MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Mei 2019 10:50
Ketegaran Nenek Siti meski Sendiri di Usia Senja

Program Sahur dan Bukber Yuk (SBY) Radar Tarakan (Bagian-4)

BERBAGI: Tim SBY Radar Tarakan saat menyerahkan bingkisan kepada Nenek Siti di kediamannya di Pasir Putih. JOHAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Ramadan sudah memasuki hari ke-12. Kali ini tim Sahur dan Buka Bareng Yuk (SBY) Radar Tarakan mendatangi kediaman Siti Rahma (70) di Pasir Putih. Nenek Siti merupakan seorang mualaf, janda sebatang kara di Tarakan.

----

Tim SBY Radar Tarakan tiba di rumah Nenek Siti pukul 17.30 WITA. Rumah kayu yang jabuk termakan usia berukuran sekira 10 X 7 meter. Di dalamnya Nenek Siti hanya tinggal seorang diri karena suami dan tiga orang anaknya telah meninggal dunia.

Di usia yang senja, Nenek Siti yang hanya sebatang kara ini harus kuat menahan sakitnya yang kadang kambuh. Untuk ke dokter, ia harus meminta tolong kepada tetangga yang sudi mengantarnya. “Punggung kadang sakit, enggak bisa makan macam-macam, karena banyak penyakit,” ujarnya.

Uniknya, tidak ada sayuran yang bisa dimakan sang nenek kecuali mentimun dan lauk ikan. “Enggak bisa makan ayam dan telur juga,” tuturnya.

Nenek Siti sudah berada di Tarakan sekitar 40 tahun, suami meninggal sudah 30 tahun silam. Nenek yang berasal dari Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, tepatnya di wilayah Apau Kayan ini mualaf mengikuti sang suami.

Ia menceritakan, pernah diajak untuk pulang kampung oleh saudaranya, namun ia menolak. “Semua keluarga saya di kampung kepercayaan agamanya beda, saya takut nanti disuruh kembali ke agama Kristen lagi. Jadi saya biarlah di sini (Tarakan, Red) karena sudah ada rumah peninggalan suami,” ungkap Nenek Siti.

Usia yang senja dan sakit-sakitan, Nenek Siti kini tak lagi ikut salat berjamaah di masjid, namun hingga kemarin nenek tetap melaksanakan ibadah puasa mulai hari pertama. “Kalau kuat saya puasa, kalau enggak kuat yah buka,” tuturnya.

Untuk kehidupan sehari-hari, Nenek Siti hanya mengharapkan bantuan dari Baznas Tarakan dan sedekah orang. “Sudah tidak bisa kerja, beberapa waktu lalu ada anak muda kasih saya uang Rp 500 ribu. Alhamdulillah bisa buat beli ikan,” ujar nenek berdarah Dayak Kenyah ini.

Nenek Siti menceritakan dengan sakitnya yang kadang-kadang kambuh dan tinggal sendiri, ia membayangkan jika sewaktu-waktu Allah memanggilnya dan tidak ada yang tahu. "Jangan pangil saya waktu malam Tuhan, nanti enggak ada yang lihat (jasad) saya," tuturnya.

Waktu berbuka pun tiba, tim SBY Radar Tarakan dan Nenek Siti menyantap hidangan yang sudah dibawa. Rasa terima kasih Nenek Siti haturkan kepada Radar Tarakan yang peduli dan membagi kebersamaan di bulan Ramadan. “Saya ingat dulu pas sahur, ada juga yang ke rumah sahur bersama. Itu Radar Tarakan juga kan? Alhamdulillah kita panjang umur bertemu kembali, semoga ini kalian semua dilancarkan rezekinya. Terima kasih sembako dan santunan uang tunainya,” kata sang nenek.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Radar Tarakan selalu mengambil andil dalam program Ramadan.

Penanggung jawab program SBY Radar Tarakan Ahmad Syarif Hidayat mengatakan, program SBY Radar Tarakan akan terus berlanjut di Ramadan ini. Ia mengajak kepada para donatur untuk berkontribusi dalam program ini. “Berhubungan baik itu bukan hanya kepada Allah saja, namun kepada sesama juga hablum minallah wa hablum minannas. Apalagi di Ramadan ini,” pungkasnya.

Untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, Anda dapat menghubungi nomor kontak Ayu Lysna (08115902569) atau Ahmad Syarif (085344177006). (udn/lim)

 


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:35

Satu Hektare Lebih Lahan Dilalap Api

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi. Lahan yang terbakar merupakan…

Selasa, 17 September 2019 12:26

Embung Binalatung Kekeringan

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…

Senin, 16 September 2019 09:33

6 Pasang Peserta dari Utara ke Babak Final

PARA PEMENANG DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Juara I         …

Senin, 16 September 2019 09:16
Sejumlah benda bersejarah dan situs bangunan yang ada di Tarakan, sebagai bukti jejak sejarah perang dunia II di Tarakan. Jejak sejarah inipun diabadikan di dua museum yang ada di daerah Kelurahan Kampung Empat. Yakni Museum Perang Dunia II dan Muse

NV Tarakan Mij, Perusahaan Pertama Eksplorasi Minyak

PULAU Tarakan sangat terkenal dengan perminyakannya. Lantas dari catatan sejarah…

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*