MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Mei 2019 10:11
Masih Andalkan Bahan dari Malaysia
DIBUTUHKAN: Saat bulan suci Ramadan, warga perbatasan banyak membutuhkan sembako. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga di Sebatik hingga saat ini masih mengandalkan bahan-bahan pokok kebutuhan dapur asal Malaysia.

Seperti yang dikatakan salah seorang pedagang makanan berbuka puasa di Pasar Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Yati. “Bahan pokoknya seperti sembako semua menggunakan sembako dari Malaysia, seperti tepung, minyak goreng dan lainnya,” kata Yati.

Minimnya penjualan produk dalam negeri di daerah ini menjadi penyebab warga memilih produk asal Malaysia. Warga pun mencari bahan-bahan dapur yang lebih murah.

Harga sembako Malaysia dijual di Sebatik pun sesuai dengan kemampuan masyarakat. Seperti tepung dapat dibeli sekira Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram. Minyak goreng dijual sekira Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per liter. Sedangkan untuk sembako lokal tak pernah ditemukan dijual di Sebatik. “Tidak ada sembako dalam negeri dijual di Sebatik, jadi bagaimana caranya mau dibeli,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di Sebatik, Darna, mengatakan, di Sebatik memang masih bebas menjual sembako dari Malaysia, seperti tepung, beras, minyak goreng dan lainnya. “Untuk pembelian sembako dari Tawau, Malaysia, masih diizinkan jika dibawa ke Sebatik. Namun dibatasi tidak dapat melebihi jumlah harga barang sebanyak 600 Ringit,” kata Darna.

Sembako yang dibawa ke Sebatik ini tidak menggunakan kapal besar seperti di Nunukan, sehingga masih dapat dizinkan oleh pemerintah Malaysia. Para pedagang di Sebatik hanya menggunakan perahu dan memiliki nomor perahu dari Malaysia seperti, TW 1527 sebagai kode atau tanda agar mudah diketahui.

Selain itu, pemerintah Malaysia memberikan izin kepada para pedagang untuk mengambil sembako dalam jumlah banyak ketika memiliki izin. Jika tidak, maka dikategorikan melanggar aturan yang berlaku di Tawau, Malaysia. “Harus hati-hati juga, karena sudah banyak sembako dari Tawau yang ditahan akibat mengambil dalam jumlah banyak,” ujarnya. (nal/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:30

Aji Kuning Kini Jadi Langganan Banjir

NUNUKAN – Sejumlah desa yang ada di Sebatik menjadi langganan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PLBN Krayan Dibangun Akhir Tahun

LONG BAWAN - Pos lintas batas negara (PLBN) yang berada…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:09

Daya Berkurang Hingga 2,5 MW, Listrik Bakal Mati-Mati Lagi

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:06

Tak Hadiri Apel Pagi, Kinerja Honorer Dipertanyakan

NUNUKAN - Banyaknya tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab)…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:05

Hakim Tunda Sidang Selama Dua Pekan

NUNUKAN – Sidang perdana preperadilan kasus dugaan kayu ilegal akhirnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:04

Tabrakan dengan Pelajar, Honorer Tewas di Tempat

NUNUKAN – Seorang honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:27

Sejumlah Sekolah Terima Surat Palsu

NUNUKAN – Sejumlah sekolah negeri dan swasta di Nunukan menerima…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:26

Bangun Sinergisme TNI-Polri, Polres Gelar Apel

NUNUKAN – Tetap ingin meneruskan jalinan sinergisme antar TNI-Polri, Polres…

Senin, 19 Agustus 2019 12:30

Calon Pengantin Nyaris Batal Nikah

DUA orang pria nyaris menjadi korban kecelakaan tunggal dalam insiden…

Senin, 19 Agustus 2019 12:11

Pasang Akuarium sebagai Pengingat Pengunjung

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mempunyai cara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*