MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 06 Mei 2019 15:12
Enggan Disandera Biaya Mahal

Menakar Beban para Caleg Terpilih

KLIR: Pelaksanaan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 di Kota Tarakan, Minggu (5/5). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Pesta demokrasi 2019 masih hangat dibicarakan. Sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat maupun di daerah mengumumkan hasil resmi, hasilnya masih menjadi perbincangan hangat. Apalagi banyak wajah baru yang akan mengisi kursi parlemen.

---

SALAH satu calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Dapil Tarakan Utara yang diprediksi lolos Deno Rante Danun, lebih memilih menunggu pengumuman resmi dari KPU Tarakan.

Meski sudah diprediksi lolos, pria asli Palopo ini mengaku bersikap biasa saja. Lantas apa yang membuatnya tertarik untuk duduk di kursi parlemen? Tak muluk-muluk ia mengaku ingin mengubah sudut pandang masyarakat terhadap anggota dewan.

Maklum di mata masyarakat, anggota dewan hanya terlihat menjelang pemilihan umum (pemilu). Jika benar adanya ia diberi kesempatan mengisi salah satu kursi parlemen di DPRD Tarakan, sebagai wakil rakyat ia ingin terjun langsung di tengah-tengah masyarakat dan menyerap aspirasi.

“Masyarakat hanya bisa bertemu dengan anggota dewan itu lima tahun sekali. Nah, saya ingin imejitu berubah. Kalau memang saya jadi anggota dewan, saya mau banyak di masyarakat. Kita wakil rakyat, seharusnya lebih banyak di masyarakat menyerap aspirasi,” terangnya kepada Radar Tarakan, Sabtu (4/5).

Paling tidak memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) tempatnya tinggal. Mewakili suara rakyat, inilah salah satu tugas anggota dewan. “Paling tidak silaturahmi dengan ketua RT, apa yang bisa diperjuangkan di lingkungannya untuk warga. Kan begitu,” katanya.

Meski terbilang baru terjun di dunia politik, ia mampu bersaing dengan petahana. Ia berhasil memperoleh 718 suara di Tarakan Utara. Lantas bagaimana strateginya untuk meraih suara masyarakat? Ia mengaku tak banyak menjanjikan sesuatu yang berlebihan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah masyarakat menganggap saya salah satu terbaik. Apalagi saya mendapatkan kursi paling terakhir dari empat nama itu. Saya tidak menjanjikan ini dan itu, tapi kita menyerap aspirasi dan perjuangkan di pemerintahan. Jadi bagaimana berkolaborasi dengan pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” bebernya.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai ketua RT selama 10 tahun dan organisasi lainnya. Termasuk ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) kelurahan selama dua periode dan ketua LPM kecamatan selama satu periode. Setidaknya dengan berkecimpung di organisasi, ia memiliki sedikit pengalaman dalam dunia pemerintahan.

Sejauh ini yang ia ketahui mengenai keinginan masyarakat hanya butuh diperhatikan. “Dan saya di Golkar sudah 10 tahun. Dulu sering ikut organisasi, alhamdulillahposisinya selalu dipercayakan sebagai ketua. Apa yang dibutuhkan masyarakat, sebetulnya tidak bertele-tele. Sederhana saja keinginan masyarakat itu hanya ingin diperhatikan,” bebernya.

Ia pun tak ingin mengecewakan masyarakat dengan janji-janji yang berlebihan. Tujuh bulan sebelum Pemilu, ia memilih datang dari rumah ke rumah warga untuk mendapatkan kepercayaan.

Lantas berapa modal yang ia keluarkan selama promosi atau kampanye? Ia berterus terang finansial yang ia keluarkan tidaklah banyak. Untuk membuat baliho dan pembuatan sekitar dua ribu kartu nama, hanya menghabiskan Rp 3 juta.

Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat pun diupayakannya dengan menemui langsung. Paling tidak ia hanya mengorbankan waktu.

“Mungkin saya satu-satunya caleg yang tidak ada tim. Politik saya tidak dijalankan orang, karena kalau dijalankan orang cost-nya lebih besar. Saya hitung-hitung untuk sosialisasi dan alat peraga itu hanya Rp 3 juta. Karena yang kami jual itu program, tidak janjikan apa-apa,” bebernya.

Program seperti apa yang ia tawarkan kepada masyarakat? Melihat dari program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, dan Effendhi Djuprianto, ia menilai berpihak kepada masyarakat. Ia merasa inilah yang patut diperjuangkan untuk masyarakat. “Melihat program dari dr. Khairul memang bagus dan perlu kita dukung itu. Nah, ini yang kami kawal karena berpihak ke masyarakat. Kalau tidak berpihak ke masyarakat, itulah tugas kita. Itu menurut saya, tidak tahu bagaimana dengan teman-teman lainnya,” katanya.

Apakah merasa terbebani dengan tugas dan tanggung jawab anggota dewan ke depan? Ia mengaku tidak ada beban yang begitu dipikirkan. Ya, sepengetahuannya yang menjadi tugas dasar seorang anggota dewan adalah mengawasi, budgeting atau anggaran dan legislasi.

“Kalau pun jadi anggota dewan, saya merasa tidak ada beban karena saya tidak menjanjikan apa-apa, seperti akan memperbaiki jalan rusak dan sebagainya. Karena saya sadar, kalau kita terlalu menjanjikan, dewan bukan pengguna anggaran tapi mengawasi. Yang menggunakan anggaran itu SKPD,” tutupnya.

Sementara itu, caleg dari partai Partai Perubahan Indonesia (Perindo) Mellyana Anggraeni. Saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Mely, sapaan akrabnya, mengatakan tidak terlalu menaruh harapan sebelum hasil dikeluarkan. Meski demikian, ia menerangkan jika dirinya berhasil menjadi penyambung lidah masyarakat tentu menjadi tantangan tersendiri baginya. Walau begitu, ia mengaku optimistis dapat menjalankan amanah tersebut sesuai yang diharapkan.

“Kalau optimistis pasti, cuma saya tidak berekspektasi banyak sebelum adanya hasil resmi keluar. Jika resmi nanti tentu ini menjadi tantangan baru bagi saya. Tapi saya yakin mampu mengemban tugas ini sesuai amanah masyarakat,” tuturnya.

Mengenai biaya yang dikeluarkan dalam kampanye, ia mengaku tidak menyiapkan dana khusus. Hanya, ia tidak menepis dalam persaingan politik memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi untuk seseorang yang baru di dunia politik seperti dirinya. Walau begitu, ia mengaku hanya bermodalkan keyakinan saja.

“Tidak ada anggaran khusus yang saya siapkan dalam kampanye. Memang kami semua paham politik memerlukan biaya besar. Tapi saya hanya mengandalkan relasi teman-teman, dan teman-teman saya cukup solid mendukung saya maju sebagai wakil rakyat. Alhamdulillah atas dukungan teman-teman yang juga membantu mempromosikan saya akhirnya saya mendapat kepercayaan masyarakat. Memang saya juga keluar uang tapi tidak besar sekitar Rp 10 jutaan saja. Karena untuk sosialisasi sama warga kan butuh konsumsi juga,” tuturnya.

Caleg Dapil Tarakan Timur ini pun mengungkapkan strateginya dalam berkampanye. Ia menerangkan strateginya dalam mengambil hati masyarakat adalah mau memahami dan mendengarkan keluhan masyarakat. Selain itu,  memperluas jaringan pergaulan kepada teman sebaya juga merupakan faktor penting meraup suara.

“Yang penting mau mendengar keluhan atau pun nasehat masyarakat yang lebih tua  dengan mendengar masyarakat akan merasa dihargai. Selain itu kalau saya sendiri juga mengandalkan jaringan pergaulan. Akhirnya dari pergaulan itu akhirnya teman-teman memperkenalkan saya sama tetangganya melalui mulut ke mulut dan akhirnya itu cukup efektif,” pungkasnya.

 

PEMBANGUNAN DESA TERISOLIR PR UTAMA

Panggilan jiwa para caleg terpilih juga membuat mereka yakin mampu menjalankan amanah dengan baik. Norhayati Andris, hampir dipastikan melenggang untuk kedua kalinya ke DPRD Kaltara. Meski hasil resmi dari KPU belum dirilis, namun dari perolehan suara sementara yang didapatkan pihaknya sangat yakin dapat melenggang ke parlemen.

“Kami yakin dan bersyukur  atas hasil pleno kemarin karena mendapatkan 2 kursi. Tentunya ini merupakan hasil kerja keras dan kerjasama kawan-kawanlah. Untuk perolehan suara sekitar 3.125. Sebagai penyambung lidah masyarakat, tentunya ini merupakan suatu amanah dari rakyat kepada kami untuk dapat menyampaikan aspirasi mereka,” ujarnya, kemarin (5/5).

Ia menerangkan, meski belum dapat menyelesaikan segala persoalan di masyarakat, namun pihaknya akan terus berupaya melanjutkan pekerjaan rumah (PR) tersebut hingga aspirasi masyarakat dapat terealisasi. Selain melanjutkan program yang belum sempat terealisasikan, ia menegaskan jika pihaknya akan selalu menjadi ujung tombak program pemerintah pusat dalam membangun kawasan perbatasan.

“Tentu PR kami masih banyak, karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, pendidikan dan masih banyak desa yang membutuhkan pembangunan infrastruktur lagi. Kemudian program pemerintah yang juga merupakan visi-misi presiden Indonesia siap menjadi ujung tombak memperjuangkan program itu dan siap merealisasikannya,” tuturnya.

Mengenai program yang telah dijalankan, ia menerangkan jika pihaknya selama ini telah berhasil menyampaikan aspirasi masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga pada proses paripurna. Selain itu, perwakilan rakyat daerah juga selama ini berperan aktif dalam terbentuknya berbagai badan dan lembaga di Kaltara sebagai upaya menjadikan Kaltara tidak bergantung pada provinsi lain.

“Kalau yang sudah diperjuangkan, kebetulan pada periode lalu, saya kan sebagai ketua komisi satu. Di dalam komisi satu itu memperjuangkan daerah-daerah perbatasan untuk memperjuangkan daerah otonomi baru. Yang pertama, membawa aspirasi masyarakat apou kayan dan beberapa daerah lain untuk mendapatkan status daerah otonom. Selain itu kami juga telah memperjuangkan pembentukan Polda Kaltara dengan melakukan pertemuan kepada petinggi Polri,” ucapnya.

Mengenai biaya yang dikeluarkan dalam kampanye, ia menerangkan jika dirinya tidak mengetahui secara pasti. Hanya ia mengakui dalam proses persaingan pesta demokrasi, pasti membutuhkan biaya yang tidak kecil. Walau begitu, ia mengaku hal tersebut merupakan wewenang partai. Meski demikian, menurutnya kemenangan yang diraih adalah hasil dari kinerja yang dilakukan selama 5 tahun sebelumnya. “Untuk modal, sepertinya tidak ada modal khusus yah. Mungkin biaya kampanye lebih ke partai yah, karena kami ini kan tim, bukan individu. Yang jelas kami lebih ke strategi. Strategi kami  memaparkan hasil kerja kami pada masa periode sebelumnya, kemudian menjelaskan program lanjutan yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya menjelaskan potensi apa saja yang bisa kami kembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

4 CALEG PKB DISODORKAN

Di Tarakan, setelah memastikan meraih suara terbanyak di Kota Tarakan melalui rapat pleno KPU yang berakhir pada Minggu (5/5) kemarin, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga berkeyakinan mendapat kursi ketua pimpinan di DPRD Tarakan.

Hal itu disampaikan Plt Ketua DPC PKB Tarakan, Ahmad Usman saat menggelar jumpa pers di salah satu rumah makan di Jalan Kusuma Bangsa, kemarin.

Menurutnya, dari keempat calon legislatif (caleg) PKB terpilih melalui Pemilu serentak 2019, memiliki kapabilitas dan integritas untuk menjabat ketua DPRD Tarakan periode 2019-2024. “Jujur saja saya bingung siapa di antara mereka yang akan menjadi ketua dewan di Tarakan nanti, tapi semuanya layak dan tentu ada proses untuk itu, sehingga dari DPC hanya merekomendasikan ke tingkat DPW lalu diteruskan ke DPP,” jelasnya.

Siapa saja yang direkomendasikan? “Semuanya dari keempat orang ini akan kami rekomendasikan. Insyaallah siapa pun yang diberikan amanah itu dia adalah kader kami,” jawabnya kepada wartawan.  Dikatakannya, ada banyak faktor untuk menentukan ketua di lembaga legislatif. Salah satunya berdasarkan suara terbanyak. Jika mengacu demikian, maka ketua DPRD Tarakan dari PKB akan diemban oleh Al Rhazali, caleg Dapil Tarakan Barat dengan suara terbanyak yakni 1.905. “Tapi di PKB ada musyawarah kesepakatan yang harus kami ikuti untuk itu, yang jelas dari DPC akan merekomendasikan semuanya ke DPW lalu ke DPP, nah biarlah di sana yang tentukan,” tutur Ahmad Usman.

Adapun keempat caleg PKB terpilih dari empat dapil di Tarakan adalah Maslan Abdul Latief dari dapil Tarakan Timur, Zoelham Dapil Tarakan Utara, Saipullah Dapil Tarakan Tengah dan Al Rhazali Dapil Tarakan Barat.

Torehan prestasi PKB melalui pemilu tahun hingga mendapat jatah kursi pimpinan di Bumi Paguntaka. Menurut Ahmad Usman, bertolak belakang dari yang diharapkan dan ditargetkan. Bagaimana tidak, sejak menahkodai PKB Tarakan yang dimulai 20 hari sebelum memasuki tahapan pemilu kala itu, PKB hanya menargetkan dua kursi di legislatif Tarakan.

“Berdasarkan hasil pleno KPU kami yang terbanyak, yaitu 13 ribu lebih. Tentu hal ini menjadi prestasi yang sangat luar biasa namun juga bagian dari evaluasi kami dari pemilu sebelumnya dan komposisi caleg di setiap dapil yang ternyata punya potensi,” katanya.

“Sebenarnya target kami hanya dua kursi. Kenapa? Ya realistis saja karena di Dapil Tarakan Tengah ada petahana dan ibu Umi Suhartini, tapi ternyata kami bisa dapat semuanya dari caleg milenial dengan rata-rata umur di bawah 35 tahun,” tambahnya.

Prestasi itu juga dikatakannya berkat kolaborasi kerja sama dengan para senior di kepengurusan PKB. Semntara perolehan kursi di DPRD Kaltara, masih dikatakan Ahmad Usman, PKB meraih dua kursi. “Di provinsi kami hanya dapat dua kursi, yaitu dari Tarakan satu atas nama saya sendiri dengan perolehan yang signifikan, dan satunya lagi dari dapil Bulungan-Tana Tidung,” pungkasnya.(*/one/*/zac/sur/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers