MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Juni 2019 14:30
Gempa 4,7 SR ‘Goyang’ Kaltara

BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (11/6) pukul 13.45 Wita.

Salah seorang warga Tanjung Selor, Yuni (24) mengaku keget ketika rumahnya yang berlokasi di Jalan Cenderawasih bergoyang. “Awalnya saya kira hanya angin saja, karena waktu gempa itu ada angin kencang juga,” katanya.

Setelah melihat di sosial media banyak yang bilang gempa barulah karyawan swasta itu mengetahui, jika goyangan yang dirasakan itu merupakan gempa bumi.

“Tetangga saya juga berteriak ada gempa. Kalau gempa yang saya rasakan tadi gempa hanya sekali saja,” bebernya.

Hal berbeda dirasakan Rulan (44), ia mengaku merasakan gempa sebanyak tiga kali. Gempa pertama hingga ketiga itu diakuinya memiliki kekuatan yang sama.

“Gempa pertama itu seluruh barang di dapur bergoyang, saya pun langsung membawa anak saya untuk keluar,” bebernya.

Ia berharap gempa tidak lagi terjadi, dan berharap tidak terjadi tsunami. Menurutnya, di Bulungan sangat jarang sekali terjadi gempa bumi.

“Saya sudah puluhan tahun tinggal di Bulungan baru kali ini rasanya kuat goyanganya. Kalau gempa di tahun 2017 lalu tidak begitu kuat guncangannya” pungkasnya.  

Sementara itu, berdasarkan hasil analiasa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Tanjung Harapan, gempa bumi berada pada lokasi koordinat 2.62 lintang utara (LU) dan 117.22 bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 40 Kilometer (km) arah Tenggara Kabupaten Bulungan-Kaltara pada kedalaman 14 kilometer.

“Dari hasil analisai dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi terjadi tsunami,” ungkap Magdalena Sidauruk, Forcester BMKG Kelas III Tanjung Harapan, kepada Radar Kaltara, Selasa (11/6).

Lebih lanjut dibeberkan Magdalena, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas sesar Maratua. Hasil analisa menunjukkan gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar geser cenderung ke arah kiri (strike-slip sinistral).

“Dampak gempa bumi berupa guncangan yang dirasakan di daerah Tanjung Selor dengan intensitas II-III skala modified mercalli intensity (MMI),” bebernya.

Hingga pukul 14.30 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).  Untuk itu ia mengimbau, kepada masyarakat di sekitar wilayah Kaltara dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi dari sumber yang terpercaya. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak lain daerah mana saja yang merasakan gempa bumi,” ujarnya.

Sejauh ini, berdasarkan informasi dari masyarakat, gempa  tak hanya dirasakan di Bulungan. Tetapi juga dirasakan masyarakat KTT, Malinau dan Kota Tarakan serta Kabupaten Berau. Ia melanjutkan, gempa di Tanjung Selor sendiri bukanlah kali pertama, sebelumnya gempa sudah pernah terjadi di Bumi Tenguyun.

“Jadi ini bukan yang pertama kali terjadi.  Selama 2019, gempa ini baru pretama kali terjadi,” bebernya.

Terpisah, Kepala BMKG Kelas III  Tanjung Harapan, Muhammad Sulam Khilmi menambahkan, sebenarnya potensi gempa bumi di wilayah Kaltara itu selalu ada, karena setiap daerah itu memiliki potensi gempa bumi, hanya saja waktu pengumpulan energinya  yang lama.

“Kita kan dalam lintasan tiga gempa bumi jadi pengumpulan energinya lama. Lain halnya yang berada di lintasan dua dan satu pengumpulan energi lebih cepat,” bebernya.

Umumnya, gempa yang terjadi di Kaltara hanyalah dampak gempa yang terjadi di  wilayah luar Kaltara. Kalau untuk Kaltara sendiri sejauh ini masih dalam katagori aman. Meski begitu, masyarakat tetap harus selalu waspada.

“Kami juga sudah sering mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama masyarakat yang berada di wilayah pesisir seperti Desa Tanah Kuning dan Desa Mengkupadi,” bebernya.

Sosialisasi itu diberikan sebagai pengetahuan dini kepada masyarakat, agar lebih mengetai seperti apa  jika terjadi gempa bumi.

“Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai sumber yang tidak jelas,” ucapnya.

loading...

BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:53

Kemendes PDTT: Jangan Diperjualbelikan

TANJUNG SELOR – Sebanyak 7.021 sertifikat lahan transmigrasi diserahkan secara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:51

Tak Tertib Administrasi, Kelapa Sawit Diekspor Ilegal

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:49

Ratusan Pencandu Narkoba Direhabilitas BNNP

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan rehabilitasi terhadap klien pencandu narkotika, psikotropika,…

Jumat, 13 Desember 2019 13:38

5.567 Berkas CPNS Terverifikasi Online

TANJUNG SELOR - Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di…

Kamis, 12 Desember 2019 11:47

Eks Koruptor Harus Jeda 5 Tahun

MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan judicial review (peninjauan kembali) atas…

Kamis, 12 Desember 2019 11:29

Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

TANJUNG SELOR - Direktur Jendral (Ditjen) Pengambangan Kawasan Transmigrasi (PK…

Kamis, 12 Desember 2019 11:23

Minim Anggaran, Jalan Longsor Tak Tersentuh Perbaikan

TANJUNG SELOR - Tanah longsor yang terjadi di jalan poros…

Kamis, 12 Desember 2019 11:19

Pilkada 2020, Waspada Politisasi Agama

TANJUNG SELOR - Setiap daerah pasti memiliki kerawanan dalam pelaksanaan…

Rabu, 11 Desember 2019 12:08

Dua Ribu Usulan Beasiswa Berpotensi Tidak Terakomodir

TANJUNG SELOR - Proposal bantuan pendidikan berupa Beasiswa Kaltara Cerdas…

Rabu, 11 Desember 2019 12:04

Hasil Audit, Kerugian Negara Rp 200 Juta

TANJUNG SELOR - Sepanjang bulan Januari-Desember 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.