MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 08 Mei 2019 11:57
Perketat Masuknya Barang Ilegal
AKAN DIMUSNAHKAN : Sejumlah daging merek Allana ilegal hasil tangkapan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan yang akan dimusnahkan dalam waktu dekat. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Berada di daerah perbatasan, membuat banyaknya barang Malaysia yang ditemui di Kaltara. Bahkan tak jarang barang dari negeri jiran tersebut masuk ke Kaltara melalui jalur tidak resmi.

Memasuki bulan Ramadan, diprediksi barang dari Malaysia akan lebih genjar masuk lantaran kebutuhan masyarakat yang meningkat. Ditambah lagi, masyarakat Kaltara sebagian besar juga masih bergantung dari Nunukan dan Tawau, Malaysia.

“Kami sebelum masuk bulan puasa itu jauh-jauh hari sudah melakukan patroli rutin. Kami selalu mengantisipasi masuknya barang ilegal dari Malaysia,” ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Nuralim T.Kimin, kemarin (7/5).

Diakuinya, selama ini pihaknya bersama instansi lain seperti kepolisian dan Bea Cukai selalu melakukan pengawasan ketat terhadap barang yang dari Malaysia. Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan akan melakukan inspeksi mendadak bersama satuan petugas untuk bisa mengawasi stok dan ketersediaan bahan pangan di Tarakan dan Kaltara.

“Jadi termasuk jalur sembunyi juga akan menjadi perhatian bagi kami. Tapi sampai saat ini, belum ada terlihat kenaikan aktivitas impor bahan makanan dari Malaysia,” bebernya.

Pihaknya berharap kepada semua pengusaha yang ingin mengimpor barang, agar tidak melakukan secara ilegal. Semua pengusaha untuk mengikuti prosedur yang ada. Intinya, pihaknya tidak menginginkan adanya permasalahan barang ilegal kemudian akan berurusan dengan hukum. “Kami maunya masuk itu secara legal, jangan sampai bermasalah dan berurusan dengan hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Nuralim, untuk saat ini pihaknya sudah melakukan penyitaan terhadap 2,5 ton daging merek Allana dari Nunukan. Daging tersebut disita pada bulan April, lantaran tidak memiliki surat izin yang lengkap. Daging tersebut saat ini sudah disimpan dan dititipkan sebagai barang bukti di Tarakan, sambil menunggu jadwal pemusnahan Juni mendatang.

“Kami nanti mau musnahkan setelah Lebaran dan kami akan laporkan ke Gubernur (Dr. H. Irianto Lambrie) dulu. Kalau kami sudah komunikasikan dengan Gubernur dan instansi lain, baru kami lakukan pemusnahan,” pungkasnya. (zar/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 13:43

Usai Lebaran, Razia PSBB Tetap Lakukan

Tarakan –  Dengan adanya perpanjangan waktu Pembatasan Sosial Berskala Besar…

Rabu, 27 Mei 2020 13:38

Udin Tetap Optimistis Berpasangan dengan Yansen

TARAKAN - Bursa pilgub Kaltara nampaknya akan memasuki babak baru…

Rabu, 27 Mei 2020 13:33

Rencana Ingin Silaturahmi, Sampan Justru Terbalik

TARAKAN – Kecelakaan kapal jenis sampan dengan muatan 2 orang…

Selasa, 26 Mei 2020 10:06

66 Narapidana Menunggu Remisi Susulan

TARAKAN - Tidak semua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas…

Selasa, 26 Mei 2020 09:40

Lebaran, Nihil Laka Lantas

TARAKAN - Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama malam…

Selasa, 26 Mei 2020 09:34

Imbauan Pemerintah Masih Tak Diindahkan

TARAKAN – Selama Ramadan 1441 Hijiriah, terlihat masih banyak masyarakat…

Selasa, 26 Mei 2020 09:30

H+2 Lebaran, Pasar Gusher Masih Sepi Pengunjung

TARAKAN -Bulan Ramadan memang menjadi momen di mana pasar menjadi…

Selasa, 26 Mei 2020 09:21

Tiga Hari Pantai Amal Tutup

HARI kedua Lebaran, objek Wisata Pantai Amal sepi. Biasanya, masyarakat…

Selasa, 26 Mei 2020 09:14

Moda Laut Dibuka 8 Juni

MESKI angka kasus positif covid-19 terus melandai di Tarakan, namun…

Minggu, 24 Mei 2020 11:49

Satu Bayi Lahir di Hari yang Fitri di RSUD

TARAKAN - Seorang bayi laki-laki lahir di Hari Raya Idulfitri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers