik PT PLN Rayon Nunukan Asdir bahwa PT PLN Rayon Nunukan hingga saat ini tidak mampu menyelesaikan permasalahan listrik di Nunukan dan Sebatik. “Sejak Ramadan lalu listrik mulai bermasalah, tidak ada perubahan hingga saat ini,” kata Asdir.

Untuk itu, dengan kondisi listrik yang minim solusi, maka perlu ada pembenahan secara total. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka banyak merugikan para pelanggan PT PLN Rayon Nunukan, terutama para pelaku usaha.

Menurutnya, kondisi listrik yang stabil tentu banyak merugikan masyarakat. Durasi pemadaman yang berlangsung lama tentu berpengaruh dengan pemasukan, terutama usaha yang sangat bergantung dengan listrik. “Saya ini menjual token listrik, tentu membutuhkan listrik. Jika listrik padam, maka usaha tidak berjalan,” ujarnya.

Sementara Manajer PT PLN Rayon Nunukan Fajar Setiadi mengatakan, bahwa pemadaman bergilir dilakukan karena sedang mengalami gangguan mesin di PLTMG Sebaung dan PLTD Sei Limau. Sehingga daya berkurang hingga 1.500 kW. Jadwal pemadaman telah disebar kepada seluruh pelanggan.

“Lagi ada pengurangan daya listrik, sehingga dilakukan pemadaman bergilir lagi,” kata Fajar Setiadi.

Menurutnya, daya yang dibutuhkan mencapai 10.500 kW, sedangkan saat ini berkurang 1.500 kW. Untuk sistem kelistrikan tentu tidak dapat normal sesuai keinginan pelanggan, karena terkadang mesin pembangkit butuh pemeliharaan. Jika dilakukan pemeliharaan tentu kondisi daya kurang stabil.

Mesin pembangkit yang ada saat ini di PLTD Sei Bilal ada delapan unit, di PLTD Sebatik ada tiga unit. Selebihnya pembangkit ada empat unit di PLTMG Sebaung. Jadi total mesin yang beroperasi ada 15 unit mesin PLTMG dan PLTD.

Mesin yang ada saat ini, tentu tidak diketahui kapan akan beroperasi sempurna. Jika ada yang bermasalah secara tiba-tiba tentu perlu ada perbaikan dilakukan. “Jika cepat dilakukan perbaikan, maka pemadaman bergilir tidak akan berlangsung lama,” ujarnya.

Kebutuhan pelanggan atau beban puncak di Nunukan mencapai 12 Megawatt (MW). PLTMG Mansapa sebesar 10 MW yang diharapkan mampu menambah daya belum selesai pembangunannya. Sebab, interkoneksi dari transmisi Balikpapan saat ini masih berada di Kota Bontang dan Sangatta.

Evaluasi mengenai kondisi PLTMG Sebaung ini sudah sering dibahas di tingkat manajemen di Balikpapan sebagai pemutus kebijakan strategis. Mereka sudah mengambil langkah-langkah penyelesaian. Seperti, menyewa mesin baru, pengganti bekas. Tapi, dalam tahapan itu ternyata ada beberapa kendala di pelelangan.

Sementarantuk mengambil alih penggunaan mesin PLTMG Sebaung, dari pihak ketiga atau menggantikan dengan perusahaan lain tidak mudah. Ada mekanisme yang perlu ditempuh. Kemudian dalam mekanisme itu ada syarat yang harus dipenuhi rekanan atau mitra. “Tapi, dari sejumlah syarat itu hanya PT Bugak ini saja yang mampu dan akhirnya kontraknya kembali diperpanjang,” ujar Fajar akhir Mei lalu.

Dikatakan, selain memiliki mekanismenya yang panjang, pengalihan PLTMG Sebaung untuk dikelola PT PLN (Persero) juga sangat sulit dilakukan. “Sebenarnya, jika melihat yang terjadi ini, PLN sebenarnya sudah mengeluarkan biaya investasi yang cukup besar dengan pembangunan kabel listrik bawah laut. Hal itu semua yang dipikirkan, termasuk menggunakan mesin PLTMG sendiri dan menempatkan operator dan teknisi PLN sendiri. Namun hal itu belum ada kebijakannya,” jelasnya.

‘Penyakit’ PLTMG Sebaung kembali kambuh sejak Mei atau Ramadan lalu. Warga semakin kecewa saat perayaan Idulfitri lalu.  Listrik padam di momen Lebaran.

Rapik, warga Kecamatan Sebatik menceritakan bagaimana suasana salat Id di wilayahnya tiba-tiba diwarnai dengan listrik padam berjam-jam. “Bayangkan sementara salat Id listrik tiba-tiba padam, waktu yang tidak tepat listrik padam saat umat muslim sementara merayakan hari kebesaran,” kata Rapik.

Tanpa pengeras suara, jemaah yang berada di luar bangunan masjid tidak mendengar apa yang disampaikan khatib. “Pastilah listrik dibutuhkan, misalnya menerima tamu tanpa kipas, atau alat pendingin lain pasti tidak nyaman karena sangat cuaca panas,” ujarnya.

Tanpa berhenti di situ, saat di hari Lebaran kedua atau Kamis (6/6), listrik kembali padam, bahkan hingga tiga kali pemadaman dilakukan dengan waktu yang cukup lama, sekira lima jam hingga enam jam, tanpa ada pemberitahuan dari PT PLN Rayon Nunukan.

“Di Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah, listrik ikut padam. Sepertinya jika listrik padam berlaku se pulau Sebatik,” kata salah seorang warga Desa Aji Kuning, Kahar.

loading...

BACA JUGA

Jumat, 13 September 2019 09:40

Perahu yang Ditumpangi Tiga WNI Hanyut Hingga Sabah

NUNUKAN – Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Tarakan hanyut…

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Sabtu, 07 September 2019 09:50

Memangnya Ada Apa..?? Warga Flores Timur Didata Ulang

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*