MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 11 Juni 2019 15:22
Layanan Puskesmas Dikeluhkan

PROKAL.CO, NUNUKAN - Seorang calon pasien  Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan mengeluhkan pelayanan sejumlah perawat yang melakukan tugas di Uniat Gawat Darurat (UGD).  

Pasien yang namanya disamarkam,  Bunga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan di Puskesmas lantaran tak mendapatkan pelayanan yang layak. Dia tidak dilayani dikarenakan tidak adanya dokter saat mendatangi puskesmas.  

Bahkan, saat sang calon pasien meminta surat rujukan dan permintaan agar diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menggunakan mobil ambulans, juga tak kunjung l diberi surat rujukan, dan diperintahkan pergi sendiri ke RSUD Nunukan.  

“Kami sangat sayangkan pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada, pasien disuruh bawa sendiri ke RSUD tanpa adanya surat rujukan,” ungkap kakak Ipar  ketika diwawancarai media ini.  

Kakak ipar Bunga, yang juga tak ingin namanya disebutkan, menuturkan saat ini Bunga berusia 17 tahun, menderita sakit sesak napas dan datang meminta pertolongan ke UGD Puskesmas Nunukan sekira pukul 20.00 Wita, Minggu (9/6). Ia juga mengaku, perawat jaga saat itu, mengatakan sedang tidak ada dokter saat itu. Bahkan mereka (perawat, Red) menuturkan sudah 2 bulan tidak ada dokter.  

“Nah, hal ini juga kami pertanyakan, kenapa dokter di puskesmas itu tidak pernah ada di tempat sedangkan mereka punya jadwal piket dokter untuk mengantisipasi setiap pasien yang mengalami sakit, apalagi sampai 2 bulan tidak ada,” sesal kakak ipar Bunga.  

Tentu ia berharap adanya evaluasi untuk petugas puskesmas yang melayani pihaknya dengan tidak pada tupoksinya. Ia meminta pihak puskesmas dan instansi terkait memeriksa kebenaran tersebut supaya tidak ada lagi pasien sama yang merasakan seperti pihaknya.  

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dr. Meinstar Tololiu yang dikonfirmasi terkait hal tersebut pun menerangkan bahwa kondisi pelayanan di UGD Puskesmas Nunukan terkait dengan pasien yang bersangkutan, bahwa memang pasien datang bersamaan dengan masuknya pasien lain yang dilayani. Petugas perawat yang bertugas memang ada 2 orang. Pada saat Bunga masuk, sudah langsung dilayani dengan pemeriksaan dasar berupa ukur tensi dan pemberian oksigen dikarenakan keluhan sesak napas. 

Sambil petugas melayani pasien yang satunya lagi karena dinilai lebih penting, Bunga mendesak untuk segera ditindaki meminta langsung dilayani oleh dokter, maka petugas belum sempat menelpon dokter jaga langsung menyarankan jika memang mau langsung ditindaki oleh dokter, bisa langsung ke RSUD saja. 

Kemudian berdasarkan assessment petugas, Bunga belum masuk kategori gawat darurat, jadi secara kewajiban puskesmas belum boleh merujuk pasien ke RSUD termasuk menggunakan fasilitas ambulans dari puskesmas ke RSUD secara gratis jika peserta BPJS. Namun karena pasien sudah tidak sabar, jadi perawat menyarankan biar lebih cepat langsung gunakan mobil pribadinya saja dengan status pasien non rujukan. 

“Walaupun statusnya non rujukan, sebenarnya pasien tetap bisa dilayani dengan ambulans, tapi tidak bisa pakai BPJS-nya alias bayar ongkos ambulans saja,” urai dr. Meinstar.  

Selain itu, Ia memastikan, dokter selalu ada di Puskesmas. Bahkan, selama Liburan UGD tetap buka melalui sistem membuka layanan telpon. Selama libur, dr. Ika selaku Kepala Puskesmas Nunukan tidak berhenti terima telpon dari UGD dikarenakan selama libur dr. Ika sendirilah melakukan penjagaan. 

Ditanyakan terkait isu kekosongan dokter sehingga memutuskan pindah, karena digaji tidak sesuai dengan pekerjaan, dr. Meinstar menampik informasi tersebut. Ia menegaskan, Tidak ada dokter yang pindah dikarenakan permasalahan gaji tersebut. Ia menjelaskan seorang dokter ada dimutasi ke Puskesmas Sedadap. 

“Karena ada mutasi, hanya tersisa 2 dokter di Puskesmas Nunukan, namun telah ditambah dengan dokter magang 1 orang lagi. Jadi total 3 dokter siap melayani pasien di Puskesmas Nunukan,” jelas dr. Meinstar. (raw/nri)

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:30

Calon Pengantin Nyaris Batal Nikah

DUA orang pria nyaris menjadi korban kecelakaan tunggal dalam insiden…

Senin, 19 Agustus 2019 12:11

Pasang Akuarium sebagai Pengingat Pengunjung

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mempunyai cara…

Senin, 19 Agustus 2019 12:09

Dana Swadaya Gelar Lomba HUT RI

NUNUKAN – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia,…

Senin, 19 Agustus 2019 11:17
Upacara di Sekolah Tapal Batas hingga Bungker PD II

Anak Tapal Batas Semangat Ikuti Upacara

Ragam kegiatan memaknai Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Radar Tarakan menghimpun…

Senin, 19 Agustus 2019 11:16

Setelah 74 Tahun, Long Midang Baru ‘Merdeka’

LONG BAWAN - Meski tidak dijajah lagi oleh penjajah, namun…

Senin, 19 Agustus 2019 10:57

Warga Binaan Dapat Remisi Langsung Bebas

NUNUKAN – Setidaknya ada delapan orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)…

Senin, 19 Agustus 2019 10:56

Demi Upacara Bendera Ambil Cuti, Ribuan WNI Hadiri Upacara di KRI Tawau

NUNUKAN – Di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI,…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:31

Berkas Tahap Dua, Petrus Langsung Ditahan

NUNUKAN – Berkas tersangka dugaan kasus korupsi Kapal Tasbara akhirnya…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:28

ADEMMM...!! Hujan Akan Terus Terjadi Dalam Beberapa Hari

NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan memprediksi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:26

Jabatan Kadis Perlu Seleksi

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan baru saja melakukan mutasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*