MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 24 Mei 2019 10:39
Transportasi Laut Diprediksi Dipadati Pemudik

Lanud Siapkan Pesawat Boeing

MASIH NORMAL: Masih belum terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Tengkayu I, Kota Tarakan jelang Idulfitri tahun ini. Namun, jumlah penumpang angkutan laut antar pulau dipastikan akan mengalami kenaikan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Belakangan ini sejumlah masyarakat yang ingin pulang kampung menjelang libur lebaran mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat. Sehingga banyak masyarakat yang mencari alternatif angkutan umum lain yang lebih murah.

Saat ini, satu-satunya angkutan umum yang bisa diandalkan sebagai alternatif untuk berpergian antar pulau selain pesawat hanya transportasi laut. Tentunya, persoalan ini berpotensi membuat layanan transportasi laut jadi membludak.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, upaya pertama yang dilakukan pemerintah untuk menyikapi persoalan itu, yakni berupaya agar bagaimana caranya masyarakat bisa mendapatkan harga batas bawah dari tiket pesawat.

“Sebab jika masih menggunakan batas atas, itu berat. Kita juga mengantisipasi lonjakan penumpang yang menggunakan angkutan laut maupun darat, sekaligus menekan tingkat kecelakaan,” ujar Irianto kepada Radar Kaltara di Tanjung Selor, Rabu (22/5) malam.

Dalam hal ini, pihaknya terus berupaya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi masyarakat provinsi termuda Indonesia ini yang ingin berkumpul bersama keluarganya untuk merayakan hari raya Idulfitri.

Irianto mengaku, dengan tingginya harga tiket pesawat, kemungkinan besar pengguna angkutan laut dan darat jadi melonjak. Maka, pemerintah kabupaten/kota diminta turut aktif untuk menyikapi persoalan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pengendalian upah buruh di pelabuhan. 

“Jadi upah buruh di pelabuhan itu silakan diatur, diawasi, dikendalikan, dan ditetapkan oleh pihak pemerintah daerah setempat. Karena ada dilaporkan bahwa upah buruh itu belum ada pengaturan, sehingga sangat tinggi. Terutama di Tarakan,” sebutnya.

Persoalan tingginya upah buruh atau upah bongkar muat itu, tentu banyak pengaruhnya. Salah satunya terhadap harga jual barang di pasar. Jika upah buruh besar, maka harga jual barang juga akan ikut tinggi. Irianto juga menyebutkan, mengingat Kaltara memiliki pengalaman soal kecelakaan speedboat, ia mengingatkan kesadaran pengelola beserta masyarakat. hal ini harus diperhatikan. Yang terpenting itu, jangan sampai bermuatan melebihi kapasitas.

“Prosedur keselamatan itu harus dijelaskan kepada penumpang. Kedisiplinan pengguna jasa kita ini juga harus ditingkatkan. Jangan asal berangkat begitu saja,” beber mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

Sementara, Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit menegaskan, menjelang mudik lebaran ini, pihaknya akan fokus pada pengamanan pada sejumlah jalur transportasi umum. Baik itu jalur laut atau sungai, darat, maupun udara.

Khusus untuk transportasi laut atau sungai, para pengusaha dan nakhoda diharapkan bisa bekerja sama dengan baik. Dalam hal ini, tidak ada angkutan laut atau sungai yang bermuatan melebihi kapasitas yang sudah ditetapkan.

Ia menegaskan, jika pada praktik di lapangan ada ditemukan yang memuat penumpang atau barang melebihi kapasitas, maka tidak akan diberangkatkan. Setidaknya, di setiap speedboat menampilkan tata cara menyelamatkan diri saat kondisi darurat.

“Di sini, motoris juga harus tegas terhadap kondisi yang ada. Jika tidak sesuai, seperti melebihi muatan, atau cuaca buruk, lebih baik jangan berangkat. Segala hal terburuk harus diantisipasi terjadi,” katanya.

Selain itu, persoalan harga tiket pesawat juga menjadi catatan bagi Kapolda. Diharapkan harga tiket pesawat tidak naik seperti tahun lalu. Sebab, tahun lalu Kapolda sempat mengumpulkan pihak maskapai untuk menyikapi tingginya harga tiket pesawat di Kaltara.

Selain itu, melalui rapat koordinasi (rakor) persiapan lebaran tahun 2019, TNI Angkatan Udara (AU) melalui Lanud Tarakan mengaku akan menyiapkan pesawat Boeing TNI AU jika maskapai yang ada kewalahan dalam melayani penerbangan saat mudik lebaran yang saat ini sudah mulai berlangsung.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, pernyataan dari Lanud itu merupakan salah satu solusi baik yang ditawarkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Danlanud mengatakan jika lonjakannya besar, pesawat Boeing itu juga bisa digunakan. Jadi semua hal kita upayakan bisa diantisipasi dengan sinergitas semua pihak,” ujar Irianto di Tanjung Selor, Rabu (22/5) malam.

Ia juga mengatakan, pihak PT Pelni yang merupakan layanan transportasi laut juga akan menyiapkan tambahan armada jika pada layanan yang tersedia masih kurang. Sebab, informasi yang diterima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan bahwa masih pertengahan bulan Ramadan ini, tiket kapal laut dari Nunukan dengan tujuan Sulawesi dan ke Jawa sudah habis terjual.

“Ini juga akan kita sikapi. Semoga bisa ada armada tambahan untuk menyikapi atau mengantisipasi adanya masyarakat yang ingin mudik tapi tidak dapat terangkut oleh armada yang ada,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang diterima, habisnya tiket kapal tersebut mayoritas diborong oleh Tenaga Kerja Indoneaia (TKI) yang ingin mudik atau pulang kampung untuk berlebaran bersama sanak saudaranya.

Namun, hal yang paling penting di sini adalah pengamanan. Untuk pengamanan ini sudah rutin dilakukan setiap hari besar, tidak hanya saat lebaran, tapi di hari besar lainnya juga demikian. Setiap instansi baik vertikal maupun daerah selalu bersinergi.

“Keamanan merupakan hal yang paling pokok yang harus diperhatikan. Di sini berbagai upaya pengendalian dan stabilisasi harga kebutuhan hidup masyarakat, masalah transportasi, objek vital yang nanti bisa dikunjungi masyarakat selama libur bersama,” sebutnya.

Misalnya seperti melakukan peningkatan pengamanan dan monitoring di pelabuhan. Dalam hal ini, ia meminta jika memungkinkan bisa dibentuk posko kesehatan dan pengamanan di beberapa titik tertentu yang ditetapkan dan disepakati bersama.

Pastinya diharapkan arus mudik di provinsi termuda Indoneaia ini bisa berjalan baik, aman, dan lancar dengan adanya komitmen bersama semua pihak untuk melakukan pengawasan arus mudik hingga arus balik tahun ini. (iwk/eza)


BACA JUGA

Selasa, 07 April 2020 13:15

Akses Pendukung Jembatan Bulan ‘Disuntik’ Rp 23,5 M

TANJUNG SELOR – Di tengah ancaman Covid-19, beberapa kegiatan di…

Selasa, 07 April 2020 13:11

Operasi Keselamatan Kayan Fokus Penanganan Covid-19

TANJUNG SELOR – Operasi Keselamatan Kayan 2020 yang dilaksanakan Direktorat…

Senin, 06 April 2020 14:41

Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten…

Senin, 06 April 2020 14:40

Pembangunan Pasar Modern Masuk Tahap Akhir

TANJUNG SELOR - Ditengah pademi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara…

Senin, 06 April 2020 14:37

TPA Km 9 Segera Difungsikan

TANJUNG SELOR - Sempatmendapat tolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan…

Senin, 06 April 2020 14:36

Personel Polri Dilarang Mudik

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan personel tidak…

Senin, 06 April 2020 13:13

Tingkat Hunian Turun, Hotel Tutup

TANJUNG SELOR - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di…

Senin, 06 April 2020 11:31

Bikin Heboh..!! Peta Zona Merah Covid-19 Tersebar, Begini Kata Kominfo

TANJUNG SELOR - Munculnya informasi yang beredar di mediasosial (medsos)…

Senin, 06 April 2020 11:26

Pemprov ‘Suntik’ Rp 20 Miliar

TANJUNG SELOR – Berbagai aktivitas di lingkungan pemerintahan jadi terhambat…

Senin, 06 April 2020 11:21

Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers