MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Mei 2019 12:12
Antisipasi Lonjakan Harga, Bupati Sidak Pasar
PANTAU: Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid saat mengunjungi Pasar Liem Hie Djung dan memantau kondisi harga barang agar tak terjadi lonjakan harga, Rabu (15/5). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Antisipasi kenaikan harga pangan menjadi atensi khusus pemerintah. Apalagi selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah atau 2019 Masehi mendatang. Hal itu dilakukan dengan pemantauan langsung ke beberapa pasar yang ada, Rabu (15/5).

Seperti di Pasar Sentral Inhutani, Kelurahan Nunukan Utara dan Pasar Liem Hie Djung, Kelurahan Nunukan Barat dan beberapa gudang penyimpanan pangan milik perusahaan swasta. Bahkan, dalam pemantauan itu, dipimpin Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura dan didampingi unsur forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) di Kabupaten Nunukan.

Kedatangan rombongan menjadi perhatian pedagang dan pengunjung pasar. Sebab, tak seperti biasanya, kendaraan berplat merah yang ditumpangi sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan, anggota Polisi Resor (Polres) dan juga anggota TNI bergerombolan masuk ke pasar. “Saya bersama aparat kepolisian, TNI dan perangkat daerah terkait memang sengaja melakukan sidak ini untuk memastikan stok kebutuhan sembako tetap aman hingga lebaran nanti,” kata Hj. Asmin Laura kepada media ini saat ditemui usai melakukan kegiatannya kemarin.

Ia mengatakan, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, maka sudah dapat dipastikan bahwa stok barang, khususnya untuk sembako di wilayah Nunukan ini dapat dipastikan aman dan siap saja. “Saya juga menginstruksikan dinas terkait agar terus memantau perkembangan harga di lapangan. Tidak hanya stok saja yang ada. Tapi, harga juga harus tetap stabil,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar menambahkan, dari hasil pemantauan lapangan bersama satuan tugas pangan (Satgas) pangan Polres Nunukan di sejumlah pasar dan distributor pangan, sampai saat ini tak ada upaya penimbunan barang dari oknum pengusaha agar dapat memainkan harga di pasar. Semuanya masih bersifat normal. “Artinya, hanya berupa persediaan barang saja. Karena beda itu menimbun dengan menampung. Harus dibedakan,” jelas Ir Jabbar kepada media ini.

Ia mengatakan, antisipasi yang dilakukan bersama jajaran Polres Nunukan itu berupa penimbunan barang atau sembako dengan tujuan menaikkan harga secara sepihak. Oknum yang memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran untuk meraup keuntungan tidak normal. “Tapi, yang terjadi di Nunukan itu tidak. Hanya menyimpan di gudang lalu kembali dijual lagi dengan normal. Karena, transportasi mendatangkan barang dari luar itu jauh. Jadi, memang harus diperbanyak stoknya biar tidak kekosongan,” pungkasnya. (oya/fly)   


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*