MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Mei 2019 12:05
Pedagang Pasar Liem Hie Djung Mengeluh

Ketersedian Air dan Selokan Mampet Jadi Masalah Baru

DENGAR KELUHAN: Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid berkunjung ke Pasar Liem Hie Djung. Kesempatan ini dimanfaatkan pedagang menyampaikan keluahan yang dihadapinya. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dibangun dengan harga Rp 6 miliar tak menjamin permasalahan yang dihadapi pedagang Pasar Liem Hie Djung selesai. Setelah pedagang menempati dan terbentuknya pengurus pasar yang baru, persoalan ternyata masih ada. Tak hanya lahan parkir yang belum memadai, kini ketersedian air bersih dan selokan menjadi persoalan dan membuat pedagang mengeluh.

Hal ini terungkap ketika Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid berkunjung ke pasar yang baru setahun difungsikan itu. Ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait ketersediaan stok sembilan bahan pokok (sembako) dan antisipasi kenaikan harga selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri mendatang, pedagang menyampaikan keluhan yang dihadapinya. Apalagi, kedatangan pejabat nomor satu di Kabupaten Nunukan itu juga didampingi sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

“Selokan airnya tidak lancar. Air bersih juga tidak lancar. Jadi, kondisi seperti ini bu. Kami minta solusinya bagaimana bu?,” ungkap Iyan, salah seorang pedagang sembari memperlihatkan selokan yang dimaksud.

Iyan dan rekan-rekannya mengaku sudah menyampaikan persoalan ini sejak lama ke pengurus pasar. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan sama sekali. Untuk itu, kedatangan Bupati Nunukan menjadi momen yang tepat menyampaikannya. “Semoga saja direspons cepat. Jangan hanya nanti. Saya rasa kalau bupati itu pasti ditanggapi. Semoga saja yang diperintahkan sigap melaksanakannya. Kita tunggu saja,” akunya saat ditemui media ini. 

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Pengurus Pasar Liem Hie Djung H. Latif membenarkan keluhan pedagang tersebut. Kendala dan solusi yang ingin diberikan ke pedagang sudah disampaikan. Namun, memang belum terlaksana. “Selama ini kami menambah kekurangan pembayaran air yang dikeluarkan. Karena, retsibusi yang diambil tidak cukup,” ungkap H. Latif saat ditemui media ini kemarin.

Ia mengatakan, solusi yang ingin dilakukan adalah penambahan tarif retribusi. Karena, untuk pedagang sayur retribusi yang ditarik sebesar Rp 2 ribu dan pedagang ikan Rp 3 ribu per lapak. Untuk itu, H. Latif mengusulkan agar pemerintah dapat menaikkan harga retribusi yang selama ini ditarik ke pedagang. Sebab, kekurangan pembayaran yang dialami selalu ditanggulangi pengurus. “Jika memang disetujui maka saya pastikan ada koordinasi ke perwakilan pedagang untuk persoalan ini. Seperti apa saran dan masukan mereka,” bebernya.

Terpisah, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengaku sudah mendengarkan keluhan pedagang di Pasar Liem Hie Djung tersebut. Untuk itu, dirinya telah menginstruksikan Dinas Pedagangan (Disdag) Nunukan menyelesaikan persoalan tersebut sesegera mungkin. “Saya sudah minta agar pengurus pasar segera merapatkan persoalan ini. Sebenarnya tidak kurang. Tapi, dibatasi dan dibagikan jalurnya. Karena kalau dibiarkan terbuka bebas iuran air ke PDAM juga membengkak,” jelasnya kepada media ini saat dikonfirmasi.

Sementara, lanjutnya, setiap bulan masih disubsidi pengelola pasar. Sebagai contoh, tagihan retribusi dari pedagang hanya terkumpul sebesar Rp 8 juta. Lalu, tagihan yang harus dikeluarkan sebesar Rp 9 juta. Jadi, ada tambahan biaya yang harus ditanggung pengelola pasar. “Hal ini sudah berlangsung beberapa bulan. Makanya, pengurus pasar itu berinisiatif membagi jalur air bersih itu. Agar biayanya tidak membengkak,” tegasnya.

Hj. Asmin Laura juga mengaku sudah meminta Lurah Nunukan Barat Sudiasih untuk menata kembali posisi pedagang. Antara pasar basah dan pasar kering. Karena jadi keluhan dari pedagang juga. “Tapi, kalau untuk air, sepanjang mereka bisa bayar maka akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hanya persoalan pembayaran saja sebenarnya,” pungkasnya. (oya/fly)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*