MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 23 Mei 2019 13:37
Terdakwa Sabu Tangkapan BNN Pusat Dituntut Berbeda
DITUNTUT: Para terdakwa menjalani sidang tuntutan di PN Tarakan, Selasa (21/5). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, class="m-5420694964323831763ydp89176aa0yiv0186232859msonormal">TARAKAN – Terdakwa perkara sabu 2 kg yang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, menjalani sidang tuntutan pada Selasa (21/5) lalu. Diketahui dari delapan terdakwa tersebut mendapatkan tuntutan berbeda dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Untuk terdakwa Faisal dituntut 20 penjara serta denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Tuntutan 20 tahun kepada Faisal ini lantaran ia merupakan narapidana kasus narkotika dan belum habis menjalani masa tahanannya. Selain itu, hal yang memberatkan bagi terdakwa Fuji karena dianggap meresahkan masyarakat. Untuk hal yang meringankan, Faisal diakui JPU bahwa tidak berbelit-belit selama persidangan.

“Terdakwa Faisal dituntut 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan penjara. Ia didakwa sesuai pasal 137 huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan juncto pasal 55 ayat (1) KUHP,” imbuh JPU Dinasto Cahyo Oetomo.

Kemudian terhadap terdakwa Subhan, Muhammad Sakir, Randi, Octavianus, dan Widya Adi Kawa, dituntut pidana 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan penjara. Ketiganya dituntut sesuai pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, satu terdakwa atas nama Ifrandi juga dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan kurungan penjara. Terakhir, terdakwa atas nama Fuji, yang merupakan istri dari terdakwa Faisal. Ia dituntut 8 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan penjara. Terdakwa Fuji didakwa berdasarkan pasal 137 huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Diberitakan sebelumnya, petugas BNN Pusat berhasil mengungkap perkara sabu 2 kg dengan mengamankan delapan terdakwa. Awalnya Faisal meminta Subhan mengambil 1 kg sabu di Bunyu. Subhan kemudian pergi menggunakan speedboat bersama Muhammad Sakir dan Randi ke Bunyu. Sabu tersebut diserahkan kepada Octavianus dan Widya sebanyak 520 gram. Kemudian sisanya akan diserahkan kepada orang yang masih DPO saat ini. Namun, sebelum kembali ke Tarakan, Subhan mengambil lagi 1 kg sabu ditengah laut, sabu ini diserahkan ke Irfandi. (zar/ash)

 


BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:06

Kontraktor Kabur Tinggalkan Lubang

TARAKAN - Masih banyak lubang galian jaringan gas (jargas) yang…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:03

Bangun Komunikasi Mencegah Konflik

TARAKAN - Masih mudah menemui provokasi di media sosial menjelang…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:01

Seleksi CPNS di Kaltara Semakin Mudah

TARAKAN - Menjelang ujian seleksi calon pegawai  negeri sipil (CPNS),…

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.