MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 April 2019 09:49
Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Rekapitulasi Sementara Hasil Pilpres di Kaltara

PESTA DEMOKRASI: Meski tengah kondisi sakit, Endang tetap menggunakan hak pilihnya dengan bantuan kendaraan ke dalam TPS, Rabu (17/4). RACHMAD RHOMADHANI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-K.H. Ma’ruf Amin sejauh ini. Di Kalimantan Utara (Kaltara), pasangan nomor 01 juga unggul dalam penghitungan sementara. Meski demikian, tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno di Kaltara menyandarkan hasil akhir pada real count penyelenggara nantinya.

---

DARI tabulasi sementara data yang diterima Radar Tarakan hingga pukul 21.00 WITA tadi malam, sebanyak 25 persen suara masuk dari lima kabupaten/kota. Hasilnya Jokowi-Amin sementara unggul. (lihat grafis)

TimPemenangan Prabowo-Sandi Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat menyatakan pihaknya meyakini bahwa hasil quick count belum dapat dipastikan benar. “Jangan salah, DKI Jakarta juga pernah mengunggulkan quick count dan menyatakan menang atas Ahok. Tapi dalam perjalanannya bukan seperti itu, sehingga optimisme itu masih ada,” bebernya.

Hasil quick count antara Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi yang tidak jauh menurut Arief masih riskan, sebab persentase perolehan suara yang belum masuk masih terbilang banyak sehingga masih dapat berubah hasil.

“Kami masih optimistis menang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Tim Pemenangan Jokowi Amin Deddy Yevry Sitorus mengatakan bahwa secara statistik, hasil quick count 75 persen telah mendekati puncak suara masuk. Apalagi jika di atas 80 persen, hasil quick count akan menjadi proporsional. “Itu tidak akan berubah secara signifikan. Ini hanya mencerminkan apa yang sudah ditunjukkan oleh survei terdahulu,” bebernya.

“Kami tidak kaget (Jokowi-Amin unggul). Walaupun itu tidak bisa menjadi putusan statistik sebagaimana quick count, pada jam 1 siang, itu sudah menunjukkan margin 11 persen. Jadi selisihnya 11 sampai 12 persen, kalau dikurangi margin of error ya hasilnya antara 9 sampai 13 persen. Nanti dilihat perhitungan manual KPU, tapi secara statistik tidak bisa diragukan lagi,” jelasnya.

Disinggung terkait perbedaan quick count pada pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang ternyata menuai hasil berbeda, Deddy menyatakan  bahwa hal tersebut jauh berbeda dengan DKI Jakarta. “Itu tidak bisa jadi rujukan, sangat jauh berbeda. Itu hanya orang gila yang membandingkan dengan Pilkada DKI karena material politiknya beda,” ujarnya.

Menurut Deddy, saat Pilkada Jakarta, terdapat suasana kebatinan akibat rekayasa yang dilakukan oknum politik. “Itu pekerjaan orang tidak waras menurut saya,” katanya.

Berdasarkan hasil survei pihaknya, Jokowi-Amin di Kaltara mencapai 70 persen. Namun berdasarkan data yang diterima, pihaknya yakin telah mencapai 80 persen, atau jauh di atas target.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul mengatakan dirinya bersyukur karena masyarakat telah menggunakan hak pilih. Dari hasil pantauan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), segala proses Pemilu berjalan lancar. Khairul pun meminta masyarakat untuk tetap menunggu hasil resmi dari KPU.

“Jika hasilnya Jokowi menang, harapan saya semoga program Pak Jokowi selama ini tetap berlanjut, dan bersinergi dengan program kami salah satunya adalah rumah DP 0 persen,” harapnya.

 

PEMILU BERJALAN AMAN DAN LANCAR

TNI-Polri memastikan Pemilu 2019 yang berlangsung di Kaltara berjalan dengan aman dan lancar. Bahkan pantauan langsung dilakukan oleh Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit dengan menggunakan helikopter. Indrajit juga ditemani Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Laksmana Pertama Judijanto, bersama Wakil Gubernur Kaltara H. Udin Hianggio.

Dikatakan Indrajit, adapun patroli udara dengan maksud memberikan rasa keamanan kepada masyarakat yang akan datang ke TPS. Tidak hanya udara, namun dirinya juga secara khusus mengintruksikan kepada semua jajarannya untuk melaksanakan patroli darat.

Dirinya juga belum ada mendapati laporan dari semua jajaran yang ada di kabupaten/kota di Kaltara, terhadap adanya keadaan yang tidak kondusif selama pencoblosan berlangsung. Bahkan untuk TPS yang berada di perbatasan pihaknya mendapatkan laporan belum ada kendala dari pendistribusian logistik. “Kalau kami sangat berharap situasi tetap kondusif hingga masa perhitungan suara selesai,” imbuhnya.

Untuk patroli udara, diakui Kapolda, pihaknya hanya melihat situasi pencoblosan yang ada di Kota Tarakan mulai dari Juata hingga Pantai Amal. Diketahui sehari sebelumnya, dirinya juga melakukan hal sama untuk memastikan situasi yang ada di Nunukan. Kemudian terhadap semua TPS yang dianggap rawan, pihaknya juga mendapati semua proses pencoblosan berjalan aman.

“Meski belum selesai, tapi kita berharap dan kita doakan sampai proses pelantikan bagi yang terpilih bisa berjalan damai,” bebernya.

Diakui Indrajit, pihaknya tetap akan mensiagakan semua personel di pos yang sudah ditempatkan hingga tiga hari ke depan. Pihaknya tetap ingin memastikan bahwa setelah pencoblosan, situasi akan tetap tenang dan aman.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menambahkan, dirinya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan langsung.

“Sejauh ini tidak ada keributan, pemukulan dan protes yang berlebihan,” ungkapnya.

Dari pantauan pihaknya, selama proses pencoblosan yang berlangsung hanya mendapati keterlambatan pergeseran surat suara. Kemudian adanya surat suara yang tertukar dapil. “Tapi untuk permasalahan ini bisa langsung ditindaklanjuti oleh KPU,” imbuhnya.

Ditambahkan Yudhistira, pihaknya juga sudah menempatkan petugas keamanan menyebar di seluruh TPS dan lengkap dengan perwira pengendali di lapangan, maupun perwira pengawas. Bahkan pihaknya sudah bersiap untuk melakukan pengawalan terhadap surat suara dari TPS ke kelurahan dan hingga ke KPU Tarakan. Dirinya menegaskan akan mengawal Pemilu sampai tuntas.

“Untuk semua TPS yang kami anggap rawan juga berjalan dengan aman dan lancar. Salah satunya Lapas, karena pemilihnya dari narapidana dan di sana ada penebalan personel. Sampai saat ini kami belum menerima berapa tingkat partisipasi pemilih karena datanya ada pada KPU. Tapi kami berharap partisipasi cukup tinggi, dengan begitu berarti kami berhasil menjamin keamanan di Tarakan,” tutupnya.

 

208 PEMANTAU DUNIA

Tradisi election visit program (EVP) yang kembali dilakukan KPU menuai apresiasi. 208 peserta EVP antusias mengikuti kunjungan KPU ke sejumlah TPS di Jakarta. Mengamati proses pemungutan dan penghitungan suara, gairah dan antusias warga dalam menggunakan hak konstitusionalnya.

Para peserta dari penyelenggara pemilu negara sahabat, kedutaan besar, hingga NGO dan pemantau pemilu internasional. Dalam pantauan lapangan, mereka dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengunjungi rutan dan lapas Cipinang melihat aktivitas pemungutan suara oleh para tahanan dan narapidana.

Sementara, kelompok lainnya diajak melihat proses pemungutan suara di kawasn padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat. Sementara, pada sesi penghitungan suara, para peserta diajak ke TPS di Taman Suropati dan Lapangan Tenis Karang Asem Kuningan Jakarta.

Para peserta tampak antusias mempelajari detail aktivitas pemungutan dan penghitungan suara. salah satunya adalah Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan AO.

Menurut Gary, kegiatan tersebut adalah pengalaman yang besar bagi dia. Dia melihat betapa proses pemilihan berlangsung cepat dan efektif lewat pantauan di beberapa TPS. Gary juga sudah mendapatkan penjelasan bahwa pemilu kali ini melibatkan 193 juta pemilih. Juga kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau. “Dengan lingkup sebesar itu, terlaksana pemilihan yang dilangsungkan dalam satu hari, itu adalah hal yang dahsyat dan luar biasa,” ucapnya.

Menurut dia, beberapa hal paling menarik dari pemilu Indoensia adalah cakupan pemilihan yang begitu besar, juga jumlah pemilih. “Fakta bahwa ini dilakukan dalam satu hari, di mana ada lima pemilihan, ini sangat rumit. Menurut saya ini salah satu pemilu paling rumit,” lanjutnya. Khususnya karena pemilu yang rumit itu terlaksana dalam satu hari.

Dia mencontohkan, di beberapa negara jumlah TPS-nya mungkin hanya sekitar 3.000. Namun Indonesia memiliki 810 ribu TPS. Negara-negara lain memiliki cakupan pemilu yang kecil. Selain itu tingkat kerumitannya juga lebih rendah dibandingkan Indonesia. Tapi Indonesia justru mampu menunjukkan hal besar, dalam 20 tahun demokrasinya.

Karenanya, menurut dia negara-negara demokrasi lain yang berukuran lebih kecil bisa mempelajari apa yang dilakukan Indonesia. “Indonesia bisa menjadi inspirasi, karena pemilunya adalah yang terbesar di dunia yang dilaksanakan dalam satu hari,” tambahnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan program Election Visit Program sudah menjadi salah satu program utama KPU dalam agenda kepemiluan. Dia menilai, kegiatan tersebut memiliki manfaat yang besar. Khususnya dalam memperkenalkan Demokrasi dan pemilu di Indonesia.

“Kita ingin menginfokan tentang Pemilu Indonesia terbuka dan bisa diakses siapa pun. Bukan hanya domestik tapi internasional,” ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4). Apalagi, peserta terdiri dari banyak negara di berbagai benua. 

Harapannya, apa yang baik dalam Pemilu Indonesia bisa dipelajari dan menjadi contoh bagi negara-negara lain. Di sisi lain, KPU juga bisa mendapatkan timbal balik melalui catatan dan masukan yang disampaikan para peserta. (shy/zar/byu/far/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:36

Bagaimana Posisi Tarakan Ketika Ibu Kota di Kaltim..?

TARAKAN – Meski akhirnya dianulir, pernyataan Menteri Agraria dan Tata…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35

EMBUNG MENGERING..!! Krisis Air di Kota Ini Makin Dekat

TARAKAN – Hujan yang tak kunjung turun di sekitar Embung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:33

Mendapatkan Hidayah, Memperdalam Ilmu Agama

Joko Wibowo menjadi perbincangan hangat setelah viral melalui channel Youtube…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:32

Dapot Sinaga, Kenal Dunia Politik dari Teman

Meski awalnya tak tertarik untuk bergabung dalam dunia perpolitikan, namun…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:30

ADA APA..?? Puluhan Warga Amal Datangi Polres Tarakan

TARAKAN - Puluhan masyarakat Jalan Binalatung RT 15, Kelurahan Pantai…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Keberadaan Gajah Kerdil di Nunukan Masih Misteri

KEBERADAAN gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis) di Kaltara menjadi misteri.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:12

Waspadai Titik Rawan Laka MD

TARAKAN – Dekat atau jauh jarak yang akan dituju tidak…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Warga Berharap Adanya PJU

TIDAK terdapatnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di RT 08, Kelurahan Kampung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:04

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan

TARAKAN – Penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyelidikan…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*