MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 02 Mei 2019 09:41
Jika Sekongkol, Pemilik SPBU Juga Diproses
DISITA: Barang bukti jeriken yang digunakan para pengetap diamankan di kantor Ditreskrimsus Polda Kaltara. ASRULLAH/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Usai mengamankan mobil pengetap, kini giliran roda dua yang “disapu bersih” Direktorat Reserses Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara. Tak tanggung-tanggung sebanyak 10 unit sepeda motor diamankan serta 20 jeriken dengan kapasitas satuannya 20 liter saat razia Senin (29/1).

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Helmy Kuarta Kusuma Putra menyampaikan, upaya peringatan sudah dilakukan agar pengetap roda dua menghentikan aktivitasnya. Hanya saja aturan ini tidak diindahkan, sehingga para pengetap terpaksa diamankan. “Ada 10 unit yang diamankan. Sebelumnya para pengetap sudah dikumpulkan dan diberikan peringatan. Jika ingin mengisi BBM dipersilakan lakukan hanya sekali dengan normal tidak berulang-ulang,” ucap Dirreskrimsus Kombes Pol Helmy Kuwarta Kusuma Putra kepada Radar Kaltara, Selasa (30/4).

Dijelaskan, dengan diamankan 10 unit roda dua, penindakan dilakukan dengan memberikan tilang, jeriken disita, kemudian pelaku membuat pernyataan tidak akan melakukan lagi. Diketahui dari aksi mereka, terjadi antrean panjang dan stok BBM begitu cepat habis, sehingga pengendara lainnya tidak mendapatkan BBM. “Kami panggil lantas (tim satuan lalu lintas) untuk penindakan tilang. Barang bukti yang diamankan segera dimusnahkan,” tambahnya.

Jika langkah yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Kaltara tidak juga diindahkan, pengetap dipastikan nasibnya seperti pelaku pengetap yang menggunakan roda empat, yakni dipidanakan. “Peringatan terakhir. Kamibakal diproses dengan undang-undang migas jika masih ditemukan,” katanya.

Ditanya terkait adanya dugaan permainan antara pengetap dan pihak SPBU yang berada di Jalan Sengkawit, lantaran sejumlah pelanggaran terjadi di lokasi tersebut, Helmy memastikan penindakan yang sama dengan pengetap jika itu terbukti. Peringatan kepada petugas SPBU sudah dilakukan agar tidak melayani pengetap. Namun, yang terjadi di lapangan para pengetap minta dilayani sebagai pembeli. “Jika bisa dibuktikan ada keterkaitan pasti ditindak. Namun sejauh ini SPBU menganggap yang datang sebagai pembeli pasti dilayani. Dan kami sudah berikan arahan jangan dilayani. Alasanya, pengetap galak mau tidak mau dilayani,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Bulungan, Maruli menuturkan pengawasan dari tindakan pengetap diharapkan dapat maksimal dengan kehadiran personelnya di SPBU. “Bentuk kewenangan kami pada pengawasan agar pengetap tidak melakukan pengisian berulang. Sedangkan jika ditemukan akan dilakukan peneguran," ucap Maruli saat ditemui di ruang kerjanya.

Dugaan adanya permainan antar SPBU dengan pengetap, bakal dipantau personelnya yang bertugas. Terlebih ada pengetap yang saat melakukan pengisian bahan bakar dilakukan dengan cara sendiri tanpa bantuan petugas. Kemudian, tidak melakukan pembayaran. Kejadian ini disaksikan langsung Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala saat antre di SPBU. “Jadi kemarin Wakil Bupati ikut antre juga dan melihat itu. Makanya dipertanyakan,” tuturnya. (akz/ash)

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*