MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 21 Mei 2019 11:19
Dimangsa Buaya, WNI Ditemukan Tanpa Kepala

Pekerja Migran Tewas Dimangsa Buaya

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diketahui kesehariannya  sebagai petani di Felda Sahabat 41, Lahad Datu Negeri Sabah Malaysia, tewas lantaran menjadi mangsa buaya di sungai kebun tempat dirinya bekerja, Jumat (17/5) lalu.

Korban diketahui bernama Stephen Tolok (37) Warga Negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban tinggal bersama rekan-rekannya di kebun Felda Sahabat 41 Malaysia. Korban tewas lantaran mengalami luka serius  yakni korban kehilangan kepala dan lengan.

Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Firma Agustina yang dikonfirmasi media ini mengatakan pihaknya hingga kini tengah mendalami kasus tersebut dan berkoordinasi dengan Aparat Keamanan Malaysia (Apkam) dan majikan PMI tersebut.

Tentunya itu dilakukan untuk memastikan PMI tersebut akan mendapatkan hak dari majikannya di perusahaan yang mempekerjakannya, dengan bantuan yang difasilitasi dari pihak KRI Tawau. “Majikan sendiri memang yang langsung melaporkan ke Konsulat ketika kejadian. Majikan karena berencana untuk memulangkan jenasah di NTT. Tentu Konsulat akan memfasilitasi proses pemulangan jenasah yang bersangkutan,” beber Firma.

Informasi yang diterima media ini, awalnya korban bersama rekannya sedang menjala ikan di sungai Kilang Sahabat 41 Kampung Kembara Sakti. Saat sedang asyik menjala, korban tiba-tiba saja diterkam buaya dan diseret hingga ke dalam sungai.

Korban saat itu sempat berteriak meminta tolong, namun rekannya yang melihat langsung korban diterkam tidak bisa berbuat banyak. Pada akhirnya korban pun ditenggelamkan buaya yang memangsanya. Rekan korban pasca kejadian seketika pulang dan melaporkan kejadian tersebut. Pencarian korban pun langsung dilakukan oleh rekan-rekan satu kerja yang lainnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 14:47

Melanggar PKPU, APK Ditertibkan

NUNUKAN – Masih banyak yang melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:59

29 Reaktif di Kantor Bupati

SETIDAKNYA ada 29 orang yang terdeteksi reaktif dari hasil pemeriksaan…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:11

Rapid Test Massal setelah ASN di Kantor Bupati Positif

NUNUKAN - Dampak dari seorang ASN di Kantor Bupati Nunukan…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:07

90 Pasien Positif Masih Dirawat

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat masih ada…

Kamis, 15 Oktober 2020 15:57

Sikap DPRD Akan Disampaikan Lewat Paripurna

NUNUKAN - Setelah melakukan mediasi bersama mahasiswa yang menolak UU…

Selasa, 13 Oktober 2020 14:55

Hanura Nunukan Mendukung Omnibus Law

NUNUKAN – Di Nunukan, aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja…

Senin, 12 Oktober 2020 14:44

WADUH..!! 173 Patok Perbatasan Hilang karena Faktor Alam

NUNUKAN – Faktor alam membuat patok perbatasan Indonesia - Malaysia…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:23

Cuma Dua Fraksi Menolak UU Cipta Kerja

NUNUKAN - Setelah aksi demonstrasi pertama yang dilakukan pada Kamis…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:34

Camat Lumbis pun Minta Maaf

SETELAH viral dengan video menggendong pasien bayi 4 bulan yang…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:13

Giliran Mahasiswa PMII Nunukan Lakukan Aksi Demonstrasi

NUNUKAN - Menolak UU Omnibus Law, puluhan mahasiswa yang terhimpun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers