MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 April 2019 10:40
Jadi Korban Kebakaran, Dipulangkan KRI
DIPULANGKAN: PMI korban kebakaran di Malaysia dideportasi KJRI Tawau saat digotong dari kapal dan hendak dibawa ke RSUD Nunukan, Kamis (18/4). RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau Malaysia memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (18/4). PMI tersebut sedang mengalami luka bakar lantaran menjadi korban kebakaran di salah satu perusahaan di Tawau Malaysia.

Pemulangan PMI bernama Hasria tersebut, atas permintaan dirinya sendiri melalui pihak keluarga yang meminta bantuan ke KRI Tawau Malaysia untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Tidak sanggup membayar biaya perawatan dan perobatan di rumah sakit menjadi alasan pihak keluarga meminta dipulangkan.

Kepala Pos Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Karel mengatakan, yang bersangkutan memang tidak mampu membayar biaya di rumah sakit yang merawat Hasria, apalagi asuransi yagn diterima dari perusahaannya tidak mencukupi untuk pembiayaan di rumah sakit. “Untuk itulah pihak keluarga langsung melapor ke KRI Tawau Malaysia memohon bantuan untuk dipulangkan melalui deportasi khusus,” ujar Karel kepada media ini.

Sementara itu, saat pemulangan Hasria didampingi langsung oleh pihak KRI juga pihak keluarga yakni suami Hasria bernama Paharuddin hingga sampai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. “Ya, berhubung yang bersangkutan kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk berdiri, jadi pemulangan juga harus didampingi oleh keluarganya,” tambah Karel.

Hasria selanjutnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan guna mendapatkan perawatan intensif. Jika keadaan fisik Hasria sudah membaik, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) yang selanjutnya akan memfasilitasi Hasria untuk pemulangan ke kampung halamannya.

Paharuddin suami Hasria yang ikut mendampinginya mengatakan, Hasria sudah berada di Malaysia selama puluhan tahun. Di Malaysia, Hasria bersama dirinya bekerja sebagai kilang kayu disalah satu perusahaan.

Dirinya sendiri yang menginformasikan ke KRI Tawau Malaysia jika Hasria harus dipulangkan ke Indonesia, selanjutnya pihak pemerintah melalui instansi terkait yang akan mengurusi kepulangan Hasria. Paharuddin hanya berharap pemerintah benar-benar melakukan perawatan juga pengurusan Hasria hingga pulang ke kampung halamannya di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

“Berharap saja kita dapat perawatan yang layak terus cepat dipulangkan. Kalau dipulangkan nanti, saya juga berharap ada yang mendampingi,” harapnya mengakhiri. (raw/zia)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers