MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Mei 2019 09:58
Eks Lokalisasi Masih Jadi PR Pemkot Tarakan
Umur Sudah 30-an Tahun, Beberapa PSK Memilih Bertahan
KEWAJIBAN PEMERINTAH: Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya menyerahkan santunan yang ditunggu-tunggu para mantan PSK yang sejak empat bulan lalu, Jumat (17/5). YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Jumat 28 Desember 2018 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) menutup sejumlah lokalisasi setelah mendapat desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan gabungan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam. Sejak saat itu pula, ratusan pekerja seks komersial (PSK) menghentikan aktivitasnya.

Mereka dijanji disantuni, sesuai diamanahkan Kementerian Sosial, para eks PSK menerima uang jaminan hidup (jadup) dan usaha ekonomi produktif (UEP). Selama empat bulan tanpa kejelasan, mereka dibiayai Pemkot sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Kemarin (17/5), para eks PSK menerima santunan langsung Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. Dalam perjalanannya, lokalisasi Sungai Bengawan merupakan relokasi dari Gunung Bakso.

Penutupan lokalisasi upaya mewujudkan Indonesia bebas prostitusi tahun 2019. “Kita (Kota Tarakan) agak terlambat ini. Kalau di daerah lain, seperti Surabaya sudah memulai ini duluan. Tapi walaupun terlambat, alhamdulillah ini bisa diwujudkan hari ini,” tuturnya.

Melalui hal tersebut, Khairul berharap agar setiap mantan PSK dapat kembali ke daerah asal membangun kehidupan yang lebih layak. Pemerintah pusat pun telah memberikan santunan berupa UEP sebagai modal usaha senilai Rp 6 juta per orang dengan uang transportasi lokal oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

“Jadi uang makan dari Pemprov selama 2 bulan, uang transportasi pemulangan dari Provinsi (Pemprov) dan UEP dari Kementerian Sosial. Mudah-mudahan ini nanti bisa bermanfaat, walaupun tidak terlalu besar, tapi kiranya bisa digunakan,” jelasnya.

Selain bertentangan dengan norma agama, adat istiadat dan mengganggu ketertiban umum yang berakibat negatif dilingkungan kemasyarakatan, prostitusi juga dekat dengan kejahatan perdagangan orang terutama anak di bawah umur. Prostitusi juga kontra produktif dengan misi meningkatkan sumber daya manusia yang terampil.

“Kami punya visi yaitu peningkatan sumber daya manusia yang terampil, mandiri dan berkualitas berdaya saing. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan melakukan kiat-kiat untuk pengembangan UMKM,” jelasnya.

Usai penutupan lokalisasi, Khairul menyatakan masih ada pekerjaan rumah Pemkot bersama pihak terkait, yakni melaksanakan pembinaan masyarakat eks area lokalisasi. Khairul juga menjelaskan tentang adanya rencana membangun kawasan perkantoran di daerah Tarakan Utara dan Timur agar upaya ekonomi di kawasan tersebut dapat terus tumbuh.

“Sudah banyak kantor-kantor yang akan pindah ke Tarakan Utara ini, dan itu akan memicu pertumbuhan ekonomi di Tarakan Utara, sehingga nanti ada sumber pendapatan baru yang akan dikelola oleh masyarakat,” katanya.

“Tapi pasca dipindahkan, kawasan prostitusi di sini (Bengawan) jadi sepi. Makanya pengelola setuju sekali jika ditutup, karena tidak ramai,” bebernya.

Khairul tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, seperti tokoh masyarakat, agama, instansi pemerintah, jajaran TNI-Polri, komponen masyarakat atas kerja keras sehingga penutupan lokalisasi dapat dilaksanakan.

Kasubid Rehabilitasi Sosial Tuna Susila dan ODHA pada Kemensos Tri Sukreni mengatakan bahwa tahun 2018 lalu, pihaknya telah memberikan bantuan dana di kawasan Pangkalan Bun, Surabaya dan sebagainya. Sedang, tahun 2019 ini masih terdapat lima kawasan yang akan dilakukan pemberian bantuan yakni Kota Tarakan, Kupang, Katingan, Kepulauan Riau, dan Malang.

“Sementara di Kaltara ini masih Tarakan, karena ini kan komitmen pemerintah daerah masing-masing. Jadi kalau memang dinsos mengusulkan kepada kami, otomatis kami anggarkan,” tegasnya.

Sesuai data yang diperoleh, Tri mengatakan bahwa pihaknya telah menggelontorkan anggaran ke-71 eks PSK. Melalui hal tersebut, Tri menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberikan dukungan kepada Kota Tarakan dan meminta adanya pendamping untuk mengarahkan para mantan PSK agar tidak kembali.

“Kalau kembali itu kan hak masing-masing. Tapi minimal kami sudah memberikan dukungan dan membantu keuangan, kerohanian, makanya kami bekerja sama untuk penaggulangan ini,” jelasnya.

Tri mengungkapkan adanya 22 ribu WPS dari 168 titik lokalisasi, sedang yang telah sah tertutup ialah 157 titik. Melalui hal tersebut, Tri menginginkan agar tahun 2019 Indonesia terbebas dari lokasi prostitusi.

Pengurus Lokalisasi Karang Agas Puji mengatakan bahwa sehari-hari dirinya hanya seorang pedagang makanan keliling di kawasan prostitusi seraya mengurus PSK. Usai penutupan lokalisasi ini, Puji akan lanjut berdagang makanan sebab berdagang merupakan hobinya.

“Saya tidak dapat apa-apa, saya hanya pengurus di Karang Agas,” bebernya.

Puji mengungkapkan bahwa adanya 4 orang mantan PSK yang tidak ingin pulang ke kampung halaman dikarenakan masih ingin tinggal di Kota Tarakan untuk berdagang. Keempat mantan PSK tersebut pun berusia 30-an tahun.

Penanggungjawab Lokalisasi Sungai Bengawan Erlan Susanto menambahkan bahwa sebanyak 8 orang mantan PSK telah berhenti bekerja sebagai PSK dan fokus berdagang. Nah, 8 orang mantan PSK tersebut juga masuk dalam daftar 71 anggota PSK yang diberikan bantuan.

“Dari 70-an pekerja, data terakhir itu ada 59 orang (yang mendaftar dan mengisi buku rekening), tapi yang pulang sendiri dan biaya sendiri. Itu karena tidak mau menunggu,” jelasnya.

Erlan mengungkapkan sebanyak 8 orang mantan PSK yang menetap di Tarakan ada yang membuka jasa laundry, menikah dan sebagainya. Namun 8 mantan PSK tersebut sudah tidak tinggal di kawasan prostitusi lagi, melainkan tinggal di daerah lain di Kota Tarakan.

Disinggung terkait keinginan Wali Kota Tarakan yang ingin membangun perekonomian di kawasan eks prostitusi, Erlan mengatakan bahwa dirinya mendukung keputusan itu.

“Langkah yang diambil Wali Kota sudah sangat tepat. Saya pribadi sangat mendukung, itu keputusan yang baik,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu mantan PSK Ambarwati mengatakan bahwa usai mendapatkan bantuan dari pemerintah, dirinya berencana untuk pulang kampung menuju Samarinda, sebab Ambar memiliki satu orang anak di Samarinda.

Uang bantuan yang diberikan oleh pihak pemerintah akan ia gunakan untuk membuka warung sembako. Ambar baru satu tahun di Tarakan.

“Saya tidak akan kembali lagi, anak saya sekolah di sana,” pungkasnya. (shy/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*