MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

OLAHRAGA

Selasa, 30 April 2019 10:26
5 Atlet Renang Kembali ke Tarakan

Pemkot Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Wisma Patra

BAWA MEDALI: Lima atlet renang bersama para ofisial tiba di Bandara Juwata Tarakan, Senin (29/4), usai mengikuti kejurnas renang di Jakarta dengan disambut Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Lima atlet renang asal Tarakan yang tampil baik di kejuaraan nasional di Jakarta tiba kembali ke Tarakan dengan disambut Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto.

Kelima atlet ini yakni Aurel, Zefanya, Naufal, M. Fachrul, dan Sadam Husain. Diketahui dua di antara mereka, yakni Aurel dan Naufal sukses menyabet medali. Aurel berhasil meraih satu emas dan satu perak. Sementara Naufal meraih perunggu. Keduanya tampil di gaya kupu-kupu 50 meter.

Kedatangan mereka pun disambut meriah oleh para orang tua dan unsur pemerintah kota, di ruang kedatangan VIP Bandara Juwata Tarakan kemarin. Para atlet juga turut didampingi oleh Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kaltara Yonatan Yus.

Yonatan mengatakan dari hasil kejuaraan nasional ini, menambah prestasi para atletnya, yang sejak 2009 lalu atlet renang Tarakan sudah menciptakan prestasi di kancah daerah hingga level nasional. "Memang olahraga renang sudah sekian lama memberikan retribusi kepada daerah di setiap kejuaraan. Baik itu O2SN tingkat nasional, POPNAS, PON dan kejuaraan nasional sejak 2009 lalu. Tidak hanya individu atlet namun antar klub juga bisa berbuat banyak dengan segala keterbatasan," bebernya kepada awak media.

Yonatan juga mengakui, pasca kolam renang Wisma Patra lepas dari Prusda Kota Tarakan, orang tua atlet ikut merawat kolam renang seperti membayar listrik, hingga mencuci kolam. Sehingga ia berharap adanya peran pemerintah sangat penting untuk mendukung perkembangan olahraga renang di kota ini. "Jadi pemerintah bisa melihat sendiri kondisi tempat latihan atlet yang mungkin bisa digambarkan, panas kepanasan, hujan ya kehujanan, sambil berlatih. Untuk air pun tidak steril bahkan berdampak ke kulit atlet seperti panuan. Jangan saat mendapat prestasi kita (pemerintah) senang. Saat mereka latihan dengan susah payah kita (pemerintah) tidak melihat mereka. Jadi pemerintah bisa melihat langsung proses mereka," lanjutnya.

Terkait dengan kendala yang dialami para atlet renang selama ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tarakan Ir. Suparlan mengatakan, sejak pengelolaan kolam renang Wisma Patra diserahkan ke pihaknya, ada beberapa hal yang harus dibenahi bersama. "Sejak pengalihan antara Perusda ke Dispora terkait kolam renang ini, para tenaga pengawas dan petugas kebersihan yang sebelumnya dipekerjakan Perusda, kami ingin melanjutkan penggajian mereka. Ternyata belakangan diketahui tidak ada anggaran kita," kata Suparlan.

Suparlan juga menambahkan anggaran untuk kolam renang Wisma Patra yang menjadi lokasi latihan atlet renang Tarakan saat ini tidak memiliki anggaran untuk perawatan hingga pembersihan. "Jadi memang kolam ini tidak ada anggaran sehingga dengan jiwa besar dengan suwadaya para klub, atlet dan orang tua atlet berjibaku  membersihkan kolam. Bahkan dengan urunan membayar listrik kolam renang," tuturnya.

Meski begitu, Suparlan memastikan di tahun ini kolam renang Wisma Patra mendapatkan kurang lebih Rp 400 juta untuk perbaikan. "Bahkan sekarang sudah mulai kita lakukan untuk pembenahan," jelasnya. (puu/ash)

 


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 11:38

Puluhan Taksi Gelap ‘Ditegur’

<p><strong>TARAKAN</strong> &ndash; Selain razia kendaraan roda dua dan empat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*