MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 20 Mei 2019 13:16
Ikut Jaga Lingkungan dan Dukung Pemerintah Raih Adipura

Sulap Sampah Jadi Busana Cantik dan Anggun

CANTIK DAN ANGGUN: Busana yang terbuat dari daur ulang sampah ini cukup memberikan nilai keindahan. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Inovasi dari sebuah sampah tak hanya sekadar menjadi barang unik yang memiliki sejuta manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun perkembangan inovasi dari sampah itu pun bisa ‘disulap’ menjadi barang yang memiliki nilai yang jauh lebih tinggi lainnya. Salah satunya menjadi busana yang cantik dan anggun.

RACHMAD RHOMADHANI

JIKA pandangan mata Anda melihatnya hanya sekilas. Mungkin Anda bisa saja tertipu dari busana yang dikenakan para remaja putri tersebut. Ya, karena memang sekilas busana yang dikenakan itu tak ubahnya seperti busana lain pada umumnya. Cantik dan anggun tatkala dikenakan. Apalagi ditunjang dengan paras yang memang cantik juga dari remaja putri itu.

“Anggun memang. Cantik busananya,” ucap Anggi salah seorang warga di Tanjung Selor kepada penulis saat kali pertama melihat busana yang dikenakan para remaja putri kala itu.

Anggi yang merupakan wanita berhijab itu pun tak menyangka bahwa busana yang ia lihat itu ternyata hanyalah terbuat dari bahan sampah. Karena memang menurutnya sampah itu biasa sehari-hari hanya dibuangnya begitu saja.

“Haa, masak dari sampah itu. Kok bisa ya seperti itu. Cantik sekali,” ungkapnya terheran.

Diketahui, saat itu pun ia mengaku sedikit termotivasi dalam memanfaatkan sampah ke depannya. Atau paling tidak sampah yang menurutnya tak digunakan lagi akan diberikan ke remaja kreatif itu. Tak lain, itu untuk dijadikan busana yang anggun lainnya yang dapat dipamerkan.

“Kalau mau buat seperti itu sepertinya masih belum mampu. Jadi, nanti paling buat kerajinan lainnya. Atau saya kasih saja sampah plastiknya ke mereka,” ujarnya.

Sementara, dari penelusuran penulis sendiri dari sekolompok remaja putri itu ternyata merupakan pelajar di salah satu sekolah negeri yang ada di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor, tepatnya SMA Negeri 1 Tanjung Selor.

Memang dari penampilan busana yang terbuat dari bahan bekas atau sampah itu cukup membius masyarakat yang saat itu menyaksikan. Meski, dalam peragaannya terbilang cukup singkat lantaran dilangsungkan di sela-sela acara yang diselenggarakan Pemprov Kaltara.

“Nyaman saja menggunakan busana ini,” ucap para remaja itu saat penulis menanyakan tentang perasaannya menggunakan busana kala itu.

Sedangkan, dari keterangan yang disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Sunjono bahwa dari kreativitas busana yang dikenakan para pelajarnya itu merupakan murni dari karya mereka.

Artinya, tidak cukup banyak pengarahan dari pembimbing dalam desain busana yang dikenakan para pelajar itu.  Ini untuk memancing kreativitas dalam diri pelajar sendiri. “Termasuk untuk kreasi busananya itu menyesuaikan dari bahan yang ada. Kami tidak mengharuskan modelnya seperti apa dan bagaimana. Intinya, dari karya itu memiliki sebuah nilai yang juga dapat memiliki nilai dalam berkompetisi juga,” ungkapnya.

Ditanya mengenai sampah–sampah yang diperoleh dari para pelajarnya sendiri? Ia menjelaskan bahwa sampah plastik dan lainnya itu didapat karena kepeduliannya dengan lingkungan.

Termasuk dalam perihal lingkungan sekolahnya sendiri. Di mana mereka biasa mengumpulkan dan mendaur ulang untuk dijadikan busana. Ya, seperti busana yang sudah ada mereka buat ini. “Sampahnya itu sebenarnya beragam. Hanya, memang yang digunakan untuk mendesain busana itu tertentu dan yang mudah untuk dirangkainya,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk waktu pembuatan busana itu sendiri. Ia mengatakan bahwa tergantung dari bahan yang tersedia dan even yang akan diikuti. Tapi, biasa dalam kurun waktu sepekan sudah bisa jadi minimal satu busana untuk pelajar itu sendiri.

“Seperti yang saya katakan tadi, guru atau pembimbing hanya mengarahkan ide dan gagasan. Karena prinsip kami yang muda yang berkarya. Sehingga mereka jadi terbiasa dalam melakukan sebuah karya kreativitas,” tuturnya.

“Di samping kami juga terkadang mengadakan even-even kecil sebagai motivasi pelajar lainnya dalam berkarya dan berinovasi terkait busananya,” sambungnya.

Ia berharap, kreativitas dan inovasi yang sudah ada pada setiap pelajar itu dapat selalu dikembangkan ke depannya. Sebab, dengan kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang semula dianggap sebagai sampah.

Itu ternyata memiliki nilai estetika yang tinggi dan sekaligus ikut menjaga kondisi lingkungan yang berakibat dari dampak mengurangi sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. “Kami yakini dengan kreativitas maka mengasah pola pikir untuk lebih aktif berkarya. Dan ikut menjaga serta melestarikan program pemerintah dalam mencapai adipura,” pungkasnya. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 11:04

Kacabjari Menunggu Penyerahan dari Pemkab KTT

 TANJUNG SELOR - Pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Bulungan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:54

INGAT..!! Semua Speedboat Harus Dilengkapi Pintu Darurat

 TANJUNG SELOR – Langkah tegas dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:41

Kabupaten/Kota ‘Disuntik’ Dana Rp 29 Miliar

 TANJUNG SELOR – Ketersediaan anggaran merupakan salah satu faktor pendukung…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:31

BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:18

Kembalikan Berkas,Sigit Optimistis Didukung Partai

 TANJUNG SELOR - Waktu pengembalian berkas pendaftaran bakal calon (balon)…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:25

NPHD Disepakati, Anggaran KPU Naik Rp 1 M

 TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…

Senin, 14 Oktober 2019 09:28

Anggaran Terbatas, Bukan Alasan

 12 Oktober 2019, Kabupaten Bulungan genap berusia 59 tahun. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*