MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Mei 2019 10:43
Dilengkapi Ornamen Islami Karya Pemuda Kampung Arab

Melihat Lebih Dekat Kampung Ramadan (Bagian-I)

KREATIF: Kampung Ramadan gelaran pemuda Kampung Arab yang digelar hingga 1 Juni 2019. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Untuk kali kedua, pemuda Kampung Arab menggelar Kampung Ramadan. Masih di tempat yang sama di Kampung Arab, Tanjung Selor Hulu, Kampung Ramadan menjadi alternatif masyarakat untuk mencari penganan berbuka puasa. Bagaimana suasananya, berikut liputannya?

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

JIKA masuk ke Kampung Ramadan.  Setiap pengunjung pasti akan merasakan nuansa yang berbeda dengan pasar Ramadan lainnya yang ada di Bulungan. Sebab nuansa islami yang sangat kental disuguhkan di Kampung Ramadan.

Ini dikarenakan adanya ornamen yang bernuansa islami yang menghiasi daerah itu. Mulai dari gapura yang tampak megah dan kokoh. Hingga ornamen kecil lainnya seperti ketupat yang terbuat dari bahan plastik membentang di atas setiap bahu jalan.

Hal itu menambah daya tarik bagi pengunjung Kampung Ramadan. Mengingat, ornamen itu hanya bisa ditemui di daerah itu saat momen bulan Ramadan bulan yang penuh berkah.

Pasalnya, untuk momen lain lokasi itu sendiri tak ubahnya seperti daerah lain yang tampak biasa. Yang mana, hanya berdiri rumah-rumah penduduk tanpa adanya ciri khas lain atau nuansa Islam kental seperti saat ini.

Belum lagi pemandangan bangunan-bangunan atau rumah tempo dulu yang banyak didiami warga keturunan Arab.

Dari pantauan penulis saat di Kampung Ramadan, masyarakat yang berkunjung terbilang cukup ramai. Lalu lalang kendaraan dan yang singgah saling silih berganti.

Bahkan, beberapa di antara pengunjung menyempatkan diri untuk sekadar berfoto guna mengabadikan momen dengan kamera ponselnya.

“Foto dulu di sini,’’ ucap salah seorang pengunjung sembari menunjuk gapura selamat datang.

Atau saat itu ada juga yang sekadar berjalan santai bersama sanak keluarga dan kerabat di Kampung Ramadan. Mereka memang tampak menikmati suasana di Kampung Ramadan. Itu tampak jelas terlihat dari raut wajah mereka. Sekalipun tengah berpuasa namun tetap terlihat jauh lebih ceria.

Tak hanya itu, untuk menambah nuansa Islam di Kampung Ramadan terdapat satu panggung. Dan panggung itu digunakan untuk kegiatan bernuansa islami Mulai dari penampilan musik hingga dai cilik dan penghafal ayat-ayat pendek Alquran serta kegiatan lainnya.

Muhamad Idris selaku Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Pemuda Kampung Arab (PPKA) Tanjung Selor mengaku apa yang ditampilkan di Kampung Ramadan hanya untuk memfasilitasi kreativitas para pemuda di Kampung Arab. Ornamen-ornamen yang ada merupakan karya pemuda di Kampung Arab.

“Alhamdulillah, ini merupakan kali kedua PPKA menggelar Kampung Ramadan. Ya, itu semua buah dari kerja sama teman pemuda di Kampung Arab yang tergabung dalam PPKA,’’ ungkapnya saat ditemui di Kampung Ramadan.

Dana untuk membuat ornamen diakuinya dilakukan secara swadaya oleh pemuda Kampung Arab. Semua saling iuran demi terselenggaranya Kampung Ramadan yang menjadi kebanggaan. Sebab, dengan adanya Kampung Ramadan dapat menjadi daya tarik di bulan suci ini.

Output dari adanya Kampung Ramadan ini sebenarnya untuk mengarahkan seluruh pemuda ke hal – hal positif. Itulah semenjak saya menjadi pembina di sini berupaya untuk terus secara konsisten mengadakan suatu ajang yang bernilai positif bagi semua,’’ ujar pria yang akrab disapa Ustad Amad ini.

Lebih jauh dikatakannya, mengenai adanya panggung di lokasi Kampung Ramadan, untuk mengisi segala kreativitas masyarakat di Tanjung Selor. Baik pelajar ataupun umum dapat mengisi panggung yang ukurannya tak kurang dari 4 x 5 meter itu.

“Sejauh ini sudah ada beberapa masyarakat yang memiliki hobi musik tampil. Tapi, ke depannya kegiatan lain pun akan disajikan di panggung itu. Tentunya, yang memiliki nilai islami yang tinggi,’’tuturnya.

Pria kelahiran Tanjung Selor, 24 Juli 1984 ini berharap, dengan adanya Kampung Ramadan selama 30 hari, masyarakat yang berkunjung akan benar merasakan bagaimana nuansa islami selama bulan yang sangat dinanti-nantikan umat muslim ini. Karenanya, berbagai inovasi pun dilakukan guna menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

“Kami dengan segala keterbatasan yang ada berupaya terus maksimal dalam menampilkan Kampung Ramadan ini. Tentunya, sekali lagi kegiatan ini akan terus berlangsung hingga malam puncak pada 1 Juni 2019 nanti,’’ tutupnya.(bersambung/ana)

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*