MANAGED BY:
MINGGU
09 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Mei 2019 12:03
Disdag Pastikan LPG 3 Kg Tak Langka
BUKAN UNTUK WARGA MAMPU: Disdag Nunukan meminta agar warga mampu dan tidak punya hak untuk menggunakan LPG 3 kg yang sudah jelas tertulis di setiap tabung hanya untuk warga miskin, tidak lagi menggunakannya. DOK

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Jeritan terjadinya kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sudah bukan hal yang baru lagi. Bahkan, di sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga merasakannya. Apalagi warga yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Namun, kondisi kelangkaan itu justru dibantah Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Andi Joni. Ia mengatakan, kelangkaan itu terjadi bukan karena barang tersebut tak mencukupi. Namun, barang yang disubsidi pemerintah untuk warga miskin itu digunakan oleh warga yang mampu. “Bahkan, yang teriak-teriak bilang langka itu banyak yang tidak berhak menggunakannya. Apalagi sampai posting-posting status di media sosial,” kata Andi Joni kepada media ini.

Pejabat yang baru saja dilantik untuk menduduki posisi penuh masalah di Disdag ini meminta agar warga mampu dan tidak punya hak untuk menggunakan LPG 3 kg yang sudah jelas tertulis di setiap tabung hanya untuk warga miskin itu tidak lagi menggunakannya. Sebab, jika itu dilakukan, sama saja telah merampas hak orang miskin. “Sudah ada LPG 5,5 kg dan 12 kg dari Pertamina. Harusnya itu yang digunakan. Bukan yang ukuran 3 kg itu,” tegasnya.

Disebutkan, kuota LPG 3 kg yang dimiliki itu mencapai 30 ribu tabung. Kedatangannya dua kali dalam sebulan jika cuaca mendukung. Tapi, jika ada halangan, hanya terlambat beberapa hari saja. Sementara, warga miskin dan yang memiliki usaha mikro kecil menengah hanya sekitar 20 ribu orang. Jadi, jika memang benar untuk disuplai ke mereka, maka sangat-sangat mencukupi. Bahkan, bisa berlebih. “Bagi warga miskin, penggunaan LPG 3 kg itu paling lama 20 hari. Dua LPG bisa 40 hari. Jadi, belum habis LPG di rumahnya, stok ke pangkalan resmi itu sudah datang lagi. Jadi, tidak ada langkanya,” sebutnya.

Selama ini, yang menggunakan LPG 3 kg itu lebih banyak warga mampu. Bahkan, ada juga yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, bukan hak mereka. Makanya, agen harus lebih tegas ke pangkalan resmi atau sub agen sebagai penyalur terakhir kepada warga. “Bisa diperhatikan jika ada pangkalan yang buka. Siapa saja yang antri diberikan. Jadi, biar satu keluarga antri dapat juga. Makanya, prosesnya penyaluran dari pangkalan itu memang harus diawasai dengan betul,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) 2, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Muktar SH tak menampik persoalan LPG 3 kg yang terjadi di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan saat ini. Ia mengatakan, satgas pengawasan LPG 3 kg tinggal menunggu surat keputusan (SK) ditandatangani Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid. “Tinggal ditanda tangan saja SK-nya. Rencana kami, sebelum Ramadan sudah selesai dan tinggal aksi saja,” ujar Muktar saat dikonfirmasi kemarin.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 06 Agustus 2020 09:56

BB Penyelundupan Dimusnahkan

 NUNUKAN - Pasca menggagalkan masuknya media pembawa Hama Penyakit Hewan…

Selasa, 04 Agustus 2020 10:02

Penyaluran JPS Tahap II di Nunukan Terhambat

NUNUKAN – Bantuan jaring pengaman sosial (JPS) tahap II masih…

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:40

Sabu Disimpan di Lubang Dubur, Ketahuan Juga...!!

NUNUKAN - Tiga orang tersangka kurir sabu jaringan internasional yang…

Kamis, 30 Juli 2020 18:07

Door to Door, Satgas Pamtas Ajar Murid Baru

NUNUKAN - Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 623/BWU terhadap pendidikan anak-anak…

Kamis, 30 Juli 2020 17:58

Populasi Kerbau Krayan Terus Menurun

NUNUKAN – Dari tahun ke tahun populasi kerbau Krayan terus …

Kamis, 30 Juli 2020 17:38

Deklarasi ‘Amanah’, Hanura-Golkar Solid

NUNUKAN - Pasangan Calon (Paslon) Hj. Asmin Laura Hafid -…

Rabu, 29 Juli 2020 11:50

Sapi Lokal Cuma Dihargai Rp 12 Juta, Cuma Banyak yang Tak Minat

NUNUKAN - Pandemi memengaruhi masuknya hewan kurban ke Nunukan menjelang…

Rabu, 29 Juli 2020 11:48

Yang Zona Hijau, Pelajar Masuk Sekolah Dilakukan Bertahap

NUNUKAN - Memasuki zona hijau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Rabu, 29 Juli 2020 09:56

Mayat Laki-laki dalam Karung Ditemukan di Pantai Sebatik

NUNUKAN - Sesosok mayat laki-laki ditemukan warga sekitar di Pantai…

Selasa, 28 Juli 2020 13:05

Mantan Dosen Selundupkan Sabu 7 Kg, Mau Dibawa ke Sulawesi

NUNUKAN – Personel Satgas Pamtas Yonif 623/BWU menggagalkan percobaan penyelundupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers