MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 21 Mei 2019 11:31
Makin Dekat Lebaran, Calo Tiket Mulai Beraksi

Pelni Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Harga

MENUNGGU: Sejumlah warga mengantri membeli tiket penumpang kapal di loket kantor PT Pelni Cabang Tarakan, Jalan Kusuma Bangsa, Kota Tarakan, Sabtu (18/5). JOHANNY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Memasuki H-15 Idulfitri, sebagian besar warga bersiap-siap melakukan mudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman.

Namun beberapa calon penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket, khususnya tujuan Makassar.

Salah satunya adalah Andi Rizal (27). Dirinya mengaku cukup kesulitan mendapatkan tiket kapal tujuan Makassar. Sehingga ia mengaku sempat mendapatkan tawaran seorang calo yang menjual tiket dengan harga Rp 1 juta.

“Kemarin ke pelabuhan tanya tiket tujuan Makassar sudah habis katanya. Banyak juga orang lain tidak dapat. Nah tapi ada calo tawari saya tiket berangkat Rabu kapal Siguntang dengan harga Rp 1 juta,” bebernya kemarin (20/5).

Ia mengaku banyak calo yang berkeliaran pada area pelabuhan di tengah habisnya tiket yang dijual. Sehingga ia menduga ada praktik permainan oknum dan calo untuk mengambil keuntungan pada momen ini. “Masa baru berangkat lusa tiketnya sudah habis. Baru ada banyak calo yang berkeliaran. Mungkin saja ada oknum petugas membiarkan calo membeli banyak tiket dan kesempatan ini dimanfaatkan calo. Akhirnya stok yang dijual dihabiskan,” duganya.

Saat dikonfirmasi, Kepala PT Pelni Cabang Tarakan Haeru Rijal membantah habisnya stok tiket. Ia menerangkan, saat ini pihaknya masih memiliki 2.500 tiket. Menurutnya, masih banyaknya masyarakat yang enggan mendatangi kantor Pelni menjadi penyebab keterbatasan informasi yang didapatkan.

“Tiket menuju Makassar tidak habis, masih ada penjualannya. Masih di bawah seribu, sedangkan yang tersedia 3 ribu. Cuma kadang masyarakat mudah panik, sehingga mungkin langsung hubungi calo,” tuturnya.

Ia menerangkan jika adanya travel yang bekerja sama dengan calo untuk mendapatkan untung besar, maka pihaknya tidak segan-segan memutuskan kerja sama kepada travel tersebut. Karena harga tiket pada travel telah memiliki ketentuan sesuai komitmen yang berlaku.

“Saya tidak ada toleransi soal itu. Kalau ketahuan ada travel yang menjual perbedaannya di atas Rp 10 ribu, saya putus kerja sama.  Makanya kalau di sini ramai sekali, saya langsung layani penumpang yang mau berangkat daripada mereka lari ke calo,” tegasnya.

Dikatakannya, ia juga pernah menerima laporan calon penumpang terkait mahalnya  harga yang ditawarkan travel. Meski demikian pihaknya telah memberi peringatan kepada travel tersebut agar tidak menjual denan harga seenaknya.

“Contoh kemarin kami menangkap travel, harga tiket aslinya Rp 34.500 tapi di sana dijual Rp 200.000. Kami beri peringatan kalau mengulangi, kita putuskan kerja sama,” ancamnya.

Mengenai banyaknya calo yang berkeliaran, ia menerangkan sebenarnya pihaknya tidak memiliki wewenang terkait melakukan penindakan kepada calo. Sehingga pihaknya hanya dapat mengimbau kepada calon penumpang agar membeli langsung tiket ke travel maupun ke kantor Pelni resmi.

“Sebenarnya Pelni tidak punya hak untuk menangkap calo-calo yang beraktivitas. Pelni cuma bisa mengimbau ke pengguna jasa agar membeli langsung tiket secara resmi. Selain lebih murah dan asuransinya jelas. Kalau nanti ada kejadian yang tidak diinginkan setidaknya ada pertanggung jawaban dari penyedia jasa. Kalau sama calo maaf-maaf saja, itu hanya urusannya sama calo itu,” tuturnya.

Sebagai antisipasi membatasi ruang gerak calo, pihaknya menerapkan sistem pembelian menggunakan kartu keluarga di atas 2 tiket. Dengan sistem tersebut diharapkan penyediaan tiket dapat menyasar calon penumpang secara efektif.

“Kami membatasi gerak calo untuk mendapatkan tiket dengan meminta KK dari pembelian di atas 2 tiket. Kalau tidak sesuai dengan jumlah anggota keluarganya kami tidak kasih,” jelasnya.

Dikatakannya, terhitung sejak 1 Ramadan Pelni telah menjual sedikitnya 5 ribu tiket dan masih menyisahkan 2 ribu saja. Meski demikian, pihaknya telah menambah stok tiket sebanyak 3 ribu untuk mempermudah keberangkatan pemudik.

“Tidak ada kenaikan. Harganya kita cantumkan. Kurang transparansi apa lagi. Cuma kadang-kadang masyarakat kita tidak mau repot, senang minta uruskan atau beli tiket sama calo,” pungkasnya. (*/zac/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers