MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 April 2019 11:00
Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur
PERAYAAN: Tablo jalan salib, yang dilakoni orang muda katolik (OMK), sebelum ibadah Jumat Agung, kemarin (19/4). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus berlangsung khidmat di Gereja Katolik Santa Maria Imakulata Kota Tarakan, Jumat (19/4) kemarin.

Sebelum memperingati Jumat Agung, ribuan umat katolik di Tarakan juga merayakan Kamis Putih pada Kamis (18/4) malam. Kamis Putih ini salah satu tradisi memperingati perjamuan malam terakhir yang dipimpin Yesus, sebelum diserahkan untuk disalibkan.

Sebelum ibadah Jumat Agung, diawali dengan menggelar tablo jalan salib, yang dilakoni orang muda katolik (OMK), pada pukul 08.00 WITA. Pastor Rekan, Simon Heru Suprianto Omi menjelaskan, tablo jalan salib ini merupakan drama yang menceritakan kisah kesengsaraan Yesus, yang pada akhirnya disalibkan.

“OMK yang ambil bagian. Sebab dari muda, mereka sudah menghayati dan mengenal injil. Tablo ini dari kisah sengsara Yesus,” terangnya kepada Radar Tarakan.

Setelah tablo, dilanjutkan ibadah Jumat Agung pertama pada pukul 12.00 WITA, dan ibadah kedua dilanjutkan pada pukul 15.00 WITA. Pelaksanaan ibadah ini dilakukan dua sesi, agar semua umat katolik dapat beribadah.

Dalam ibadah memperingati Jumat Agung atau kematian Tuhan Yesus, dilakukan tiga tata ibadah. Bagian pertama pewartaan sabda atau firman mengenai kisah sengsara Tuhan Yesus.

Bagian kedua melakukan penghormatan salib dan bagian ketiga adalah makanan rohani atau tubuh Kristus.

“Kalau ibadah dilaksanakan dua kali, yaitu jam 12 siang dan nanti ada jam 3 sore. Dibagi dua karena banyak umat, hampir empat ribu. Jadi supaya umat bisa beribadah. Kalau tidak sempat siang, bisa ikut yang sorenya,” katanya.

Pastor Simon menjelaskan, adapun makna peristiwa Jumat Agung ini merupakan bentuk kecintaan Tuhan Yesus terhadap umatnya. Dia rela mati disalibkan untuk menebus dosa manusia dengan darahnya yang suci. “Begitu besar kecintaannya terhadap manusia, sehingga menerima kesengsaraan. Begitu peduli dengan nasib manusia. Sama halnya, di dunia ini pasti ada pengorbanan,” bebernya.

Dalam memperingati Jumat Agung ini, umat katolik berbondong-bondong ke gereja mengenakan pakaian serba hitam. Pakaian serba hitam ini simbol dari suasana berkabung atau ikut merasakan penderitaan Tuhan Yesus.

Selain memperingati kematian Tuhan Yesus, umat juga menaikkan rasa syukurnya, lantaran diselamatkan melalui perngorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. “Tapi kami juga bersyukur karena ada pengorbanan. Bukan suasana pesta tapi juga ikut merasakan penderitaan Yesus,” tutupnya.

 

MEMPERDAMAIKAN UMAT MANUSIA DAN TUHAN

Dalam khotbah ibadah gabungan Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) se Elshaddai Kota Tarakan Pdt. Yakob Ayal mengatakan bahwa dalam Roma, 5: 1-11 dijelaskan bahwa tidak ada cara lain untuk memperdamaikan manusia dengan Tuhan, kecuali lewat penebusan dosa di kayu salib.

"Untuk itu, penebusan yang dilakukan Kristus harus dijunjung tinggi umat manusia, karena itu satu-satunya kunci perdamaian," tuturnya.

Dalam penebusan Kristus, Yakob merumuskan tiga hal penting tentang kuasa dahsyat salib Kristus, yakni menghancurkan upah dosa, sebab pada dasarnya upah dosa ialah maut, sehingga hanya kuasa salib Kristus yang mampu melepaskan ikatan dosa manusia.

Proses penyaliban Kristus di kayu salib tak meraup keuntungan apa pun untuk Yesus Kristus. Namun, kematian-Nya di kayu salib melambangkan kasih tulus yang besar kepada umat manusia. Hal itulah yang membuat salib menjadi simbol kekristenan, agar setiap umat Kristen dapat mengingat proses kematian Kristus di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Tak hanya sebagai pelepas ikatan dosa, namun salib Kristus juga mampu menghancurkan kuasa setan. Dalam Yohanes, 10:10 disebutkan bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Tetapi Kristus datang, supaya mereka yakni umat Kristus memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

"Karena pada dasarnya, kuasa setan hanya dapat ditaklukkan dalam nama Yesus. Dan pengorbanan Kristus telah mematahkan kuasa setan," jelasnya.

Di poin ketiga, kuasa salib Kristus juga mampu menghancurkan kuasa kedagingan atau hawa nafsu manusia. Dalam Roma, 6:6 disebutkan bahwa karena kita atau umat Kristen tahu, bahwa manusia lama atau hal kedagingan telah turut disalibkan atau dilenyapkan, supaya tubuh dosa umat Kristen hilang kuasanya, agar jangan umat Kristen menghambakan diri lagi kepada dosa.

"Untuk itu, jangan lagi kita menghambakan diri kepada dosa, tetapi hargailah kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia, karena lewat kematian Yesus, kita bisa memperoleh keselamatan," pungkasnya. (*/one/shy/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*