MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 Mei 2019 10:07
Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara
SIDANG PUTUSAN: Terdakwa Hendrik (kanan) mendengarkan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim di PN Tarakan. ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik, divonis 9 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Sebelumnya Hendrik diketahui dituntut oleh JPU dengan hukuman penjara 19 tahun.

Sidang yang berlangsung pada Senin (20/5) sore lalu itu, Hendrik didampingi kuasa hukumnya Rabshody Roestam dan Nazamuddin, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Debby F. Fauzy.

Dalam putusannya, ketua majelis hakim Toni Irfan menyatakan bahwa putusan tersebut didasarkan atas pertimbangan tuntutan, dakwaan JPU dan pembelaan yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa. Dalam keterangan saksi dan barang bukti yang diajukan oleh jaksa, didapati fakta hukum dan menjadi dasar majelis hakim dalam memberikan putusan. “Dengan pertimbangan terdakwa sudah memenuhi semua unsur 114 ayat 2 juncto pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” katanya.

Kemudian, dalam memberikan putusan juga majelis hakim mempertimbangkan terkait hal yang meringankan bagi terdakwa. Di antaranya terdakwa dianggap sopan selama persidangan berlangsung. “Mengadili dan menyatakan terdakwa Hendrik terbukti melakukan pidana pemufakatan jahat dan menjatuhkan pidana penjara selama 9 tahun denda Rp 1 miliar dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama 3 bulan,” tutur majelis hakim dalam membacakan putusan.

Humas Pengadilan Negeri Tarakan Melcky Johny Ottoh saat dikonfirmasi mengungkapkan, dari fakta persidangan majelis hakim mendapati bahwa terdakwa

terbukti sebagai prekusor atau perantara dalam perkara sabu ini. Terdakwa tidak boleh menjalani pidana lebih dari batas maksimum 20 tahun penjara. Kemudian terhadap putusan tersebut, jaksa menyatakan masih pikir-pikir. “Sebagaimana dalam Perma No.3 tahun 2019, bahwa terdakwa sedang menjalani 10 tahun penjara, jadi majelis beranggapan tinggal menjalani sisa dari yang telah dijatuhi,” singkatnya.

Terpisah, Rabshody Roestam selaku kuasa hukum terdakwa mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan terdakwa untuk menyatakan sikap terhadap putusan tersebut. Pihaknya diketahui memiliki waktu 7 hari untuk menyatakan sikap apakah menerima atau banding terhadap putusan tersebut. Namun, pihaknya juga tetap menghargai putusan majelis hakim. Meskia tidak sependapat karena masih banyak hal yang tidak diuraikan majelis dalam amar putusannya. “Salah satunya terhadap terdakwa yang dinyatakan bersalah dan dikatakan sebagai perantara jual beli. Kemudian ada beberapa fakta-fakta yang tidak sinkron dengan putusan yang dibacakan majelis. Kalau JPU menyatakan banding, kami juga akan menyatakan banding,” jelasnya. (zar/ash)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:09

Ingatkan Pengelola Tak Tebang Pilih

TARAKAN – Kamis (15/8) pagi, Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*