MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 26 April 2019 09:45
Laksanakan PSU di Tiga TPS
TERTIB: Antusias salah satu pemilih saat mengikuti pemungutan suara ulang di TPS 10 Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kamis (25/4). RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Tidung menggelar pemungutan suara ulang (PSU) untuk TPS 1, TPS 2, Desa Kujau dan TPS 10 di Tideng Pale, Kamis (25/4). Pantauan Radar Tarakan, warga tetap antusias dalam menggunakan hak pilihnya, meski harus pemungutan ulang. Pelaksanaan pemungutan ulang ini dipantau langsung oleh pihak KPU dan Bawaslu setempat, serta petugas panwascam dan aparat keamanan.

Ketua KPPS di TPS 10, Jakaria mengatakan, jumlah DPT di TPS-nya sebanyak 255 orang. Tapi, baru sekitar pukul 9.00 WIB, jumlah pemilih yang datang sudah mencapai hampir separuhnya atau sebanyak 65 orang. "Kami membuka TPS sesuai dengan peraturan mulai pukul 07.00," katanya.

Pihaknya juga telah mengirimkan formulir C6 atau surat undangan sejak Rabu (24/4). "Coblosan hanya tiga surat suara saja yaitu calon presiden dan wakil presiden, DPD RI, serta DPR RI," ujarnya.

Ketua KPU KTT Hendra Wahyudi mengatakan, di TPS 10 memang hanya mencoblos untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, sama halnya dengan di TPS 1, sedangkan untuk TPS 2 hanya pemilihan calon presiden dan wakil presiden. “Ya, hari ini (kemarin) sudah kami laksanakan kembali PSU karena persiapan logistik untuk menunjang PSU sudah dilaksanakan sejak adanya rekomendasi dari pihak Bawaslu mengenai perlunya dilakukannya PSU. Kami menyiapkan segera dan dipastikan hari ini berjalan dengan lancar,” ujar Hendra Wahyudi.

Dijelaskannya, pada hari pencoblosan 17 April lalu ditemukan pemilih yang tidak memiliki hak pilih dengan tidak membawa A5 ikut mencoblos. Seharusnya pemilih tersebut masuk dalam daftar pemilih khusus namun pemilih tersebut tidak mempunyai A5. Sehingga dianggap menjadi pelanggaran pemilu, sehingga harus diadakan pemungutan suara ulang (PSU). "Untuk TPS 10 di Desa Tideng Pale dan TPS 1 di Kujau hanya 3 kertas suara yang akan dicoblos, sedangkan TPS 2 hanya pemilihan presiden dan wakil presiden saja, jadi tidak 5 surat suara dan sesulit pencoblosan sebelumnya," ujar Hendra Wahyudi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tana Tidung Chaeril menyatakan tetap memonitoring kembali terhadap pemungutan suara ulang ini, agar tidak terjadi lagi pelanggaran pemilu. Pihaknya juga mengoptimalkan pengawasan di TPS sehingga ketika akan terjadi kesalahan prosedur sudah tahu lebih dahulu. "Dari seluruh TPS di Kabupaten Tana Tidung dari pengawasan kami, hanya 3 TPS itu yang direkomendasi pemungutan ulang, karena di 3 TPS ini sebelumnya ditemukannya ada pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh pemilih yang telah mencoblos, namun belakangan ketahuan bahwa pemilih berasal dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari luar daerah ditambah tidak mengantongi A5 sebagai formulir persetujuan pindah memilih atau pindah TPS," ungkapnya.  (*/rko/ash)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*