MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 23 Mei 2019 13:59
Masjid Nurul Huda, Masjid Termodern di Eranya

Masjid-Masjid Tua di Kota Tarakan (Bagian-15)

BERSEJARAH: Suasana di dalam Masjid Nurul Huda sudah mendapat renovasi yang awal berdirinya hanya berupa surau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Masjid Nurul Huda merupakan sebuah masjid yang terletak di Jalan Gunung Sepuluh, RT 11, Kelurahan Kampung 6, Kecamatan Tarakan Timur.

AGUS DIAN ZAKARIA

JIKA masjid Baburrahhim, Kelurahan Lingkas Ujung menyandang status masjid tertua di Kecamatan Tarakan Timur berdasarkan catatan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, namun tidak banyak yang mengetahui jika masjid Nurul Huda juga merupakan salah satu masjid tertua yang tahun pembangunannya masih menjadi kontroversi.

Dari pengakuan beberapa warga asli setempat, masjid ini sudah ada sejak tahun 50-an. Masjid yang dulunya merupakan surau ini, dipercaya telah berdiri sebelum adanya masjid Baburrahim.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Waridi (55). Ia menerangkan masjid ini dulunya dibangun oleh perusahaan minyak Pertamina yang merupakan perusahaan pertama di Kota Tarakan. Hal itulah yang menjadi dasar kuat, jika masjid ini sudah ada sebelum adanya masjid-masjid di Tarakan Timur lainnya.

Karena menurut warga setempat, pembangunan tempat ibadah tersebut tidak terlepas karena tidak adanya tempat ibadah masyarakat setempat kala itu.

“Masjid ini sebenarnya dibangun tahun 1950-an  yang dulunya masih surau, tapi dari catatan kemenag masjid ini baru berdiri 1970.  Masjid ini dulu merupakan surau kecil yang sudah berdiri. Konon ceritanya sudah ada tahun 50-an yang dibangun oleh Pertamina pada saat itu,” ujar Waridi, kemarin (22/5).

Meski demikian, tidak ada yang mengetahui pasti tahun dibangunnya masjid tersebut. Hanya saja, hal menarik dari masjid ini ialah pernah menjadi tempat ibadah termodern di Kota Tarakan.

Dari pengakuan warga yang telah wafat, sejak pertama kali masjid yang dulunya berstatus musala tersebut sudah dibangun dengan berbahan material modern seperti semen beserta ubin. Padahal, saat itu bahan tersebut, sangat sulit didapatkan dan harganya pun cukup mahal.

Mengingat pembangunan dilakukan oleh perusahaan minyak termasyhur kala itu. Tidak heran, meskipun sulit dan mahalnya bahan material saat itu, tidaklah menjadi soal.

“Kalau cerita orang tua dulu, masjid ini memang sudah batu sejak masih surau, memang dulu bentuknya yang lebih kecil sekitar 9x9 meter. Tapi bisa dikatakan tempat ibadah yang paling modern di eranya. Karena surau lain di Tarakan waktu itu semua masih kayu,” bebernya.

Seiring perkembangan zaman, jadi jemaah semakin bertambah, akhirnya dari hasil swadaya maupun donatur akhirnya dibangunlah menjadi masjid dengan luas 25x20 meter.

Meski pembangunan dilakukan sebuah perusahaan, namun saat ini masjid tersebut telah lama diserahkan kepada masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, pembangunan rumah ibadah tersebut memang ditujukan kepada warga sekitar.

“Masjid ini memang masih masuk tanah Pertamina, tapi dari Pertamina sendiri waktu itu sudah memutuskan menyerahkannya ke masyarakat. Pada dasarnya memang Pertamina membangun masjid ini untuk masyarakat sebagai CSR,” jelasnya.

Karena memiliki lahan cukup luas, masjid ini dapat menampung 1.000 jeamaah. Tidak hanya itu, selain digunakan untuk ibadah, kompleks masjid juga dapat diperuntukkan untuk keperluan sosial warga setempat seperti berjualan maupun mengadakan hajatan.

“Masjid ini memiliki kapasitas 1.000 jemaah dan juga masjid ini menyediakan lapak usaha bagi warga yang ingin berjualan. Setiap salat di hari biasa masjid ini didatangi sekitar 300-an jemaah. Selain itu kalau ada warga yang anaknya mau menikah dan tidak punya lahan untuk resepsi, masjid ini punya halaman luas yang bisa digunakan warga di sini,” tuturnya.

Sementara itu Sayyid Harun , Imam Masjid Nurul Huda menerangkan, di bulan Ramadan ini, selain memiliki kegiatan sama pada masjid lainnya. Masjid Nurul Huda juga memiliki kegiatan berbuka puasa bersama yang disediakan secara gratis. Hal itu dimaksudkan, agar seluruh umat Islam merasa merasakan indahnya Ramadan meski dalam keadaan sulit.

“Di bulan ramadan ini, masjid ini memiliki agenda tidak jauh berbeda dari masjid lainnya, masjid ini menyediakan bukber setiap harinya dan tadarus setelah salat tarawih. Selesai ibadah, biasanya jemaah disajikan dengan kultum juga,” pungkasnya. (***/eza)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:26

PARAH BAH..!! Embung Kekeringan, PDAM Hanya Bisa Berdoa

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…

Senin, 16 September 2019 09:33

6 Pasang Peserta dari Utara ke Babak Final

PARA PEMENANG DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Juara I         …

Senin, 16 September 2019 09:16
Sejumlah benda bersejarah dan situs bangunan yang ada di Tarakan, sebagai bukti jejak sejarah perang dunia II di Tarakan. Jejak sejarah inipun diabadikan di dua museum yang ada di daerah Kelurahan Kampung Empat. Yakni Museum Perang Dunia II dan Muse

NV Tarakan Mij, Perusahaan Pertama Eksplorasi Minyak

PULAU Tarakan sangat terkenal dengan perminyakannya. Lantas dari catatan sejarah…

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…

Minggu, 15 September 2019 01:00

APA MAKSUD INI...?? Beredar Spanduk Mantan Bupati Enrekang, Mau Maju Pilgub Kaltara?

 TOKOH lain yang juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*