MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Mei 2019 12:03
Disdag Pastikan LPG 3 Kg Tak Langka
BUKAN UNTUK WARGA MAMPU: Disdag Nunukan meminta agar warga mampu dan tidak punya hak untuk menggunakan LPG 3 kg yang sudah jelas tertulis di setiap tabung hanya untuk warga miskin, tidak lagi menggunakannya. DOK

PROKAL.CO, NUNUKAN – Jeritan terjadinya kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sudah bukan hal yang baru lagi. Bahkan, di sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga merasakannya. Apalagi warga yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Namun, kondisi kelangkaan itu justru dibantah Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Andi Joni. Ia mengatakan, kelangkaan itu terjadi bukan karena barang tersebut tak mencukupi. Namun, barang yang disubsidi pemerintah untuk warga miskin itu digunakan oleh warga yang mampu. “Bahkan, yang teriak-teriak bilang langka itu banyak yang tidak berhak menggunakannya. Apalagi sampai posting-posting status di media sosial,” kata Andi Joni kepada media ini.

Pejabat yang baru saja dilantik untuk menduduki posisi penuh masalah di Disdag ini meminta agar warga mampu dan tidak punya hak untuk menggunakan LPG 3 kg yang sudah jelas tertulis di setiap tabung hanya untuk warga miskin itu tidak lagi menggunakannya. Sebab, jika itu dilakukan, sama saja telah merampas hak orang miskin. “Sudah ada LPG 5,5 kg dan 12 kg dari Pertamina. Harusnya itu yang digunakan. Bukan yang ukuran 3 kg itu,” tegasnya.

Disebutkan, kuota LPG 3 kg yang dimiliki itu mencapai 30 ribu tabung. Kedatangannya dua kali dalam sebulan jika cuaca mendukung. Tapi, jika ada halangan, hanya terlambat beberapa hari saja. Sementara, warga miskin dan yang memiliki usaha mikro kecil menengah hanya sekitar 20 ribu orang. Jadi, jika memang benar untuk disuplai ke mereka, maka sangat-sangat mencukupi. Bahkan, bisa berlebih. “Bagi warga miskin, penggunaan LPG 3 kg itu paling lama 20 hari. Dua LPG bisa 40 hari. Jadi, belum habis LPG di rumahnya, stok ke pangkalan resmi itu sudah datang lagi. Jadi, tidak ada langkanya,” sebutnya.

Selama ini, yang menggunakan LPG 3 kg itu lebih banyak warga mampu. Bahkan, ada juga yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, bukan hak mereka. Makanya, agen harus lebih tegas ke pangkalan resmi atau sub agen sebagai penyalur terakhir kepada warga. “Bisa diperhatikan jika ada pangkalan yang buka. Siapa saja yang antri diberikan. Jadi, biar satu keluarga antri dapat juga. Makanya, prosesnya penyaluran dari pangkalan itu memang harus diawasai dengan betul,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) 2, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Muktar SH tak menampik persoalan LPG 3 kg yang terjadi di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan saat ini. Ia mengatakan, satgas pengawasan LPG 3 kg tinggal menunggu surat keputusan (SK) ditandatangani Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid. “Tinggal ditanda tangan saja SK-nya. Rencana kami, sebelum Ramadan sudah selesai dan tinggal aksi saja,” ujar Muktar saat dikonfirmasi kemarin.

Ia membeberkan, satgas LPG 3 kg yang dibentuk ini akan menyisir semua pengecer yang tidak memiliki izin menjual. Mereka diminta mengembalikan dimana pangkalan resmi tempat mereka membelinya. Sementara pihak pangkalan, diminta membeli kembali sesuai dengan harga yang dijualkannya. “Jadi, hak orang miskin itu dikembalikan. Jika tidak, ada sanski tegas menanti,” pungkasnya. (oya/fly)


BACA JUGA

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Sabtu, 07 September 2019 09:50

Memangnya Ada Apa..?? Warga Flores Timur Didata Ulang

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Sabtu, 07 September 2019 09:33
Kebakaran

Bocah Bermain Api, Tiga Unit Rumah Hangus

NUNUKAN – Kebakaran terjadi di Jalan Tawakal, Kecamatan Nunukan Tengah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*