MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 Mei 2019 10:03
Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

Jelang Arus Mudik Tahun 2019

CEK NAKHODA-ABK: Sejumlah petugas melakukan tes urine kepada para nakhoda dan ABK, kemarin (21/5). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan membentuk Posko Pemantau Angkutan Lebaran (Angleb) 2019 yang dimulai dari tanggal 20 Mei hingga 20 Juni.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas III Tarakan, Syaharuddin mengatakan posko akan terpusat di KSOP Kelas III Tarakan. Tapi akan didirikan posko pemantau di tiga pelabuhan yang ada di Bumi Paguntaka. “Total ada empat posko, yakni di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Pelabuhan Malundung, Pelabuhan Feri Juata dan KSOP Kelas III Tarakan yang menjadi pusat untuk melakukan pemantauan terhadap arus mudik di tiga pelabuhan tersebut,” tuturnya, Sabtu pekan lalu.

Dalam pelaksanaannya, KSOP Kelas III Tarakan akan menurunkan sekitar 25 personel yang dibantu dua orang dari masing-masing instansi terkait yang ikut terlibat dalam pelaksanaan arus mudik tahun ini. “Adapun yang terlibat dalam Posko Pemantau Angleb 2019 mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Dishub Tarakan, TNI, Polri, Basarnas, Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pelni, Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan instansi terkait dalam pelaksanaan arus mudik tahun ini,” ucapnya.

Nantinya fokus tim yang ada dalam Posko Pemantau Angleb 2019 tidak lain melakukan pemantauan terkait pelaksanaan arus mudik tahun ini dan memastikan pelayaran yang dilakukan bisa berjalan aman hingga sampai ke tempat tujuan.

“Selain itu, tim yang ada di dalam Posko Pemantau Angle 2019 akan melakukan bantuan pertolongan pertama ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan arus mudik tahun ini,” ujarnya.

Untuk memastikan pelaksanaan arus mudik tahun ini berjalan lancar, pihaknya juga sudah melaksanakan uji petik Angleb 2019 yang dimulai dari tanggal 5 Mei hingga 10, di mana  pelaksanaan uji petik yang dilakukan Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) KSOP Kelas III Tarakan. Pihaknya mengamankan 18 life jacket dan 4 lifebouy yang dianggap sudah tidak laik digunakan, selain dua alat kesalamatan tersebut petugas juga mengamankan 4 alat pemadam ringan (APAR) yang sudah tidak bisa digunakan lagi karena sudah kedaluwarsa. “Jadi alat keselamatan yang kami amankan kemarin karena tidak laik, kami minta dari nakhoda kapal atau pemilik kapal untuk menggantinya yang baru,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan uji petik tersebut pihaknya juga melakukan  pemeriksaan terhadap dokumen kapal sebagai upaya memastikan dokumen yang digunakan masih berlaku.

“Meski nakhoda kapal atau pemilik kapal mengetahui kapan harus memperpanjang dokumen, kami tetap selalu mengingatkan 3 hari sebelum masa dokumennya habis, untuk memperpanjang dokumen pelayarannya, karena bila hal tersebut tidak dilakukan maka keberangkatannya tidak bisa dilakukan,” pungkasnya.

 

TIDAK LAIK PAKAI, LIFE JACKET WAJIB DIGANTI

Jelang arus mudik lebaran 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara bersama Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara melakukan ramp check dan pemeriksaan kesehatan terhadap speedboat dan nahkoda kapal, kemarin (21/5) di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi speedboat dan kondisi life jacket yang ada di dalam speedboat. Tidak hanya itu, sejumlah nakhoda dan anak buah kapal (ABK) juga menjalani tes urine oleh petugas BNNP Kaltara.

Dari hasil pemeriksaan, didapati 40 life jacket yang sudah tidak laik pakai. Petugas KSOP dan Dishub Kaltara pun langsung menyita life jacket yang tidak laik pakai tersebut.

Datuk Iman Suramanggala, kepala Bidang Laut dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan pada Dishub Kaltara mengungkapkan, pihaknya menargetkan dalam kurun waktu dua hari pengecekan terhadap speedboat dan tes urine terhadap nakhoda dan ABK.

“Kami khusus melakukan terhadap speedboat regular, kalau non reguler tidak punya izin dan tidak punya jadwal tetap untuk berlayar,” ungkapnya.

Dijelaskan Iman, semua 68 nakhoda akan dilakukan tes urine oleh petugas BNNP Kaltara. Tidak hanya tes urine, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tes alkohol. Untuk ramp check terhadap speedboat, pihaknya juga terhadap pemeriksaan fisik speedboat dan alat navigasi.

“Kami ingin melakukan pengecekan kesiapan secara keseluruhan untuk menghadapi lonjakan penumpang jelang lebaran,” tuturnya.

Apabila ditemukan adanya indikasi positif menggunakan narkotika, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas, misalnya mencabut surat kecakapan berlayar nakhoda. Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk posko Lebaran di Pelabuhan Tengkayu I untuk memantau arus mudik melalui jalur laut. “Kalau ada life jacket diambil tidak akan diizinkan jalan sebelum memenuhi mengganti pelampung. Jadi mereka wajib mengganti dulu sebelum berlayar,” imbuhnya.

Sementara itu, Tulus selaku kepala Bidang Rehabilitasi pada BNNP Kaltara menambahkan, pihaknya akan melakukan tes urine terhadap nakhoda sesuai dengan standar BNN. Nantinya parameter yang digunakan untuk tes urine, bisa mendeteksi enam zat, terutama sabu. Dalam tes urine tersebut, BNNP sekaligus menurunkan tiga bidang yaitu bidang pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi.

“Kalau ada yang positif, nanti tidak serta-merta dibilang positif. Tapi nanti akan kami dalami lagi dan dilakukan assessment terhadap yang didapati positif, siapa tahu dia meminum obat,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Tarakan Syaharuddin mengatakan, untuk penindakan terhadap life jacket yang tidak laik pakai sudah dilakukan pihaknya sebelum dibentuk posko. Namun bertepatan dengan pembukaan posko, pihaknya bersama Dishub kembali melakukan pengecekan.

“Kami temukan 47 life jacket dan tabung pemadam ada dua yang tidak layak kita temukan,” ungkapnya.

Terhadap speedboat yang disita life jacket lantaran tidak laik pakai. Pihaknya tidak akan menunda keberangkatan, namun lebih kepada penyesuaian terhadap life jacket yang laik pakai.

“Rata-rata mereka punya cadangan sehingga mereka langsung mengganti, sehingga mencukupi kapasitas yang akan berangkat,” bebernya.

Syaharuddin menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan secara detail terhadap life jacket yang tidak laik pakai. Rata-rata life jacket yang tidak laik pakai, kebanyakan sudah robek sehingga tidak bisa digunakan untuk mengapung. “Kami amankan di kantor dan akan kami tampung semuanya. Kemungkinan setelah Lebaran akan kami lakukan pemusnahan,” ujarnya. (jnr/zar/lim)

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:09

Ingatkan Pengelola Tak Tebang Pilih

TARAKAN – Kamis (15/8) pagi, Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*