MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 23 Mei 2019 13:50
Tanpa Papan Tulis, Ruang Belajar Tetap Menyenangkan Bagi Murid

Pilot Literasi Kelas Awal, Upaya Mendidik Murid Berkualitas

PEMAPARAN: Proses pemaparan tentang pilot literasi kelas awal dalam upaya menjadikan murid didik berkualitas. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, DUNIA pendidikan awal bagi generasi penerus bangsa memang sangatlah penting. Namun, bila metode yang diutarakan oleh tenaga pendidik tak secara maksimal, hal itu justru membuat perkembangan pembelajaran murid menjadi terhambat. Untuk itu, melalui pilot literasi kelas awal ini sebagai upaya dalam menjadikan murid didik berkualitas.

 

RACHMAD RHOMADHANI

“ADA kelas tiga belum bisa membaca,’’ ucap miris Handoko Widagdo selaku Provicial Manager INOVASI Kaltara kepada penulis saat mengawali perbincangan pasca memberikan sambutan pada workshop refleksi akhir pilot literasi kelas awal program INOVASI Kabupaten Bulungan 2018/2019, Rabu (21/5) kemarin.

Masalah itu, lanjutnya, tentu menjadi perhatian serius sejauh ini bagi dunia pendidikan di provinsi termuda di Indonesia. Sebab, jangan sampai hal itu terus berulang pada pembelajaran yang selanjutnya atau akan datang.

Ya, karena ini sejatinya berpotensi menjadi beban tersendiri bagi tenaga pendidik tingkat lanjutan tatkala menyampaikan suatu materi. Namun, sama sekali tak dipahami oleh si murid.

“Dapat dibayangkan bila murid kelas 3 tidak bisa membaca. Apa dan bagaimana materi yang disampaikan oleh tenaga pendidik tentu tak dapat dipahaminya,’’ ungkap pria berkacamata ini.

Namun, lebih jauh dikatakannya, dengan adanya suatu pilot literasi kelas awal dari para tenaga pendidik. Melalui program INOVASI Kabupaten Bulungan 2018/2019, ia menyakini hal itu akan memberikan suatu dampak positif bagi murid didik kedepannya yang berkualitas.

Mengingat, pada metode itu akan berbanding terbalik dari yang sebelumnya. Misal, jika dulu hanya menulis di papan tulis dan memperhatikan satu dua siswa yang pintar. Sekarang justru lebih banyak menggunakan media-media penunjang lainnya yang lebih menarik minat murid untuk belajar.

Di samping, guru juga akan memiliki suatu catatan tersendiri bagi murid yang lamban untuk diberikan perlakuan khusus. Tujuannya, agar ia bisa sama halnya seperti murid-murid lainnya.

“Bisa saja metodenya tanpa papan tulis. Tapi, ada alat penunjang lainnya yang fungsinya pun sama dalam mengenalkan siswa soal huruf dan angka. Atau membaca dan menulis,’’ ujarnya.

Dan, ditambahkannya, kembali mengenai workshop yang saat ini dilangsungkan. Hal itu merupakan evaluasi terakhir bagi tenaga pendidik setelah menjalankan kegiatan KKG dalam kurun waktu setahun.

“Secara garis besar hasilnya luar biasa. Dari monitor evaluasi yang kami lakukan, 80 persen guru yang berlatih sudah berubah cara metode belajarnya. Ini menjadi suatu keberhasilan tentunya dalam mewujudkan pendidikan berkualitas,’’ tuturnya.

“Meski, dalam mengetahui ukurannya itu pada September baru dapat hasilnya. Hanya, saya pastikan cara ini sudah paling efektif,’’ sambungnya.

Ia berharap,  model pembelajaran yang sudah ada dipelajari oleh tenaga pendidik. Hal itu, dapat terus diterapkan dalam dunia pendidikan. Sehingga apa yang menjadi tujuan awal dalam menjadikan murid didik berkualitas dapat terwujudkan.

“Alat-alatnya juga mudah dalam memperolehnya. Bahkan, guru pun bisa membuatnya sendiri,’’ katanya.

Sementara, Kepala LPMP Kaltara, Dr. Jarwoko menambahkan bahwa mengenai metode literasi kelas awal ini merupakan proses awal dalam mengarah pendidikan yang lebih berkulitas. Oleh karenanya, diharapkan memang untuk lebih serius dan sungguh-sungguh dalam membantu anak didik.

“Apalagi mengenai permasalahan murid yang kesulitan dalam membaca dan menulis. Meski kita tahu, baca dan tulis bukan tujuan pembelajaran. Tapi kita sadari itu merupakan kemampuan dasar instrumen dalam membangun pengetahuan,’’ungkapnya dalam paparannya.

Jadi, lanjutnya, para murid ini nantinya akan memiliki kemampuan guna membuka ilmu pengetahuan. Pihaknya juga tentunya siap dalam mendukung dan mendorong upaya yg terkait peningkatan mutu pendidikan.

“Memang namanya di kelas awal menjadi perhatian bagi para guru untuk bagaimana mengajak murid dalam belajar membaca dan menulis,’’ ujarnya.

Namun, lebih jauh dikatakan, hal yang saat ini perlu untuk diperhatikan sebenarnya yaitu bagaimana menciptakan situasi yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Sebab, dengan cara itu murid akan lebih nyaman dalam menerima suatu materi oleh guru.

“Bahkan, jika memang nyaman, waktu belajar lama bisa dirasa singkat,’’ ucapnya.

Untuk itu, pesannya, ia meminta dalam dunia pendidikan wajib bangun budaya yang menyenangkan bagi murid saat di ruang kelas. “Ajak mereka enjoy sambil belajar,’’ tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disdikbud Bulungan, Jamaludin Saleh mengatakan, workshop itu yang bertujuan dalam memacu murid dapat lebih mudah membaca dan menulis memang menjadi suatu program yang saat ini tengah digalakkan.

“Tapi, untuk worksop ini adalah sebuah refleksi dari program-program yang sudah dijalankan oleh para guru sebelumnya selama setahun terkahir,’’ ungkapnya seraya menyebutkan bahwa ada program inovasi sampai 7 modul.

Dikatakannya juga, sebagai pilot project. Pihaknya mengatakan bahwa ada dua gugus dahulu. Yaitu Tanjung Selor Timur dan Gugus Teratai.

“Sejarah program ini awalnya merupakan MoU antara pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Pedidikan Bulungan. Dan kementerian ke pak Gubernur. Dari kementerian pihak inovasi dari pemerintah Australia,’’ jelasnya.

Jadi, tambahnya, hasil dari refleksi ini adalah sebuah produk, yang dibuat oleh para guru melalui workshop. Yang mana, nanti dijadikan acuan dalam melaksanakan atau menyambung program dinas pendidikan, literasi mandiri, dan literasi melalui dana APBD.

Nah, salah satu contoh hasilnya, pembelajaran yang menarik, buku besar prodak. Sehingga ada semacam komitmen menjadi guru profesional,’’ terangnya.

“Artinya juga, guru dapat mengerti tentang tupoksinya, tak hanya menggugurkan kewajiban, hitung-hitung gaji. Tapi, bagaimana mampu berkarya dan dapat mengajar secara ikhlas,’’ tutupnya.

Senada dikatakan Kabid Dikdas pada Disdikbud Bulungan, Suparmin bahwa workhsop itu adalah bentuk kegiatan dalam menyimpulkan dua gugus yang sudah berjalan sebagai pilot project.

Diketahui, program ini selain didampingi juga didanai oleh inovasi dari Australia. Dan refleksi ini menjadi perihal penting lantaran dapat diketahui mengenai kendala dan kelebihan-kelebihan yang ada.

“Kegiatan dua pilot project di Bulungan ini terus dikembangkan lagi. Bahkan, ada  8 gugus mandiri yang didanai oleh swadaya gugus dengan melibatkan kepala sekolah dan guru,’’ ujarnya seraya berkata itu sudah berjalan dengan materi bekiblat pada dua pilot project sebelumnya.

Pihaknya berharap, dengan literasi ini dapat menjadi bekal guru-guru saat mengajar di kelas satu, dua dan tiga. Sehingga anak-anak bisa cepat mebaca dan menyimak dari penyampaian gurunya.

“Tidak seperti kebanyakan murid sudah kelas tiga sulit membaca atau memahami tentang apa yang dibacanya,’’ pungkasnya.(***)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 09:29

RS Tipe B Akan Dibangun dengan APBD

TANJUNG SELOR – Meski rencana peminjaman dana ke PT Sarana…

Selasa, 17 September 2019 09:25

Zona Hijau, DLH Klaim Kualitas Udara Baik

TANJUNG SELOR – Meski wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) tengah diselimuti…

Selasa, 17 September 2019 09:17

24 Hektare Lahan Hangus

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi…

Selasa, 17 September 2019 09:12

Hanura Belum Rekomendasikan Nama

TANJUNG SELOR – Partai politik (parpol) yang akan menduduki kursi…

Senin, 16 September 2019 23:32

Suasana Haru Sambut Jamaah Haji Bulungan

    TANJUNG SELOR – Meski pemulangan jamaah haji asal…

Senin, 16 September 2019 09:06

Kelakuan Remaja Menyimpang, Pola Asuh Orang Tua Jadi Faktor

TANJUNG SELOR – Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi mengungkapkan, terkait perbuatan…

Senin, 16 September 2019 08:50

Potensi Hujan Rendah, Kabut Asap Berlanjut

TANJUNG SELOR – Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…

Senin, 16 September 2019 08:45

Jemaah Haji Bulungan Pulang Lewat Darat

TANJUNG SELOR – Keberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 16 September 2019 08:14

Inginkan Bidang Pertanian Mampu Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Nama               : Albertus…

Minggu, 15 September 2019 13:33

Kepulangan Jamaah Haji Tertunda

TANJUNG SELOR – Kepulangan jamaah haji  kloter 14 dari Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*