MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Mei 2019 10:52
Polisi Deteksi Dini Massa ‘People Power’
ILUSTRASI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pergerakan massa dari luar daerah ke Jakarta pada 22 Mei mengikuti seruan people power saat pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI menjadi atensi kepolisian. Polres Tarakan mendeteksi secara dini warga yang akan ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan, pihaknya hingga detik ini belum mendapatkan adanya informasi warga Tarakan yang ikut atau berencana mengikuti seruan people power atau kegiatan lainnya. “Meski belum ada informasinya, kami tetap melakukan pemantauan terus dan mengimbau kepada warga Tarakan untuk tidak ikut-ikutan pergi ke Jakarta,” ujarnya.

Dirinya menilai hal tersebut tidak ada manfaatnya, terlebih saat ini kondisi harga tiket transportasi udara sedang mahal. Dirinya lebih menyarankan agar uang tersebut digunakan untuk bersedekah dan membantu orang yang kurang mampu. “Ini bulan yang penuh berkah, marilah kita isi dengan hal yang lebih bermanfaat, terlebih pada saat itu juga mendekati hari Idulfitri, alangkah lebih baiknya berkumpul dengan keluarga merayakan hari kemenangan,” tuturnya.

Sejauh ini pihaknya tetap memantau dan fokus menjaga kondusifitas Kota Tarakan. Bila nanti ada warga yang akan pergi ke Jakarta dalam kegiatan penolakan hasil pemilu seperti isu yang beredar pihaknya akan terus memantau.

“Seharusnya tidak ada lagi warga yang pergi jauh-jauh ke Jakarta, karena kita di sini semuanya sudah menerima hasil Pemilu 2019 yang sudah berjalan dengan damai dan aman,” ucapnya.

Terkait pengumuman hasil Pemilu 2019 di KPU RI pada tanggal 22 Mei mendatang, tidak ada intruksi khusus dari pusat untuk di daerah, namun pihaknya tetap melakukan pemantuan kondisi di Jakarta.

“Pada dasarnya kita hanya mengimbangi saja, namun tetap kami sesuaikan dengan perkiraan intelijen dan dinamisnya situasi di Tarakan, yang jelas apa pun yang terjadi kami setiap saat harus siap,” tuturnya.

Sementara itu Ketua MUI Tarakan K.H. Muhammad Anas menyampaikan imbauan kepada warga Tarakan untuk tidak ikut-ikutan datang ke Jakarta menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU.

“Sebagai umat Islam di bulan Ramadan ini seharusnya membersihkan diri dari dosa dengan mencari banyak pahala, janganlah ikutan-ikutan ke sana hanya untuk melakukan tolong-menolong yang tidak benar, di mana hanya untuk mengacaukan keamanan negara,” ujarnya.

Dirinya juga mempertanyakan bila ada warga yang memaksa untuk pergi ke Jakarta, dirinya menilai hal tersebut tidak ada gunanya mengingat di Kaltara khususnya Tarakan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan damai dan aman. “Jangan sampai pelaksanaan Pemilu 2019 di Tarakan yang damai dan aman ini ternodai, mari kita sama-sama tetap menjaga Tarakan ini damai dan aman hingga selesainya pengumuman pada tanggal 22 Mei mendatang,” ujarnya.

 

SEJUMLAH NAMA DILAPORKAN

Sementara di Jakarta, salah satu caleg dari PDI Perjuangan Dewi Tanjung melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar.

Dewi yang juga pelapor kasus makar terhadap Eggi Sudjana itu, kini melaporkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Habib Rizieq Shihab, dan Ustaz Bachtiar Nasir.

Laporan Dewi sendiri diterima dengan nomor register LP/2998/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 14 Mei 2019.

Dewi mengatakan, pelaporan dilakukan karena Amien diduga coba melakukan percobaan makar lewat seruan people power, sama seperti Eggi Sudjana.

Orasi dilakukan Amien saat acara Aksi 313 di depan kantor Komisi Pemilihan umum pada 31 Maret 2019 lalu.

Untuk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, dia dilaporkan atas orasi dan menuntut Presiden Joko Widodo turun dan ucapannya beredar dalam video di WhatsApp grup. Kemudian Bachtiar Nasir dilaporkan atas ucapan revolusi di Youtube.

“Kami lampirkan barang bukti berupa sekeping CD berisi rekaman orasi Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir,” kata Dewi, Rabu (15/5).

Menurut Dewi, ketiga tokoh tersebut dilaporkan atas dugaan melakukan permufakatan jahat dan atau makar dan atau tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal yang dituduhkan adalah Pasal 107 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan/atau Pasal 14, Pasal 15 Undang-Undang RI  Nomor 1 Tahun 1946  tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 10 Tahun 2008 tentang ITE.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, laporan dari Dewi telah diterima dan sedang dipelajari. “Kami pelajari dulu kasusnya, nanti baru diputuskan, dilanjutkan atau tidak,” singkat Argo. (jnr/cuy/jpg/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:35

Simon yang Mengidolakan Prabowo Sempat Tak Direstui ke Politik

Adanya keinginan kuat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjadi latar belakang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*