MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 06 Mei 2019 15:02
Warga Jangan Menimbun Sembako

Bawang Merah Sudah Naik

PANTAU LANGSUNG: Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, didampingi sejumlah unsur pimpinan daerah melakukan pemantauan harga pangan, Minggu (5/5). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sebagai upaya memastikan harga dan stok sembako aman memasuki bulan Ramadan 1440 H, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, bersama unsur pimpinan daerah dan instansi terkait lainnya, Minggu (5/5) memonitor harga dan stok sembako di beberapa lokasi yang ada di Tarakan.

Harga dan stok sembako dimulai pada pukul 08.30 WITA  dengan mengujungi toko STB, Pasar Tenguyun, gudang Bulog, gudang sembako di Jalan Dipenogoro, Pasar Gusher dan Ramayana. Terjadi kenaikan harga beberapa sembako, namun dinilai masih wajar.

Kepala Toko STB Hernawan mengatakan, sejauh ini kenaikan harga sembako baru terjadi pada komoditas bawang merah, per kg mencapai Rp 38 ribu.

“Kenaikannya mencapai Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu untuk bawang merah, penyebabnya tidak lain harga dari Surabaya yang mengalami kenaikan. Selain itu kondisinya stok saat ini juga masih kosong,” ungkapnya.

Sementara untuk komoditas sembako lainnya dirinya anggap masih stabil. Perlu dilakukan penambahan stok lagi sebagai antisipasi terjadinya lonjakan harga seperti tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi.

“Seperti bawang putih saat ini masih stabil dengan harga Rp 40 ribu per kg, namun kami perlu stok lagi karena kondisi gudang untuk bawang putih sudah kosong. Begitu pun bawang merah yang juga saat ini di gudang kami sudah kosong,” bebernya.

Terpisah pedagang Pasar Tenguyun, Suryanti mengungkapkan bahwa harga daging ayam sejauh ini masih normal yakni Rp 40-45 ribu per kg.

“Masih normal, tidak ada kenaikan sejauh ini karena stoknya juga cukup banyak,” bebernya.

Namun dirinya tidak memastikan apakah kondisi harga daging ayam tersebut tidak mengalami kenaikan hingga menjelang Idulfitri mengingat permintaannya nanti akan terus meningkat.

“Saya tidak tahu juga nanti apakah mendekati Idulfitri tidak mengalami kenaikan, karena belajar dari tahun-tahun sebelumnya pasti naik, bahkan tahun lalu angkanya menjadi yang tertinggi se-Indonesia yakni mencapai Rp 80 ribu per kg,” ujarnya.

Puwanti, seorang pedagang Pasar Gusher, mengungkapkan kenaikan sembako terjadi pada cabai, Rp 70 ribu per kg.

“Baru kemarin naiknya, kalau normalnya Rp 50 ribu, kenaikan juga disebabkan harga tempat kami membeli di Sulawesi mengalami kenaikan, sehingga kami juga menaikkan harganya agar tidak rugi,” tuturnya.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengungkapkan bahwa harga dan stok sembako saat ini masih aman, namun perlu ada penambahan stok sembako sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga.

“Dalam minggu-minggu ini akan kami bahas bersama instansi terkait berkaitan stok masih kurang seperti gula dan daging, di mana perlu dilakukan penambahan stok,” ujarnya.

Selain itu harga sembako juga pastikan sejauh ini aman. “Kenaikannya masih wajar saja, di mana kenaikan yang terjadi saat ini dikarenakan berbagai faktor, mulai harga sembako yang dibeli dari sana memang sudah naik. Hingga stok kurang yang memicu terjadinya kekurangan,” bebernya.

Sebagai upaya untuk memastikan harga sembako tetap stabil hingga Idulfitri tahun ini, pihaknya berencana untuk melakukan operasi pasar seminggu menjelang Idulfitri. “Operasi pasar ini untuk mengantisipasi kenaikan harga sembako, terutama daging ayam yang kita ketahui terjadi kenaikan tinggi pada tahun lalu, nantinya ada beberapa operasi pasar yang dilakukan di beberapa titik, tujuannya tidak lain menekan harga agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” tuturnya.

Sejauh ini stok daging ayam yang naik menjelang Idulfitri masih terpantau aman. “Stok masih aman, harga juga masih jauh dari HET yakni Rp 38 ribu hingga Rp 45 ribu per kg,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara Hendik Sudaryanto mengatakan, meski jumlah pasokan sembako saat ini masih cukup, pihaknya tetap mewaspadai terjadinya kenaikan harga pada komoditas sembako. “Biasa setiap tahunnya untuk komoditas bawang merah, bawang putih, daging ayam, telur dan cabai sering terjadi peningkatan harga yang tinggi, sehingga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berusaha  menjaga agar kenaikannya tidak terlalu tinggi melalui operasi pasar,” ujarnya.

“Adanya penjelasan dari pemerintah terkait kondisi harga dan stok sembako yang masih aman juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, di mana tidak ada kekhawatiran dari masyarakat yang berakibat tidak terjadinya penimbunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perum Bulog Sub Divre Tarakan Pengadilan Lubis mengatakan, stok sembako yang ada di gudang Bulog masih cukup untuk 3 bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu khawatir.

“Beras, gula dan minyak goreng masih cukup untuk tiga bulan ke depan, bila nanti kami mengalami kekurangan kami langsung meminta penambahan ke pusat” tuturnya.

Bahkan untuk memastikan ketersediaan akan kebutuhan sembako cukup, pihaknya sudah melakukan pendistribusian ke distributor, pedagang pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK).

“Insyaallah cukup untuk tiga bulan ke depan, jadi saya mengimbau untuk tidak ada masyarakat atau pedagang yang melakukan penimbunan,” ujarnya.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan menegaskan akan melakukan penindakan terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan.

“Siapa pun yang berbuat curang dengan mencari keuntungan dengan melakukan penimbunan, mengoplos hingga memalsukan sembako yang akan dijual ke konsumen akan kami tindak tegas,” tuturnya.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Bulog sudah melakukan pengawasan dan deteksi dini. “Bila nanti kami dapati oknum tersebut, tentunya sanksi hukuman sudah menanti, mulai dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen hingga KUHP,” pungkasnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:31

Krisis Air Makin Dekat, Diprediksi Sisa 4 Hari

TARAKAN – Air baku pada Embung Binalatung atau Kampung Satu…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:30

Pemkot Siapkan Regulasi Hatchery Kepiting

TARAKAN – Pengaturan ekspor kepiting, lobster dan rajungan sudah melalui…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:29

Mustain, Suara Dua Kali Lipat di Periode Kedua

Mustain, S.H, duduk untuk periode kedua sebagai anggota DPRD Tarakan.…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:27

WASPADA..!! Kosmetik Berbahaya Itu Ternyata ‘Ganti’ Wajah

TARAKAN- Beredarnya kosmetik bahan berbahaya disikapi Badan Pengawas Obat dan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:01

Over Kapasitas, Pemkot Bantu Rutan

TARAKAN – Kondisi over kapasitas yang terjadi pada Lapas Kelas…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:58

Kesalahan Saat Pengerjaan, Jalan RT 09 Terancam Longsor

TARAKAN - Terdapatnya lubang besar yag berada tepat di bawah…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:55

Main Sabu, Satu Warga Binaan Lapas Dijemput BNNK

TARAKAN – Penyidik Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan (20/8),…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:54

JPU Tuntut Irfan 20 Tahun Penjara

TARAKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Muhammad Irfan yang…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:46

Jalan P. Aji Iskandar Dinyatakan Rawan

TARAKAN – Pasca peristiwa kecelakaan di Jalan P. Aji Iskandar…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:35

Kelas RSUD Jadi Perdebatan

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan milik Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*