MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Mei 2019 10:03
Golkar dan PKS Jaring Kader Internal
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Partai yang memiliki kursi di DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Tahapan awal Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020 di internal partai ini akan dimulai setelah mendapat lampu hijau dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diperkirakan mulai Oktober-November mendatang.

Seperti yang akan dilakukan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kaltara. "Sistem pilgub tahun ini kemungkinan tidak jauh berbeda dengan Pilgub 2015 lalu, yaitu dimulai dari pendaftaran atau penjaringan bakal calon. Karena Golkar punya empat kursi di DPRD Kaltara, maka otomatis harus berkoalisi dengan partai lain," kata Sekretaris Jenderal DPD Partai Golkar Kaltara, Suharno, S.H, kepada Radar Tarakan, Jumat (17/5).

Dalam penjaringan itu, Golkar akan terbuka buat siapa saja yang berminat menjadikan Golkar sebagai perahu politik menuju Pilgub Kaltara. "Siapa pun boleh masuk sebagai bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur, baik itu di internal partai maupun dari luar partai asal sesuai aturan yang berlaku di Partai Golkar," tuturnya.

Secara internal, ungkap Suharno, Golkar memiliki beberapa kader terbaik yang pantas direkomendasikan untuk diusung sebagai bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur Kaltara periode 2020-2025. "Seperti ketua DPD Golkar, Haji Arsyad Thalib yang sudah berpengalaman, kemudian politisi senior Ustaz Abdul Djalil Fatah, dan Ibu Hajah Siti Laela. Inilah kader terbaik dan senior yang dimiliki Golkar saat ini," sebut Suharno.

Menurutnya, ketiga nama tersebut memiliki popularitas dan elektabilitas yang sangat baik. Sehingga patut untuk diusung sebagai bakal calon menuju calon gubernur maupun wakil gubernur Kaltara. "Mereka sudah termasuk dalam kriteria sebagai calon karena memiliki bibit, bobot dan bebet," cetusnya.

Apa saja kriteria yang diinginkan Golkar? Pertama, jawab dia, bakal calon gubernur harus peduli terhadap masyarakat Kaltara. "Yang jelas dia harus mampu memberikan kepeduliannya terhadap masyarakat Kaltara, itu saja kuncinya," ucapnya.

Pada prinsipnya, lanjut Suharno, melalui badan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dibentuk nanti, Golkar harus mengantongi minimal lima nama yang sesuai kriteria partai untuk diusulkan ke pengurus pusat. "Siapa pun bisa masuk sepanjang dia memenuhi persyaratan, dan intinya dia laku dijual, dan bisa mengayomi masyarakat yang ada di Kaltara ini," bebernya.

Dari 35 kursi di DPRD Kaltara, Golkar yang dipastikan berkoalisi dengan partai lain mengharapkan memiliki visi misi yang seragam. Serta mengusung bakal calon yang memiliki daya jual tinggi demi memenangkan perebutan kursi Kaltara satu. "Kita harus betul-betul bagaimana berkoalisi dengan partai lain nanti bisa menyatu, visi misi yang ditawarkan laku dijual. Kalau tidak ada keseragaman dan kesamaaan visi misinya, saya kira kita  tidak akan bisa, memaksakan partai lain untuk menjadi pengusung berat juga," ucapnya.

Namun sebelum melangkah lebih jauh, saat ini Golkar masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) Pilgub 2020 yang dikeluarkan oleh KPU. Hal ini untuk memastikan apakah juklak Pilgub 2015 terjadi perubahan atau tidak.

"Karena terus terang saja pada Pilgub 2015 lalu sebenarnya kami bukan partai pengusung maupun pendukung terhadap pasangan Irianto Lambrie-Udin Hianggio kala itu karena terjadi dualisme kepemimpinan partai, meskipun waktu itu rekomendasi pusat tertuju ke pasangan Irau (Irianto-Udin)," katanya.

Apakah nanti Golkar akan tetap mengusung Irianto Lambrie? "Soal Irianto nanti kami lihat, kalau memang nanti sudah diberikan rekomendasi mau tidak mau pilihan kami jatuhnya ke dia, tapi kan semua harus melewati sistem dan mekanisme partai. Siapa nanti yang tinggi popularitasnya, elektabilitasnya maka dialah yang kami usulkan ke pusat," jawab Suharno.

Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kaltara Syamsuddin Arfah, S.Pd.I, M.Si, dalam menyambut Pilgub Kaltara 2020, pihaknya belum melakukan rapat internal. Namun, PKS juga memiliki sejumlah kader yang layak direkomendasikan untuk ikut serta berkompetisi di Pilgub tahun depan.

"Kami (PKS) belum membahas soal itu, tapi kami juga punya kader yang layak untuk maju," ujarnya. Siapa saja dia? "Ketua DPW PKS Kaltara, Bapak Nasir dari Nunukan, saya sendiri dari Tarakan dan Bapak Agung dari Bulungan yang terpilih sebagai anggota DPRD Kaltara di Pileg 17 April kemarin layak untuk kami rekomendasikan," sebutnya sembari tertawa kecil.

Meski demikian, sejatinya PKS akan mengikuti dinamika politik yang akan berkembang nanti. "Ya dinamis saja. Tetapi kami tetap jalin komunikasi karena politik butuh komunikasi. Dan kami juga akan melihat dinamika yang ada, karena kursi PKS di provinsi cukup signifikan yaitu 3 kursi, artinya butuh 4 kursi lagi menuju Pilgub," kata anggota DPRD Tarakan tiga periode ini.

Mengenai figur bakal calon gubernur dan wakil gubernur, PKS juga mengharapkan, siapa pun yang diusung nanti dapat membawa Kaltara lebih baik ke depannya. "Kita juga berharap PKS bukan semata-mata menjadi perahu politik, tapi yang kami harapkan menjadi wadah komunikasi dan mitra kerja dalam membangun Kaltara, itu yang penting," kata Syamsuddin.

"Jadi kami inginkan tidak semata-mata mengantarkan seseorang jadi gubernur dan wakil gubernur setelah itu selesai, tapi yang paling penting itu kan komunikasi yang berkelanjutan agar bisa bersinergi membangun Kaltara. Karena partai juga punya tanggungjawab terhadap figur yang kami usung," pungkasnya.

Sekjen DPD Demokrat Kaltara Muddain, S.T, juga mengungkap hal yang hampir serupa. Demokrat yang mendudukan 4 kadernya di DPRD Kaltara belum membahas agenda Pilgub. “Demokrat belum berfikir tentang persiapan Pilgub ke depan. Demokrat belum ke sana. Yang jelas masih melakukan evaluasi, perbaikan dari sisi administrasi, dan rekrutmen pencalegan. Demokrat juga masih melakukan perbaikan internal perolehan suara yang didapatkan 2014 dan perubahan signifikan di 2019. Ada penurunan jumlah kursi, namun jumlah suara sangat tinggi. Ini yang masih kami lakukan evaluasi,” urai pria yang masih menjabat Wakil Ketua DPRD Tarakan ini.

Dari evaluasi itu, kata dia, Demokrat akan kembali jaya di 2024. Menurut Muddain, setelah semua proses Pileg selesai, Demokrat akan lebih leluasa dalam menentukan arah koalisi, dan figur yang akan diusung. “Kami belum pernah berfikir ke sana (kader layak). Di kabupaten ada empat pilkada. Demokrat belum ke sana. Setelah selesai, baru kami akan berfikir untuk berkoalisi apa enggak. Nunukan dan Malinau kami sangat kuat, di Bulungan juga kader kami kuat. Saat ikut pencalonan bupati lalu. Nanti pada saatnya Demokrat akan mengumumkan. Dan kami menunggu arahan dari DPP,” terangnya lagi. (sur/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 09:00

MANTAP BAH..!! Transmart Tarakan Tahun Depan, Di Dalamnya Ada Trans Studio Mini

TARAKAN – Kehadiran pusat retail di Bumi Paguntaka yang rencananya…

Senin, 23 September 2019 08:57

Hafid-Undunsyah Bertemu, Sinyal Bakal Koalisi?

NUNUKAN – Kedatangan Dr. H. Undunsyah, M.Si, ke Nunukan menjadi…

Senin, 23 September 2019 08:50

Mantan Bupati Tanbu : Saya Ditawari Maju di Pilgub

MARDANI H. Maming akhirnya buka suara menyusul namanya yang santer…

Senin, 23 September 2019 08:36

Pakaian Rombengan Asal Malaysia, Pedagang Bilang : “Di Laut Ilegal, di Sini Tidak”

DI Jalan P. Aji Iskandar misalnya, pembeli ramai di sore…

Senin, 23 September 2019 08:24

Genap 12 Pasang Lolos ke Final

BABAK PENYISIHAN TARAKAN TIMUR Juara I          Muchtar-Suriadi…

Sabtu, 21 September 2019 09:34

Rogoh Kocek hingga Rp 400-an Ribu tiap Bulan

TARAKAN - Embung Binalatung yang terletak di Kampung Satu Skip,…

Sabtu, 21 September 2019 09:26

Ketua HIPMI Tertarik Pilgub Kaltara?

TARAKAN - Dari 13 figur yang mengambil formulir pendaftaran calon…

Sabtu, 21 September 2019 09:17

Malam Ini, Babak Penyisihan Tarakan Timur

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Sabtu, 21 September 2019 08:35

Budi Daya Rumput Laut Sudah Langgar Batas Negara

TARAKAN- Wilayah budi daya rumput laut yang masih ditemukan di…

Sabtu, 21 September 2019 08:20

Sulap Lingkungan RT Menjadi Wadah Pendidikan

SEIRING berkembangnya zaman, kecanggihan tekonolgi tidak dapat dihindari. Tapi tergantung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*