MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Mei 2019 10:35
Listrik Sering Padam, Alat Elektronik Rusak
KONSISTEN: Pemadaman diminta untuk sesuaikan jadwal, agar tidak merugikan para pelanggan. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Akibat listrik sering padam di Pulau Sebatik, khususnya di empat kecamatan. Membuat warga Sebatik mempertanyakan tanggungjawab pihak PLN Ranting Sebatik, terkait rusaknya beberapa alat elektronik milik mereka.

“Di Sebatik ini ada kantor PLN, berarti yang bertanggungjawab tentang jaringan listrik ini. Adalah PLN Sebatik sendiri, bukan melempar ke PLN Nunukan,” kata salah seorang warga Sebatik Timur, Bahram.

Hal ini pernah ditanyakan ke Kantor PLN Sebatik, namun tetap saja masih terjadi kejadian serupa dengan pemadaman listrik secara tiba-tiba. Bahkan sempat ada jadwal yang diberikan, namun pemadaman tidak sesuai jadwal.

Seringnya terjadi pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas warga. Ia juga menyebutkan banyak barang elektronik milik warga rusak hingga tidak bisa digunakan lagi. Tentu warga pertanyakan pelayanan PLN ini, sudah sangat keterlaluan.

Seperti yang terjadi pada Senin (13/5), listrik padam lebih dari sekali dan malamnya terjadi pemadaman listrik yang cukup lama. Padahal jika dilihat dari jadwal hanya empat jam namun kadang lebih. “Sudah banyak korbannya, barang-barang elektronik rusak. Kulkas, TV, mesin cuci dan lain-lain,” ujarnya.

Bahkan ia kembali berencana untuk melayangkan surat ke pihak PLN untuk audiensi. Ingin mengetahui sebenarnya penyebab pemadaman listrik, kenapa sering tidak sesuai dengan jadwal pemadaman. Serta bagaimana tanggungjawab PLN terhadap banyaknya alat elektronik yang rusak.

Sementara Manajer PT PLN Rayon Nunukan, Fajar Setiadi mengatakan, bahwa hingga saat ini kondisi daya mampu listrik masih turun. Karena ada satu mesin pembangkit di PLTMG Sebaung mengalami kerusakan. Sehingga masih sering terjadi pemadaman tiba-tiba. “Masih mengalami kerusakan pada mesin pembangkit, jadi kondisi listrik belum normal,” kata Fajar Setiadi.

Menurutnya, untuk sistem kelistrikan tentu tidak dapat normal sesuai keinginan pelanggan, karena terkadang mesin pembangikit butuh pemeliharaan. Jika dilakukan pemeliharaan tentu kondisi daya kurang stabil. Mesin pembangkit yang ada saat ini di PLTD Sei Bilal sebanyak delapan unit, di PLTD Sebatik ada tiga unit. Selebihnya pembangkit ada empat unit di PLTMG Sebaung. Jadi total mesin yang beroperasi ada 15 unit mesin PLTMG dan PLTD.

Mesin yang ada saat ini, tentu tidak diketahui kapan akan bermasalah. Jika ada yang bermasalah secara tiba-tiba tentu perlu ada perbaikan dilakukan. Seperti saat ini tentu, butuh perbaikan dan daya listrik berkurang. (nal/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*