MANAGED BY:
JUMAT
03 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 18 April 2019 09:22
Kepala UPPT Sebatik Divonis 4 Tahun Penjara
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO,

NUNUKAN – HJ, kepala kantor UPPT Kelas III Sei Nyamuk Sebatik, selaku terduga pelaku korupsi pungli agen pelayaran di tempatnya bekerja, akhirnya divonis majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, dengan pidana hukuman penjara selama empat tahun. HJ juga harus membayar denda Rp 200 juta.

HJ memang terbukti melakukan pemungutan biaya jasa kepelabuhanan dengan modus membuatkan SK kepada tenaga honorer di bawah pimpinannya, untuk membantu petugas Kesyahbandaran menarik uang jasa kepelabuhanan. Uang hasil penarikan langsung masuk ke rekening pribadi HJ.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nunukan Ali Mustafa mengatakan, majelis hakim Tipikor Samarinda memutuskan HJ terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Hakim memutuskan HJ terbukti melanggar pasal 12 e Undang-Undang (UU) Tipikor juncto pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Ancaman hukuman pidana penjaranya empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan penjara. Jadi kalau tidak bayar denda, akan digantikan dengan hukuman penjara selama dua bulan,” ungkap Ali kepada pewarta harian ini.

Vonis tersebut diakui lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya yang menuntut HJ dengan hukuman penjara enam tahun dan denda yang sama Rp 200. Sebelumnya memang JPU menuntut HJ dengan dua pasal yakni pasal 12 e Undang-Undang (UU) Tipikor juncto pasal 64 ayat 1 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan pasal 3 UU Tipikor Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto pasal 55 ayat 1 ke 1, subsider pasal 5 ayat 1 UU RI Nomor 08 Tahun 2010 tentang TPPU. Kemudian juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. “Untuk sementara JPU masih pikir-pikir dulu untuk tindakan selanjutnya banding atau terima,” beber Ali.

Dalam perkara yang sama sebelumnya, pada dugaan pungli over bagasi dan muatan palka yang terjadi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, juga telah menjerat tersangka H. Bahar. H Bahar divonis hakim 1,2 tahun penjara. Tak hanya H. Bahar, seorang pegawai honorer kantor UPPT Klas III Sei Nyamuk berinisial AA, juga sudah divonis majelis hakim PN Nunukan hukuman penjara 10 bulan, atas perkara pungli agen pelayaran di Sebatik. (raw/ash)

 


BACA JUGA

Rabu, 01 Juli 2020 09:13

Pengendali di Lapas hingga Pemesan di Tana Tidung

NUNUKAN - Dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satrekoba) Polres…

Selasa, 30 Juni 2020 10:27

PDIP Aksi di Polres Nunukan

NUNUKAN – Menuntut pengusutan tuntas pelaku pembakaran bendera Partai Demokrasi…

Senin, 29 Juni 2020 10:12

Langgar Protokol Kesehatan, Dihukum PushUp

NUNUKAN - Meski status tanggap darurat Covid-19 di Nunukan beum…

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34

Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut)…

Jumat, 26 Juni 2020 13:03

Penerima Tunjangan Khusus Guru Dikurangi

 NUNUKAN – Dengan adanya aturan terbaru mengenai pemberian tunjangan khusus,…

Kamis, 25 Juni 2020 14:30

Nonreaktif, 361 WNI Dipulangkan dari Malaysia

    RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN DIPULANGKAN LAGI: Setidaknya ada 361…

Kamis, 25 Juni 2020 13:24

Nonreaktif, 361 WNI dari Malaysia Dipulangkan, 134 Lanjut ke Sulsel

NUNUKAN – Sebanyak 361 warga negara Indonesia (WNI), dan 134…

Kamis, 25 Juni 2020 13:21

Tulisan “Pelabuhan Nunukan” Dicopot

NUNUKAN – Protes Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) soal hilangnya…

Kamis, 25 Juni 2020 13:19

Tanggap Darurat Covid-19 Diperpanjang

NUNUKAN – Status Tanggap Darurat Penanganan Covid-19 masih diperpanjang di…

Kamis, 25 Juni 2020 13:16

Tak Memenuhi Syarat, Sekolah Belum Dibuka

NUNUKAN – Meski ada arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers