MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

OLAHRAGA

Senin, 27 Mei 2019 11:33
Cari Bantuan atau Bubar

Anggaran Belum Pasti, Cabor Galau

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalimantan Utara di 2019 dihadapkan dengan rangkaian kegiatan besar. Selain pelaksanaan kompetisi yang padat, November yang akan datang Asprov PSSI Kaltara bakal berjuang untuk meloloskan Kaltara ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 melalui kualifikasi. Untuk pelaksanaan kualifikasi, setiap tim dari seluruh provinsi di Indonesia akan menerapkan sistem region. Kaltara diketahui bergabung diregion Kalimantan.

Untuk persiapan menjelang kualifikasi PON November mendatang Asprov PSSI membutuhkan anggaran hingga Rp 1 miliar. Pasalnya anggaran tersebut juga diperuntukkan sebagai kesiapan menuju tuan rumah pelaksanaan kualifikasi PON untuk skuat putri maupun pelaksanaan kualifikasi cabor futsal yang merupakan anak dari Asprov PSSI di setiap provinsi di Indonesia.

Diketahui saat ini untuk nominal anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara belum diketahui berapa besaran yang diberikan kepada pemerintah provinsi. Hendra Radianto Sekretaris Umum Asprov PSSI Kaltara mengatakan jika anggaran sampai dengan saat ini belum pasti dan KONI tak mampu untuk mengakomodir cabor seperti Asprov PSSI Kaltara agar segera berkomunikasi dan berkoordinasi oleh cabor. "Paling tidak kalau KONI Kaltara tidak mampu segera memberitahukan kepada cabor, sehingga kita dapat mencari jalan keluarnya misalnya mencari donatur ataupun ‘bapak angkat’. Karena untuk pelaksanaan kualifikasi PON ini merupakan gawean dari KONI Kaltara, kalau pun tidak bisa untuk mengakomodir kalau tidak ada donatur maupun bantuan dari pemerintah ya bubar,"bebernya kepada Radar Tarakan.

Hendra melanjutkan, sebagai calon tuan rumah kualifikasi PON November yang akan datang, Kaltara akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 250 juta untuk membayar wasit yang bertugas nantinya. "Itu saja hanya diperuntukkan sebagai akomodasi para wasit bahkan panitia pelaksana dan masih banyak lagi. Sedangkan itu pun belum diperuntukkan untuk tim yang akan mempersiapkan dirinya untuk berlaga nantinya," lanjut Hendra.

Disisi lain, terkait dengan wacana pengambilan tuan rumah pelaksanaan kualifikasi PON sepak bola untuk putri, Hendra mengakui keputusan akan dijabarkan oleh PSSI pusat dalam waktu dekat ini. Pasalnya beberapa waktu lalu hanya bulan pelaksanaan kualifikasi yang ditetapkan oleh PSSI. "Dalam waktu dekat ini pastinya kita akan menunggu. Karena janjinya akan ada keputusan terkait dengan pelaksanaan tuan rumah pelaksanaan kualifikasi PON November mendatang," lanjutnya. (puu/udn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 11:38

Puluhan Taksi Gelap ‘Ditegur’

<p><strong>TARAKAN</strong> &ndash; Selain razia kendaraan roda dua dan empat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*