MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 04 Juni 2019 11:40
GA PADAT..!! Kenaikan Penumpang Pesawat Hanya 3 Persen dari Hari Biasa
PADAT: Pemudik memasuki pintu KM Lambelu di Pelabuhan Malundung, kemarin (3/6). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - H-2 Hari Raya Idul Fitri, Bandara Internasional Juwata Tarakan disesaki penumpang. Berdasarkan hasil pengamatan Radar Tarakan, sejak pukul 11.00 hingga 12.30 WITA, ribuan penumpang melalui bandara terbesar di Kaltara ini.

Kepada Radar Tarakan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bandara Juwata Tarakan Budi Prayitno mengatakan peningkatan jumlah penumpang sebesar 3 persen dari hari biasa dan mencapai 1.500 penumpang per hari dengan tujuh penerbangan, yakni Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air.

“Lion ada Tarakan-Balikpapan pagi, kemudian Tarakan-Surabaya jam 9, Tarakan-Ujung Pandang jam 11, Tarakan-Balikpapan jam 1, Tarakan-Jakarta jam 7 malam. Kemudian Batik ada Tarakan-Balikpapan jam 11.30, Sriwijaya Tarakan-Balikpapan Jakarta jam 12, ada pula Wings Air Tarakan-Malinau 2 kali dalam satu hari, kemudian Express Air, Tarakan-Berau 42 orang satu kali, Max Wings Tarakan-Tawau seminggu 3 kali. Jadi totalnya sekitar 1.500 orang,” jelasnya.

Budi menuturkan, pada hari biasa jumlah penumpang hanya 80 persen dari total 1.500 penumpang. Hingga H-2 Lebaran, Budi menyatakan bahwa pihaknya memiliki peningkatan layanan, yakni posko penerbangan yang ada sejak 29 Mei 2019 dengan menggabungkan berbagai instansi yakni Lanud, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Polsek dan pihak Bandara.

“Semua informasi jadwal penerbangan, cuaca dan sebagainya artinya ada dukungan dari BMKG untuk memberikan data informasi terkait cuaca, dari air lines untuk informasi jadwal penerbangan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan tempat istirahat khusus bagi setiap penumpang yang berada di lantai 3 bandara yang dilengkapi dengan fasilitas minuman, ruang ber-AC, karpet dan ruang tidak ber-AC khusus bagi penumpang perokok, dan musala.

“Malah ada penumpang yang datang 3 hari sebelumnya, jadi saya pikir ini (tempat istirahat) sangat membantu mereka. Mereka bisa istirahat dan menikmati fasilitas yang kami sediakan, kapasitasnya 100 lebih,” jelasnya.

Nah, terkait ruang tunggu, Budi menyatakan bahwa Bandara Juwata disediakan ruang tunggu keberangkatan dengan kapasitas ribuan orang penumpang. “Ini padat karena ada Wings Air, Batik Air, selain itu ada Susi Air yang hampir bersamaan waktunya,” bebernya.

Oleh karena kepadatan ruang tunggu keberangkatan tersebut, Budi menyatakan bahwa pihaknya akan menambah pelebaran ruang tunggu sebanyak 30 persen dari kapasitas ruang tunggu sebelumnya.

 

FAKTOR MURAH, NAIK TRANSPORTASI LAUT

Sebanyak 1620 penumpang asal Tarakan menaiki KM Lambelu pada Senin (3/6), kapal tujuan Nunukan, Pantoloan, Balikpapan, Parepare dan Makassar ini kembali menjadi pilihan pemudik karena lebih murah.

Seperti yang diungkapkan pemudik tujuan Makassar Firman yang mengungkapkan dirinya tahun ini terpaksa menggunakan trasnportasi laut sebagai pilihan pulang kampung, dikarenakan harga tiket pesawat yang masih mahal.

“Kemarin sempat cek-cek harganya masih di atas 2 jutaan, jadi terpaksa milih naik kapal karena harga tiketnya hanya sekitar 400 ribu saja,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya dirinya pulang kampung pasti menggunakan transpotasi udara, karena pertimbangannya lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

“Tahun lalu pakai pesawat, tapi karena tahun ini harga tiketnya mahal terpaksa naik kapal, meskipun harus menunggu beberapa hari tiba di Makassar saya rasa tidak masalah selama harga tiketnya murah,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan penumpang tujuan Pantoloan Rahmat Ulama, di mana dirinya bersama keluarganya lebih memilih menaiki kapal dikarenakan harga tiket pesawat yang tidak kunjung turun.

“Terakhir cek masih sekitar Rp 2 juta ke atas, jadi dipikir-pikir dari pada tidak jadi pulang kampung tahun ini lebih baik naik kapal,” ujarnya.

Sebanyak 501 penumpang yang turun dari KM Lambelu, sementara untuk penumpang yang naik sebanyak 1.620 penumpang dan ada 929 penumpang lanjutan ke rute selanjutnya.

“Bila ditambakan penumpang dari Tarakan dan penumpang lanjutan  ada total 2.549 penumpang yang menaiki KM Lambelu,” ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kantor KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin.

Selain KM Lambelu, di hari yang sama kapal perintis KM Sabuk Nusantara 92 yang akan berangkat ke Toli-Toli. “Sejauh ini pelaksanaan pengawasan arus mudik baik di Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Tengkayu I (SDF) masih berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Terkait kondisi cuaca, relatif masih aman, meski sempat beberapa waktu lalu ada penundaan keberangkatan speedboat dikarenakan faktor jarak padang yang minim. “Memang kemarin sempat ditunda, tapi sejauh ini masih aman, kami juga selalu melakukan pemantauan kondisi cuaca yang dikeluarkan BMKG Tarakan,” tuturnya.

Terpisah Forecaster BMKG Tarakan, William Sinaga mengatakan, terkait press rilis yang dikeluarkan BMKG terkait waspada potensi cuaca buruk periode mudik Lebaran 2019, pihaknya memastikan kondisi cuaca di Kaltara saat ini masih terpantau aman.

“Sejauh ini masih aman, di mana kita memantau untuk ketinggian gelombang hanya berkisar 0,25 hingga 0,5 meter, sementara untuk hujan sejauh ini yang terpantau hanya hujan lokal yang terjadi di beberapa daerah di Kaltara. Di mana hujan ini terjadi pada malam dan dini hari,” pungkasnya. (shy/jnr/lim)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 09:23

Deg-degan Setiap Kali Muncul Kabar Ada yang Meninggal

RATUSAN masyarakat tumpah-ruah memenuhi Masjid Baitul Izzah menyambut kedatangan sanak-saudara…

Rabu, 18 September 2019 09:03

Di Balik Kabut Asap, Diduga Ulah Perusahaan

MASYARAKAT Nunukan, mulai tidak tenang dengan kabut asap yang terjadi…

Rabu, 18 September 2019 08:44

Ombudsman Singgung Soal Lapas Kelebihan Kapasitas

TARAKAN - Lapas Kelas II-A Tarakan kelebihan kapasitas sejak bertahun-tahun…

Selasa, 17 September 2019 12:35

Satu Hektare Lebih Lahan Dilalap Api

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi. Lahan yang terbakar merupakan…

Selasa, 17 September 2019 12:26

PARAH BAH..!! Embung Kekeringan, PDAM Hanya Bisa Berdoa

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*