MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 April 2019 11:00
Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur
PERAYAAN: Tablo jalan salib, yang dilakoni orang muda katolik (OMK), sebelum ibadah Jumat Agung, kemarin (19/4). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus berlangsung khidmat di Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Kota Tarakan, Jumat (19/4) kemarin.

Sebelum memperingati Jumat Agung, ribuan umat katolik di Tarakan juga merayakan Kamis Putih pada Kamis (18/4) malam. Kamis Putih ini salah satu tradisi memperingati perjamuan malam terakhir yang dipimpin Yesus, sebelum diserahkan untuk disalibkan.

Sebelum ibadah Jumat Agung, diawali dengan menggelar tablo jalan salib, yang dilakoni orang muda katolik (OMK), pada pukul 08.00 WITA. Pastor Rekan, Simon Heru Suprianto Omi menjelaskan, tablo jalan salib ini merupakan drama yang menceritakan kisah kesengsaraan Yesus, yang pada akhirnya disalibkan.

“OMK yang ambil bagian. Sebab dari muda, mereka sudah menghayati dan mengenal injil. Tablo ini dari kisah sengsara Yesus,” terangnya kepada Radar Tarakan.

Setelah tablo, dilanjutkan ibadah Jumat Agung pertama pada pukul 12.00 WITA, dan ibadah kedua dilanjutkan pada pukul 15.00 WITA. Pelaksanaan ibadah ini dilakukan dua sesi, agar semua umat katolik dapat beribadah.

Dalam ibadah memperingati Jumat Agung atau kematian Tuhan Yesus, dilakukan tiga tata ibadah. Bagian pertama pewartaan sabda atau firman mengenai kisah sengsara Tuhan Yesus.

Bagian kedua melakukan penghormatan salib dan bagian ketiga adalah makanan rohani atau tubuh Kristus.

“Kalau ibadah dilaksanakan dua kali, yaitu jam 12 siang dan nanti ada jam 3 sore. Dibagi dua karena banyak umat, hampir empat ribu. Jadi supaya umat bisa beribadah. Kalau tidak sempat siang, bisa ikut yang sorenya,” katanya.

Pastor Simon menjelaskan, adapun makna peristiwa Jumat Agung ini merupakan bentuk kecintaan Tuhan Yesus terhadap umatnya. Dia rela mati disalibkan untuk menebus dosa manusia dengan darahnya yang suci. “Begitu besar kecintaannya terhadap manusia, sehingga menerima kesengsaraan. Begitu peduli dengan nasib manusia. Sama halnya, di dunia ini pasti ada pengorbanan,” bebernya.

Dalam memperingati Jumat Agung ini, umat katolik berbondong-bondong ke gereja mengenakan pakaian serba hitam. Pakaian serba hitam ini simbol dari suasana berkabung atau ikut merasakan penderitaan Tuhan Yesus.

Selain memperingati kematian Tuhan Yesus, umat juga menaikkan rasa syukurnya, lantaran diselamatkan melalui perngorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. “Tapi kami juga bersyukur karena ada pengorbanan. Bukan suasana pesta tapi juga ikut merasakan penderitaan Yesus,” tutupnya.

 

MEMPERDAMAIKAN UMAT MANUSIA DAN TUHAN

Dalam khotbah ibadah gabungan Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) se Elshaddai Kota Tarakan Pdt. Yakob Ayal mengatakan bahwa dalam Roma, 5: 1-11 dijelaskan bahwa tidak ada cara lain untuk memperdamaikan manusia dengan Tuhan, kecuali lewat penebusan dosa di kayu salib.

"Untuk itu, penebusan yang dilakukan Kristus harus dijunjung tinggi umat manusia, karena itu satu-satunya kunci perdamaian," tuturnya.

Dalam penebusan Kristus, Yakob merumuskan tiga hal penting tentang kuasa dahsyat salib Kristus, yakni menghancurkan upah dosa, sebab pada dasarnya upah dosa ialah maut, sehingga hanya kuasa salib Kristus yang mampu melepaskan ikatan dosa manusia.

Proses penyaliban Kristus di kayu salib tak meraup keuntungan apa pun untuk Yesus Kristus. Namun, kematian-Nya di kayu salib melambangkan kasih tulus yang besar kepada umat manusia. Hal itulah yang membuat salib menjadi simbol kekristenan, agar setiap umat Kristen dapat mengingat proses kematian Kristus di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Tak hanya sebagai pelepas ikatan dosa, namun salib Kristus juga mampu menghancurkan kuasa setan. Dalam Yohanes, 10:10 disebutkan bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Tetapi Kristus datang, supaya mereka yakni umat Kristus memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

"Karena pada dasarnya, kuasa setan hanya dapat ditaklukkan dalam nama Yesus. Dan pengorbanan Kristus telah mematahkan kuasa setan," jelasnya.

Di poin ketiga, kuasa salib Kristus juga mampu menghancurkan kuasa kedagingan atau hawa nafsu manusia. Dalam Roma, 6:6 disebutkan bahwa karena kita atau umat Kristen tahu, bahwa manusia lama atau hal kedagingan telah turut disalibkan atau dilenyapkan, supaya tubuh dosa umat Kristen hilang kuasanya, agar jangan umat Kristen menghambakan diri lagi kepada dosa.

"Untuk itu, jangan lagi kita menghambakan diri kepada dosa, tetapi hargailah kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia, karena lewat kematian Yesus, kita bisa memperoleh keselamatan," pungkasnya. (*/one/shy/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*