MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 03 Mei 2019 10:08
Sekolah ‘Kandang Ternak’ Dikucur Anggaran
TETAP SEMANGAT: Meski dengan keterbatasan, siswa dan guru di SDN 006 Sekatak Filial Merungau, Kecamatan Sekatak ini tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti sekolah lain. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sempat menjadi tanya tanya terkait tidak jelasnya pelaksanaan pembangunan ruang belajar mengajar yang jauh lebih layak di SDN 006 Sekatak Filial Merungau, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan memastikan pembangunan di sekolah itu akan segera direalisasikan.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bulungan, Suparmin mengungkapkan, sejauh ini alasan belum direalisasikannya pembangunan ruang belajar mengajar di sekolah alternatif yang mulai aktif kembali sejak tahun 2016 lalu itu dikarenakan masih adanya proses pembahasan yang belum terselesaikan oleh Disdikbud Bulungan.

Di samping, melihat kondisi anggaran di pemerintah daerah yang tengah defisit kala itu. Oleh karenanya, pihaknya mengaku butuh waktu dalam merealisasikannya. Dan ini sembari terus melihat kondisi anggaran yang tersedia yang akan digunakan untuk pembangunan ruang belajar mengajar di sekolah filial itu.

“Kita memang tidak bisa secara serta merta memberikan anggaran pembangunnya saat itu juga. Tapi, kita juga butuh waktu dan proses untuk merealisasikannya,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya.

“Akan tetapi, tahun ini kami pastikan anggaran itu sudah ada dan tinggal disalurkan. Dan kalau sejak dulu anggaran itu memang ada, tentu pembangunan akan segera direalisasikan sejak jauh-jauh hari,” sambungnya.

Ditanya mengenai besaran dan sumber anggaran yang dimaksud? Pihaknya yang pernah menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Palas Utara menjelaskan, besaran anggaran itu yakni berkisar Rp 90 juta. Sedangkan, untuk sumber anggaran sendiri dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) melalui dana aspirasi DPRD sebelumnya.

“Karena ini statusnya sekolah alternatif atau filial. Oleh karenanya, memang penganggaran dari APBD. Berbeda halnya, jika status sekolah itu seperti di SD induknya. Maka, bisa melalui anggaran APBN (anggaran pendapatan belanja negara),” jelasnya.

Ditambahkannya juga, untuk desain pembangunan sekolah dengan besaran anggaran itu sudah ada. Di mana nantinya pembangunanya hanya menggunakan bahan dasar kayu. Hal ini, tentunya menyesuaikan dari besaran anggaran yang ada.

“Tapi, untuk lebih jelasnya nanti di bagian kelembagaan dan sarpras. Hanya, anggaran itu saya yakin dapat menjadikan bangunan sekolah itu akan terlihat jauh lebih layak,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan dan Sarpras, Hasriyansyah membenarkan tentang besaran anggaran dan desain dari sekolah yang dijuluki kandang ternak dan warung kopi itu. Nantinya akan dibangun dengan material kayu dan ukuran menyesuaikan RAB (rencana anggaran biaya).

“Untuk sekolah filial itu sebenarnya sudah ada desainnya. Menurut kami saat ini tinggal proses penyaluran anggaran itu saja ke pihak sekolah,” ungkapnya seraya menunjukkan desain gambar-gambar sekolah kepada awak media ini.

Akan tetapi, lanjutnya, sebelum anggaran itu benar-benar disalurkan ke pihak sekolah. Ia memastikan bahwa akan terlebih dahulu ke lokasi sekolah tersebut. Tujuannya, yaitu untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi terbarunya. Dan pihaknya mengusahakan dalam waktu dekat ini akan segera melihat sekolah filial yang berada di tengah kebun warga itu.

“Nanti sebelum anggaran ini kami salurkan. Rencananya, kami akan ke sana dahulu untuk melihat bagaimana kondisi sekolah itu saat ini,” ujarnya.

Lanjutnya, di Bumi Tenguyun sendiri, untuk SD filial saat ini diakuinya hanya ada satu. Sedangkan, untuk tingkat SMP pun ada satu. Hanya, untuk tahap awal ini penganggaran yang ada untuk pembangunan sekolah yakni di SDN 006 Sekatak Fililal Merungau.

“Sementara, di SDN 006 Sekatak Fililal dulu untuk tahun ini. Dan memang anggarannya tersedia hanya di sekolah itu,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya berharap nantinya dari besaran anggaran yang akan disalurkannya itu dapat dengan baik penggunaannya. Tentunya, pihaknya pun akan meminta bukti laporan pertanggung jawaban (LPj) dari pembangunan sekolah tersebut. “Kami berharap, anggaran itu dapat dengan baik pemanfaatannya. Dan, kami pun meminta LPj dari pembangunannya nanti,” terangnya.

Disinggung mengenai pembangunan sekolah apakah menggunakan pihak ketiga? Ia menjelaskan bahwa alurnya yaitu nanti besaran anggaran yang ada itu akan disalurkan ke sekolah tersebut. Dimungkinkan, nanti dari pihak sekolah sendiri yang akan melakukan pembangunan dibantu dengan masyarakat yang ada di lokasi sana.

“Tanggung jawab kami anggaran itu sampai pada sekolah. Untuk selanjutnya, yaitu tinggal bagaimana sekolah dapat mengelolanya dengan baik dari besaran anggaran itu. Mengapa? Karena memang dari anggaran itu berdasarkan RAB cukup untuk digunakan pembangunan sekolah di filial itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala SDN 006 Sekatak, Johan Wahyudi berharap, sekolah filial itu dapat segera dibangun yang jauh lebih laik. Sehingga nantinya tidak ada lagi julukan-julukan yang saat ini muncul seperti kandang ternak.

“Kalau dari kami ingin sekolah itu dapat dibangun lebih laik. Karena apa? Di sekolah itu sudah cukup banyak murid dan rasa percaya yang tinggi dari masyarakat setempat untuk menyekolahkan anaknya di sekolahnya itu,” tuturnya.

“Tapi, dulu sempat dalam Musrenbang ada dana Rp 80 juta yang diperuntukkan bagi sekolah itu. Nah, saat ini kami terus menunggu realisasinya,” timpalnya seraya berkata kembali dana itu setidaknya cukup untuk membuat sekolah kayu yang lebih laik dari saat ini.

Sedangkan, Hermanus salah seorang guru yang saat itu bersama Kepsek menambahkan juga, dulunya sekolah itu dibangun memang secara swadaya. Bahkan, untuk murid-muridnya sendiri dalam menempuh pendidikannya itu ibarat Senin–Kamis. Hal itu dikarenakan memang kondisi saat dibangun dahulu muridnya masih sedikit.

“Sekarang sekolah itu sudah mulai ada daya tarik. Apalagi, nanti jika direhap. Maka, dipastikan banyak orang tua di desa itu yang menginginkan anaknya sekolah di SDN 006 Filial itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, di SDN 006 Sekatak Filial Merungau itu saat ini terdapat tiga ruang kelas. Rincinya, kelas 1 ada 10 murid, kelas 2 ada 4 murid dan kelas 3 ada 5 murid. Total saat ini ada sebanyak 19 murid. Sedangkan, untuk gurunya sendiri yaitu ada tiga orang. Di mana dua sebagai tenaga honorer dan satu pegawai negeri sipil (PSN).

Diketahui juga, sekalipun lokasi sekolah itu berada di tengah kebun warga. Namun, aktivitas belajar mengajar tak ubahnya sekolah lain pada umumnya. Jam belajar tetap sama dan waktu sekolah sejak Senin–Sabtu. Murid yang ada di sekolah itu pun terkadang ada yang tak memakai seragam dan menggunakan sepatu. Namun, semangat dalam menuntut ilmu sangatlah tinggi. Oleh karenanya, pihak sekolah tak mempermasalahkannya sembari terus memperbaiki metode pengajaran di sekolah tersebut. (omg/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:22

SIAP-SIAP AJA..!! 2020, Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Titik Panas di Kaltara Pukul 18.00 WITA Jumat (20/9) Lokasi …

Jumat, 20 September 2019 09:02

Tak Ingin Dibohongi, PLN Diminta Komitmen

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Soal Sengketa Lahan di Lokasi Pertambangan, Perusahaan Sebut Lahan Sudah Klir

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan masyarakat Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Unsur Pimpinan Definitif Segera Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Unsur pimpinan definitif di Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Penyelesaian Batas Wilayah Belum Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi…

Jumat, 20 September 2019 09:00

Maharajalila Diusulkan Jadi Nama Korem Kaltara

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Kualitas Udara Baik, tapi Sekolah Kok Diliburkan?

TANJUNG SELOR – Berdasarkan pantauan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Empat Daerah Belum Usulkan Nama

TANJUNG SELOR – Hingga Rabu (18/9), baru satu dari lima…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Pasang Pipa ‘Siluman’, Sanksi Pidana Menanti

TANJUNG SELOR – Langkah tegas akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Damri di Kaltara Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan wilayah yang cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*