MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 28 Mei 2019 11:37
Soal Life Jacket, Ombudsman Pertanyakan Standar KSOP
DEMI KESELAMATAN: Petugas KSOP Tarakan dan Dinas Perhubungan Kaltara melakukan pengecekan penggunaan life jacket penum pang speedboat di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan, Senin (27/5). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Sejumlah pelampung yang disita Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, mulai dipertanyakan Ombudsman Republik Indonesia. Saat inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Tengkayu I, salah satu petugas KSOP justru tidak dapat menjawab secara spesifik setiap pertanyaan yang diajukan Ombudsman.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kaltara Ibramsyah Amirudin, S.H, M.H, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui jelas terkait standar pelampung yang diinginkan KSOP. “Harus jelas dong, jangan main ambil-ambil saja. Kalau bilang rusak, tidak sesuai dengan spesifikasi, makanya KSOP harus buat spesifikai. Apa sih spesifikasi pelampung itu? Jadi orang tidak bolak-balik beli. Kami tanya tadi ke petugas KSOP, tapi enggak bisa jawab,” bebernya.

Menurut Ibramsyah, seharusnya KSOP menetapkan standar pelampung dengan rinci, sehingga Ombudsman dapat mengetahui dengan jelas standar yang dimaksud. Ibramsyah mengatakan bahwa petugas KSOP hanya mampu menyatakan rusak atas pelampung yang disita.

“Harus ada standar. Akhirnya pengusaha speedboat komplain begitu ke kami, kalau dibilang rusak, apanya yang rusak? Jadi harus jelas. Standar pelampung itu kan ada yang 6, 8 dan 12 jam. Nah, standarnya itu bagaimana?” tuturnya.

Melalui hal tersebut, Ibramsyah menegaskan bahwa usai pelaksanaan sidak, pihaknya akan menyampaikan langsung kepada Pemprov Kaltara melalui kepala dinas terkait. Sidak yang dilakukan Ombudsman merupakan bentuk temuan.

“Tapi kami paham, ini masa transisi dan tenaganya kurang. Secara nomenklatur pelabuhan belum UPT, tapi minimal dibenahi dari awal. Kalau perlu tenaga honor, ya harus dianggarkan tahun 2020. Pelayanan pelabuhan masih terbilang normatif, tapi kami turun ini karena kami ingin membantu teman-teman yang sedang melaksanakan tugas, bukan mencari kesalahan,” ujarnya.

 

KSOP SUDAH SITA 108 LIFE JACKET

Selama tahun 2019, sebanyak 108 life jacket disita KSOP dari sejumlah armada speedboat yang ada di Bumi Paguntaka.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli pada KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin mengatakan, penyitaan life jacket karena dianggap sudah tidak laik untuk digunakan lagi oleh penumpang.

“Sudah tidak laik jadi kami sita dan kami amankan di kantor,” tuturnya, Senin (27/5).

Dirinya menjelaskan dasar penetapan life jacket tidak laik dilihat dari kondisi yang sudah rusak yang bila digunakan tidak menjamin keselamatan penumpang ketika terjadi kecelakaan.

“Kondisinya yang sudah rusak seperti robek, gabusnya yang menipis atau sudah berantakan sehingga tidak bisa membuat penumpang mengapung di laut,” bebernya.

Dirinya menjelaskan bila penumpang dipaksakan menggunakan life jacket yang dianggap tidak laik tersebut, tidak ada jaminan penumpang selamat ketika terjadi kecelakaan di laut. “Sudah menjadi tugas kami memastikan pelayaran akan berjalan aman, nyaman dan aman, sehingga untuk lebih memastikan keselamatan penumpang, kami melakukan pengecekan terhadap life jacket yang akan digunakan penumpang apakah masih laik atau tidak,” tuturnya.

Selain alat keselamatan, pihaknya juga jauh-jauh hari sebelum memasuki Ramadan melakukan pengecekan terhadap kondisi armada speedboat yang digunakan dalam angkutan lebaran (angleb) tahun ini.

“Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) KSOP Kelas III Tarakan juga sudah menjalankan tugasnya kemarin melakukan pemeriksaan terkait kelaikan kapal yang digunakan dalam angleb 2019. Alhamdulillah dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Dirinya berharap dalam pelaksanaan arus mudik tahun ini bisa berjalan lancar dan tidak ada hal-hal yang diinginkan terjadi selama pelaksanaan arus mudik maupun arus balik nantinya.

“Kami inginkan semuanya berjalan lancar, aman dan penumpang juga bisa menikmati dengan nyaman perjalanannya hingga tiba di tempat tujuan,” terangnya.

 

DIREKTUR KPLP PANTAU PELABUHAN

Sebagai upaya memastikan arus mudik tahun 2019 berjalan lancar, Senin (27/5) Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Ir. Ahmad AM memantau kesiapan angleb 2019 pada dua pelabuhan.

Pemantauan dilakukan pada pukul 10.00 WITA dengan mengunjungi langsung Pelabuhan Tengkayu I (SDF) yang menjadi pusat arus mudik antar daerah di Kalimantan Utara (Kaltara). Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Malundung yang titik arus mudik ke luar daerah Kaltara.

Direktur KPLP Ditjen Hubla Ir. Ahmad AM melakukan pengecekan sarana dan prasarana dalam upaya kemudahan dan kenyamanan bagi penumpang yang akan berangkat menggunakan transportasi laut. “Saya juga melakukan pengecekan terhadap sumber daya manusia (SDM) terkait persiapannya melancarkan arus mudik tahun ini,” ujar Direktur KPLP Ditjen Hubla Ir. Ahmad AM.

Dirinya menjelaskan pemantauan ini merupakan perintah langsung dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya. “Hasil monitoring nanti akan kami lakukan evaluasi, di mana bila nanti ditemukan hal-hal yang urgen akan kami laporkan pada posko yang ada di pusat, dari laporan ini nanti akan diambil kebijakan terkait hal tersebut,” tuturnya.

Sejauh ini dirinya menilai persiapan yang dilakukan dalam angleb 2019 oleh jajarannya bersama instansi terkait sudah dianggap cukup baik. “Kami menekankan terhadap aspek keselamatan pelayaran, hal ini tidak ada tawaran, sehingga untuk semua armada yang ada di Tarakan harus memiliki alat keselamatan yang laik untuk digunakan penumpang,” ujarnya.

Dirinya menegaskan bila dalam pelaksanaan angleb 2019 ditemukan ada armada yang tidak mematuhi hal-hal berkaitan dengan alat keselamatan, dirinya meminta petugas menahan keberangkatan armada yang dimaksud.

“Untuk angleb 2019 khusus transportasi laut, kami memperkirakan akan terjadi peningkatan hingga 5 persen, puncaknya diperkirakan hari ini (kemarin) dan saya berharap dalam pelaksanaannya tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu pelaksanaan arus mudik khususnya untuk transportasi laut,” ungkapnya.

Kepala PT Pelni (Persero) Cabang Tarakan Haerul Rijal mengatakan, puncak arus mudik masyarakat yang menggunakan kapal PT Pelni diperkirakan terjadi pada Senin 27 Mei. “Untuk hari ini diperkirakan ada sekitar 1.500 penumpang yang akan menaiki kapal KM Lambelu yang kebanyakan tujuannya ke Sulawesi,” bebernya.

Dirinya mengharapkan dalam arus mudik angkutan laut tahun ini bisa berjalan lancar, tanpa ada sesuatu hal yang menjadi penghambat dalam pelaksanaannya. “Harapan kami aman, lancar dan nyaman bagi penumpang yang akan berangkat mudik tahun ini,” ujarnya. (jnr/shy/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

RT 24 Ludes, Pasar Tertua Rata

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers