MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 03 Mei 2019 10:07
“Cuma Modal Tekad dan Kerja Keras, Latar Belakang Saya Bukan Guru”

Mengenal Mangestiningtyas, Guru Beprestasi di Wilayah 3T

BERI SELAMAT: Sekprov Kaltara, Suriansyah saat memberikan ucapan selamat kepada Mangestiningtyas sosok guru beprestasi di wilayah 3T usai memipin upacara peringatan Hardiknas 2019 di Lapangan Agatish. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Mangestiningtyas merupakan salah seorang guru berprestasi yang ada di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T). Dalam momen pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berlangsung di Lapangan Agatish, Tanjung Selor, Kamis (2/5) kemarin, wanita berhijab itu kembali mendapatkan penghargaan dengan dipercaya menjadi seorang pemimpin upaca.

RACHMAD RHOMADHANI

SIAP grak” teriaknya secara lantang saat memasuki lapangan dan memimpin jalannya upacara Hardiknas 2019.

Esti, sapaan akrab dari guru berprestasi ini diketahui memang sengaja dipilih jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara untuk memimpin jalannya upacara sebagai bentuk penghargaan atas segala prestasi yang pernah diraihnya.

Dan saat itu pun peserta upacara yang hadir bukanlah orang-orang biasa. Melainkan, dari jajaran SKPD dan FKPD di Pemprov Kaltara dan Kabupaten Bulungan serta para guru dan murid tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kaltara.

Namun, selama jalannya upacara di tengah terik matahari itu, wanita kelahiran Jombang, 2 Juli 1982 itu tampak sama sekali tak ada rasa canggung. Sekalipun, ia hanya merupakan sosok wanita yang saat itu harus siap berdiri secara tegak di tengah lapangan.

Bahkan, hinga usainya pelaksanaan upacara yang dipimpinnya. Ia tetap secara tegap dalam memimpin seluruh peserta upacaranya. Meski, saat itu sempat adanya cucuran keringat yang membasahi wajahnya. Namun, saat di tengah lapangan, ia sama sekali tak memperdulikannya. Ia menunjukkan bagaimana perjuangan menahan segala rasa saat berada di tengah lapangan demi jalannya upacara itu dengan baik.

Tak hanya itu, di tengah sikap tegapnya itu, ia pun sontak terkejut tatkala di tengah lapangan itu juga secara langsung dihampiri oleh Sekprov Kaltara, Surianyah yang sebelumnya menjadi pembina upaca mewakili Gubenur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie untuk memberikan ucapan selamat sekaligus menyalaminya.

“Selamat ya,” ucap singkat Sekprov Kaltara, Suriansyah seraya menyalaminya dan meninggalkan lapangan upacara.

Penulis yang saat itu berada di lokasi pun turut menghampiri dan berbincang-bincang tentang segala prestasi yang pernah diraihnya. Ini setelah dirinya membubarkan upacara Hardiknas. Kemudian, berjalan ke podium untuk sejenak beristirahat dan berbincang-bincang juga bersama Disdikbud Kaltara.

Kepada penulis, ia bicara prestasi yang pernah diraihnya di tingkat nasional. Pada 2017 lalu ia pernah dinobatkan sebagai juara I Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi. Penghargaan itu pun langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.

Ia diketahui menjadi bagian dari 875 GTK seluruh Indonesia. Dan masuk dalam 108 orang yang dinobatkan sebagai GTK Berprestasi dan Berdedikasi.

“Saya tentu sangat bersyukur sekali saat itu. Termasuk, tak lupa ucapan terima kasih saya kepada Pemprov Kaltara dalam hal ini Disdikbud Kaltara yang telah memberikan kesempatan saya mengikuti seleksi kala itu,” ungkap sosok guru asal SMKN 1 Sebatik Barat, Nunukan ini.

Namun, saat penulis menggali lebih jauh mengenai background pendidikan yang pernah dijalaninya? Ia mengakui bahwa bukanlah seorang guru. Yang mana, dahulunya merupakan seorang dokter hewan.

Akan tetapi, dengan tekad dan kerja keras dirinya. Sehingga sampai saat ini kepercayaan menjadi seorang tenaga pendidik masih melekat. Bahkan, sebelum di SMK Negeri 1 Sebatik Barat, ia pernah menjadi guru di Malinau selama 8 tahun.

“Saya sekalipun dokter hewan. Tapi, saya optimistis mampu menjadi seorang yang benar-benar menjadi sesosok guru. Itulah mengapa buah dari rasa itu hingga melahirkan prestasi-prestasi yang ada sejauh ini,” ujar alumnus Universitas Airlangga ini.

Tak hanya itu, di tahun 2018 lalu, ia mengaku juga mendapatkan penghargaan yang tertinggi bagi seorang guru. Di mana ia mendapat Satya Lencana dari Presiden RI, Joko Widodo. Tentu, itu otomatis membuatnya sangat senang akan capaian tersebut. Karena memang tak semua bisa mendapatkan penghargaan serupa olehnya. Namun, adanya penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih baik lagi.

Alhamdulillah, penghargaan di tahun 2018 pun saya dapati. Saya memang tak menyangka bisa mendapat penghargaan yang memang dalam kategori guru merupakan penghargaan tertinggi Satya Lencana itu. Termasuk, saat ini saya dipercaya sebagai pemimpin upacara dalam peringatan Hardiknas,” kata wanita yang memiliki satu orang anak ini.

Di sisi lain, penghargaan lainnya yang sampai saat ini masih tersirat dipikirannya. Yang mana, saat ia dipercaya oleh Disdikbud Kaltara untuk menjadi perwakilan guru untuk studi banding ke Eropa. Mulai dari ke Italia, Belanda dan Perancis. Menurutnya, hal itu tak pernah terbayangkan bisa sampai sejauh itu perjalanannya. Padahal, ia mengakui hanya berasal dari wilayah 3T.

“Saya tidak menyangka bisa jalan-jalan ke Eropa. Saya sangat berterima kasih kembali kepada Disdikbud Kaltara yang mempercayai saya untuk menambah ilmu di sana beberapa bulan lalu,” tuturnya.

Adapun, lanjutnya, mengenai Hardiknas ini sendiri baginya yakni agar diharapkan tenaga pendidik ke depannya harus mampu untuk terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak sebagai bekal di masa depan mereka. Meski, di lapangan dengan berbagai kondisi yang ada dan dialami serba keterbatasan. Namun, semangat dalam menjadi seorang guru harus tetap berkobar dan semangat harus tinggi.

“Kalau untuk harapan saya semoga dunia pendidikan di Kaltara semakin lebih baik dan bermutu ke depannya,” tutup istri dari dr. Rendi Tri Darmawan Laksana ini.

Di tempat yang sama, Sekretaris Disdikbud Kaltara, Teguh membenarkan tentang konsep upacara yang dirangkai dengan orang-orang yang beprestasi sebagai pelaksananya. Sebab, menurutnya itu menjadi bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berjuang keras dalam mengukir prestasinya. Di samping mengenalkan kepada masyarakat dan guru-guru lainnya akan capaian dari sosok guru yang mampu berprestasi hingga di tingkat nasional itu.

“Jadi, ke depannya kami terus mencoba setiap hari besar nasional pendidikan. Maka, kami akan beri pengharagaan guru-guru yang berprestasi di tingkat nasional untuk menjadi sosok pemimpin upacara di depan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya bersyukur, dengan persiapan yang ada. Jalannya pelaksanaan upacara Hardiknas dapat dilaksanakan dengan lancar. Sosok guru yang dipercaya memimpin pun melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara sempurna.

“Kami tentu berterima kasih juga kepada para guru di provinsi termuda di Indonesia ini yang telah mampu mengukir sejarah yang baik. Harapannya, itu dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

Lebih lanjut, untuk perhatian dari Disdikbud Kaltara sendiri? Ia mengakui bahwa cukup banyak yang sudah diberikan. Salah satunya, mereka diikutsertakan dalam studi banding di Eropa. Tujuannya, selain menambah pengalaman mereka sebagai seorang guru. Di mana itu akan menambah kesan mereka sendiri saat berada di luar wilayahnya sendiri.

“Kita tidak memandang dari mana asalnya. Yang jelas dia merupakan seorang atau guru yang mengabdikan dirinya di Kaltara. Kemudian ia mampu berprestasi. Maka, kami tentu tak tutup mata. Penghargaaan akan tetap kami berikan kepada mereka semua,” pungkasnya. (***/eza)

“Cuma Modal Tekad dan Kerja Keras, Latar Belakang Saya Bukan Guru”


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 09:01

Soal Sengketa Lahan di Lokasi Pertambangan, Perusahaan Sebut Lahan Sudah Klir

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan masyarakat Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Unsur Pimpinan Definitif Segera Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Unsur pimpinan definitif di Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Penyelesaian Batas Wilayah Belum Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi…

Jumat, 20 September 2019 09:00

Maharajalila Diusulkan Jadi Nama Korem Kaltara

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Kualitas Udara Baik, tapi Sekolah Kok Diliburkan?

TANJUNG SELOR – Berdasarkan pantauan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Empat Daerah Belum Usulkan Nama

TANJUNG SELOR – Hingga Rabu (18/9), baru satu dari lima…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Pasang Pipa ‘Siluman’, Sanksi Pidana Menanti

TANJUNG SELOR – Langkah tegas akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Damri di Kaltara Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan wilayah yang cukup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Janji Turun ke Kecamatan Mulai Januari 2020

Nama                     …

Rabu, 18 September 2019 08:57

Ribuan Kasus ISPA, Tarakan Tertinggi

TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*