MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 21 Mei 2019 11:18
Modal Silaturahmi, Dapat Anggaran Rp 40 Miliar
PERHATIAN: Sekolah di pelosok masih berbahan kayu dan sangat membutuhkan gedung baru. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sekolah di perbatasan kembali mendapatkan anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sejumlah sekolah akan dibangunkan gedung baru, total anggaran yang diberikan sebanyak Rp 40 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, H. Junaidi mengatakan, anggaran yang didapatkan dari Kemendikbud, merupakan upaya dari sekolah yang mengajukan bantuan, terutama untuk penambahan gedung.

“Saya sempat silaturahmi ke Kemendikbud dan menyampaikan bahwa di Kabupaten Nunukan sangat banyak sekolah yang rusak bangunannya dan perlu diperbaiki,” kata H. Junaidi.

Pertemuan tersebut mendapatkan respons dan diminta untuk menyiapkan data sekolah yang membutuhkan bantuan. Terutama kondisi gedung yang paling utama diperlihatkan, apakah benar membutuhkan perbaikan gedung atau tidak.

Sekira empat bulan yang lalu diajukan permohonan tersebut dan pada Mei ini telah ada balasan dari Kemendikbud, sekolah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Untuk sekolah yang mendapatkan bantuan mayoritas sekolah di pelosok.

“Saya lihat sekolahnya ada di Kecamatan Tulin Onsoi, Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Lumbis. Tidak ada sekolah yang di Pulau Nunukan,” ujarnya.

Untuk daerah pelosok masih sangat banyak sekolah yang membutuhkan perhatian, seperti yang pernah diungkapkan salah seorang warga Kecamatan Lumbis, Pius bahwa berada di daerah pelosok segalanya masih serba tertinggal, begitu pula dengan kondisi pendidikan. Seperti di Desa Podong, Kecamatan Lumbis.

“Kondisi pendidikan di daerah pelosok masih sangat tertinggal dan masih butuh perhatian dari pemerintah daerah. Seharusnya bentuk kepedulian pemerintah daerah harus sama dengan sekolah yang ada di daerah perkotaan,” kata Pius.

Menurutnya, pendidikan daerah pelosok masih sangat memprihatinkan, walaupun pemerintah telah menunjukkan keseriusan untuk membangun infrasturktur di daerah perbatasan. Namun belum didapatkan dan dirasakan masyarakat di Kecamatan Lumbis. Begitu pula di Kecamatan Lumbis Ogong.

“Untuk masyarakat di daerah pelosok belum merasakan pembangunan, bahkan perhatian dari segi pendidikan belum terasa untuk siswa yang berada di daerah pelosok,” ujarnya. (nal/zia)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*