MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 24 Mei 2019 10:37
Dugaan Pencemaran Sungai Tanjung Rumbia Tak Terbukti
NEGATIF: Sungai di Tanjung Rumbia, Tanjung Selor yang sempat diduga tercemar limbah oli tak terbukti setelah hasil uji laboratorium menyatakan negatif. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hasil uji sampel air sungai yang diduga tercemar limbah oli di Tanjung Rumbia, Tanjung Selor beberapa bulan lalu yang dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand) Samarinda hasilnya negatif atau tak terbukti tercemar.

Hal ini seperti dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hiduo (DLH) Bulungan, Abdul Hafid kepada awak media Radar Kaltara saat dikonfirmasi.

Meski pihaknya mengaku tak bisa menjelaskan secara detail tentang hasil uji laboratorium tersebut. Namun, diyakini bahwa laporan yang diterimanya itu sangat valid. Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada seluruh pihak agar tak perlu resah dari isu pencemaran sungai tersebut.

“Tidak hafal persis angka-angkanya. Karena memang di dalamnya juga terdapat banyak angka dari unsur yang ada itu. Tapi, mengenai pencemaran itu tak terbukti,” ungkapnya saat ditemui pasca menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik Review RPJMD Bulungan Tahun 2016 – 2021 di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Bulungan.

Namun, lanjutnya, mengenai pencemaran yang sejatinya laporan itu bukan kali pertama diterima DLH. Pihaknya meminta agar sistem pelaporan ke depan dapat dipercepat. Maksudnya yaitu jika memang kejadiannya hari ini, maka laporan yang disampaikan ke DLH pun harus hari itu juga.

Pasalnya, jika sistem pelaporannya lambat atau dilakukan sepekan pasca kejadian. Maka, bisa saja pencemaran itu hilang lantaran sudah terbawa aliran sungai. Akan tetapi, pihaknya tetap mengapresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

“Adanya pencairan di situ yang takutnya bisa membuat pencemaran itu hilang. Itulah mengapa kami sarankan sistem pelaporan yang cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengaku permasalahan tumpahan oli di sungai itu merupakan kasus yang lama. Sebab, selama masih ada perahu-perahu yang terkadang menimba air dalam kapal yang terdapat kandungan minyaknya. Maka, selama itu juga tetesan minyak di sungai pasti ada di sungai ini.

“Terkadang masyarakat menduga pencemaran yang ada itu dianggap signifikan. Sehingga mau tidak mau kami harus turun,” ucapnya.

“Padahal, perlu diketahui setiap turun dan mengambul sampel. Maka, setidaknya butuh anggaran sampai Rp 6 juta. Tentu sangat disayangkan bilamana setiap uji sampel ternyata hasilnya negatif. Terkesan uang dibuang-buang begitu saja,” sambungnya.

Ditambah, lebih lanjut, proses untuk mengetahui hasil uji laboratorium itu jelas membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab, saat sampel di bawa ke Baristand harus terlebih dahulu antre. Ini tak ubahnya pemeriksaan uji sampel yang dilakukan pada dugaan pencemaran yang terakhir ini.

“Kalau di Baristand yang menguji banyak, tidak hanya dari Bulungan, karena seluruh regional Kalimantan Timur (Kaltim) pun menguji di sana. Itulah sebabnya hasil lama keluar seperti yang terakhir ini,” jelasnya.

Sebernarnya, dikatakannya kembali, DLH telah memiliki laboratorium. Hanya saja laboratorium itu belum dapat berfungsi sepenuhnya, karena belum memiliki tenaga ahli. Sementara ini DLH hanya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKA) dengan Baristand.

“Kami juga akan jajaki kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT),” tutupnya.

Sementara, sebelumnya Kepala DLH Kaltara, Edy Suharto yang saat itu mendapat informasi dugaan pencemaran sungai itu juga langsung bergerak cepat menurunkan tim di lapangan secara langsung.

Tak lain, itu mengetahui lebih jauh tentang sumber oli di sungai itu asal mulanya. Tentunya, pihaknya secara tegas melontarkan bahwa mengenai pelaku pencemaran lingkungan akan ditindak tegas. Apalagi, sudah ada dasar hukum yang mengatur masalah itu. Terlebih, kejadian dugaan pencemaran itu bukan yang kali pertama di tempat yang sama. “Ini ada unsur pidananya. Jadi jika terbukti, pelakunya bisa dipidanakan. Kita akan tindak tegas sebagai efek jera,” tegasnya.

Dijelaskannya, penindakan terhadap pelaku pencemaran lingkungan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang (UU) nomor 34 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam UU ini disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Termasuk juga ada kewajiban untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar tetap baik,” pungkasnya. (omg/eza)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 09:25

Zona Hijau, DLH Klaim Kualitas Udara Baik

TANJUNG SELOR – Meski wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) tengah diselimuti…

Selasa, 17 September 2019 09:17

24 Hektare Lahan Hangus

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi…

Selasa, 17 September 2019 09:12

Hanura Belum Rekomendasikan Nama

TANJUNG SELOR – Partai politik (parpol) yang akan menduduki kursi…

Senin, 16 September 2019 23:32

Suasana Haru Sambut Jamaah Haji Bulungan

    TANJUNG SELOR – Meski pemulangan jamaah haji asal…

Senin, 16 September 2019 09:06

Kelakuan Remaja Menyimpang, Pola Asuh Orang Tua Jadi Faktor

TANJUNG SELOR – Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi mengungkapkan, terkait perbuatan…

Senin, 16 September 2019 08:50

Potensi Hujan Rendah, Kabut Asap Berlanjut

TANJUNG SELOR – Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…

Senin, 16 September 2019 08:45

Jemaah Haji Bulungan Pulang Lewat Darat

TANJUNG SELOR – Keberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 16 September 2019 08:14

Inginkan Bidang Pertanian Mampu Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Nama               : Albertus…

Minggu, 15 September 2019 13:33

Kepulangan Jamaah Haji Tertunda

TANJUNG SELOR – Kepulangan jamaah haji  kloter 14 dari Balikpapan…

Sabtu, 14 September 2019 08:49

Hoaks Masih Menjadi Atensi KPU

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan, tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*