MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 29 April 2019 12:37
Dinkes Kembali Lakukan Fogging
LAKUKAN PENGASAPAN: Tampak petugas Dinkes KTT saat melakukan pengasapan (fogging) di Desa Tideng Pale Timur, Minggu (28/4). RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Mengantisipasi terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung (KTT) melakukan pencegahan. Salah satunya yakni melalui pengasapan (fogging) di Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sesayap Hilir.

Minggu (28/4),pihak Dinas Kesehatan menerjunkan sedikitnya 11 personelnya di Kecamatan Sesayap. Dua unit alat penyemprot digunakan untuk mengasapi seluruh rumah yang ada di Kecamatan Sesayap itu.

Aco salah satu petugas Dinkes mengatakan, seluruh warga nampak cukup senang dengan kedatangan petugas. Sebab selama ini cukup banyak nyamuk pada siang dan malam hari

“Seluruh rumah disemprot karena ada laporan yang masuk dari warga kepada kami untuk dilakukan penyemprotan,” ujar Aco Kepada Radar Tarakan, Minggu (28/4) disela pengasapan tersebut.

Seluruh warga yang ada nampak cukup senang dengan kedatangan petugas. Sebab selama ini cukup banyak nyamuk pada siang dan malam hari sehingga warga takut akan wabah DBD yanh selama ini sering terjadi.

Alhamdulillah, kami berterimakasih kepada pihak dinas yang sudah merespon permintaan warga selama ini dan melakukan pengasapan di sekitar desa kami,” ujar Mahyudin (40) warga Desa Tideng Pale.

Direktur Rumah Sakit Akhmad Berahim dr. Niken saat dikonfirmasi menyebut dengan pengasapan (fogging) yang dilakukan untuk mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk DBD. Ia mengatakan, penyemprotan tidak saja dilakukan di beberapa rumah namun di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sesayap Hilir dan Kecamatan Sesayap.

“Sebelumnya pihak puskesmas memang sudah melakukan pemantauan dan pemeriksaan sebelumnya,” jelas dr. Niken.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan di dua kecamatan itu, angka bebas jentik (ABJ) berada di bawah 60 persen. Artinya, cukup banyak jentik nyamuk yang berpotensi membawa penyakit DBD.

dr. Niken pun berharap setelah ini tidak ada lagi kasus DBD. Masyarakat diharapkan peduli dengan kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Caranya yakni dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah tangga dengan cara menghilangkan tempat perindukan nyamuk.

Menurut dia, pihaknya kini terus menerus melakukan sosialisasi di lingkungan masyarakat dan pasien di RSUD agar menjaga stabilitas kebersihan lingkungan sekitar, sehingga tidak mendatangkan virus DBD dan virus lainya.

"Warga harusnya sadar akan hidup sehat, agar tidak terserang gigitan nyamuk yang mengangkibatkan virus DBD tersebut. Hal ini bertujuan agar dilakukan pelayanan dan pengobotan sebelum virusnya menyebar lebih jauh lagi," pungkasnya.  (*/rko/zia)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*